Election in the church

Hari ini di gereja Chung Li diadakan pemilihan tua-tua gereja yang baru. Mereka akan bertugas menjadi tua-tua (majelis) gereja selama setahun ke depan. Peristiwa ini cukup unik dan belum pernah saya saksikan sebelumnya.

Di gereja saya di Semarang, pemilihan tua-tua diadakan tertutup, dan jemaat tidak tahu serta tidak bisa memilih tua-tua yang akan menjabat. Namun demikian, pihak gereja mengumumkan calon2 tua-tua yang akan menjabat dan nama + photo mereka ditampilkan di warta gereja selama 4 minggu berturut-turut. Jika ada keberatan dari jemaat, jemaat bisa mengirimkan keberatannya, dan pencalonan tua-tua yang bersangkutan akan dipertimbangkan kembali.

Sementara itu, gereja di Taiwan di mana saya aktif sebelum pindah ke gereja Chung Li ini beda lagi. Di tahun pertama saya hadir, mereka hanya memiliki seorang pendeta, tanpa adanya majelis gereja. Beberapa bulan kemudian, tiba2 di salah satu kebaktian, sang pendeta mengumumkan di mimbar, bahwa Mr. X diangkat menjadi majelis satu2nya di gereja tersebut. Hmm…. organisasi yang cukup aneh buat saya…

Demokratis

Kembali ke gereja Chung Li, sejak sebulan yang lalu telah diumumkan bahwa pemilihan tua-tua yang baru akan diadakan tanggal 9 November 2008. Ada 10 calon yang sudah dipublikasikan di warta gereja beserta dengan biografi, keluarga, serta visi dan misinya. Jemaat memiliki waktu untuk menilai dan berdoa sebelum memilih. Selain mempublikasikan biografi calon tua-tua yang akan dipilih, dibagikan juga buku pertanggungjawaban pendeta beserta tua-tua dalam kepengurusan tahun sebelumnya.

Hari ini adalah hari H. Kebaktian diawali seperti biasa dengan pujian dan firman Tuhan. Kemudian anak2 remaja sekitar 30 orang mempersembahkan pujian. Kemudian disusul dengan pertanggungjawaban pendeta selama setahun ini. Bagus yah sistemnya ? Jadi pendeta di sini bukanlah penguasa gereja itu, tapi hamba yang jelas pertanggungjawabannya terhadap jemaat.

Kemudian tiap2 calon tua-tua memperkenalkan diri di mimbar dan menyampaikan visi dan misinya. Setelah semua calon selesai berbicara, jemaat mendapatkan 1 lembar kertas pemilihan yang berisi 10 nama calon tua-tua yang ada. Jemaat hanya memilih 7 dari 10 calon yang ikut dalam pemilihan. Setelah selesai, jumlah suara dihitung, dan ditetapkanlah 7 tua-tua (majelis) jemaat yang terpilih dan akan bertugas untuk 1 tahun ke depan.

Gereja harus memiliki organisasi yang baik

Hmm…. ini menarik sekali. Saya rasa ini contoh organisasi gereja yang baik. Pertanggungjawaban pendeta jelas dan terbuka, pemilihan tua-tua dilakukan secara fair dan terbuka, dan jemaat terlibat aktif di dalamnya.

Ada banyak sistem organisasi gereja yang kurang baik. Pendeta tidak dituntut memberi pertangungjawaban kepada jemaat, tua-tua dipilih dan diangkat atas dasar kedekatan dengan sang pendeta, dan sebagainya. Akibatnya, arah gereja dan kebijakan pimpinan tidak ada yang mengontrol. Pemimpin gereja menjadi diktator yang menjalankan organisasi gereja sesuai dengan “mood”nya sendiri. Tidak ada yang berani menegur dan memberikan koreksi. Yang dianggap tidak sevisi, bisa dengan mudah “ditendang”. Dan ini sangat tidak baik bagi gereja itu sendiri. Terlebih lagi bagi perkembangan rohani jemaat.

Dalam kitab Yeremia dikatakan bahwa Tuhan akan segera datang menghakimi dunia. Dan dengan jelas dikatakan di sana, bahwa penghakiman akan dimulai dari rumah Tuhan sendiri. Mulai dari gembala2 dan pemimpin2 gereja, dan berlanjut ke seluruh jemaat Tuhan. Gereja Chung Li menurut pandangan saya telah memberikan contoh yang baik dalam hal penerapan organisasi gereja yang rapih, terbuka, dan teratur. Semoga dapat menjadi contoh bagi gereja2 yang lain. Amiiin….

No comment »

Siapa bilang pendidikan di Indonesia memble ??

Orang sering berkata : Indonesia pendidikannya payah, kalah ama pendidikan di luar negeri… waiiiit…. Fakta2 berikut ini mungkin bisa jadi bahan pertimbangan kita….

Profesor termuda di AS berasal dari Indonesia

Profesor Nelson Tansu, profesor termuda dalam sejarah Amerika, adalah orang Medan. Beliau adalah alumni SMU Sutomo 1 Medan. Saat ini beliau mengajar di Lehigh University, Pennsylvania - USA di bidang electrical engineering. Beliau mengajar S2, S3, dan post doctoral. Beliau mendapat gelar profesornya di usia 25 tahun. Nah looo…. kira2, kebanyakan orang Indo, pas usianya 25 tahun, posisinya apa ya ? Biasanya sih lagi jadi eksekutif muda yang baru aja ngredit mobil baru. wekekekeke…

Gelar profesor termuda di dunia saat ini digenggam oleh ALia Sabur, seorang gadis asal kelahiran Amerika. Namun ALia tidak mengajar di Amerika, melainkan di Korea Selatan, tepatnya di Konkuk University, Seoul - South Korea. Beliau mengajar di bidang Materials Science and Engineering. Woooow…. Beliau mendapatkan gelar profesornya pada usia 18 tahun 362 hari, mengalahkan Isaac Newton yang menggenggam rekor sebagai profesor termuda di dunia selama puluhan tahun.

Presiden Amerika pernah sekolah di Indonesia

Presiden Amerika Serikat yang baru saja terpilih, Barrack Obama, adalah anak tiri dari orang Indonesia, Lolo Soetoro. Obama kecil pernah bersekolah di SD Santo Fransiskus Asisi, Menteng - Jakarta dan SDN 01 Menteng, Jakarta selama 3 tahun. Dan ternyata, ibu Obama pernah tinggal di Candi Baru, Semarang selama beberapa tahun. Wuiih… deket rumahku tuh. Ikut bangga nih, bekas tetangga kami anaknya jadi presiden Amerika oeeeiii…. wekekkekekee….

Juara dunia olimpiade fisika adalah siswa Indonesia

Saya rasa hampir semua orang tahu, bahwa absolute winner (juara terbaik) olimpiade fisika dunia adalah siswa siswi dari Indonesia di bawah supervisi dari Prof Yohanes Surya. Bahkan siswa siswi Indonesia juga mencatatkan hasil yang spektakuler di olimpiade kimia dan matematika dunia.

Prof Yohanes Surya adalah guru besar fisika dari UKSW Salatiga (tempat saya mengajar sekarang…. ikut bangga juga nih…ehem…ehem…) dan pernah menjadi Dekan Fakultas Sains dan Matematika, Universitas Pelita Harapan - Jakarta. Kini beliau menjabat sebagai Rektor Universitas Multimedia Nusantara, Jakarta.

It’s all about who is the man behind the wheel

Jadi, semua di dunia ini tergantung dari siapa dan bagaimana orang itu bekerja atau menggunakan sesuatu. Di dunia balapan, ada pepatah “it’s all depend on who is the man behind the wheel”. Artinya, mobil kayak apapun, tergantung orang yang nyupir. Dalam dunia photography yang terkenal dengan mahalnya harga alat2nya, terkenal istilah “camera is only tools… it’s all depend on the man behind the view finder”. Artinya, kamera itu cuma alat saja, semuanya tergantung dari orang yang make.

So, dunia pendidikan, khususnya di Indonesia juga demikian. Semuanya tergantung dari orangnya sendiri, guru dan muridnya sendiri. Mau jadi pecundang dan tukang bolos ? Bisa ! Mau jadi presiden dan orang penting di dunia ? Juga bisa !! Sejarah telah mencatat, perjalanan siswa siswi Indonesia yang sukses di dunia internasional. It’s all about who is the man behind the wheel. Bagaimana dengan kita ?

Sumber :
http://www.wikimu.com/news/displaynews.aspx?id=4672
http://www.opto.lipi.go.id/utama.cgi?cetakartikel&1078664620
http://nenyok.wordpress.com/2008/04/27/alia-sabur-profesor-termuda-di-dunia/
http://www.yauhui.net/masa-kecil-obama-sempat-tumbuh-besar-di-indonesia/
http://id.wikipedia.org/wiki/Yohanes_Surya

No comment »

The real story of “Bersyukur selalu”…

Aku punya seorang kakak perempuan satu2nya, dia sudah menikah dan punya 2 anak cowok. Kami memang dari keluarga yang kurang begitu mampu, jadi cicikku itu cuma bisa sekolah sampai SMU saja. Itupun dengan tertatih-tatih, alias sering nunggak uang sekolah. Kalau aku bisa sampai S2 seperti sekarang, itu semua karena anugerah Tuhan semata-mata. Back to the real story of my family….

Suami cicikku ini sarjana ekonomi, lulusan universitas terkenal, tempat aku mengajar sekarang. Setelah lulus, dia bekerja sebagai sales di Astra International. Mentereng kan ? Tapi karena krisis ekonomi tahun 97, penjualannya mulai menurun, dan akhirnya dikeluarkan karena tidak memenuhi target. Oh ya, kakak iparku ini seorang majelis di gerejanya lho. Dari keluarga yang aktif pelayanan di gereja juga.

Krisis ekonomi memporakporandakan ekonomi keluarga cicikku. Dulu anaknya yang gede (Yesaya) sekolah bareng Amanda (anakku) di sekolah yang terkenal di Semarang. Tapi pas masuk SD, terpaksa dipindah ke sekolah yang agak ringan biayanya. Setiap hari, keponakanku ini ke sekolah sambil membawa kue bolu kukus bikinan cicikku untuk dititipkan di kantin sekolahnya, sekedar untuk menambah uang jajan. Itu terjadi pas dia masih kelas 1 SD.

Cicikku sendiri engga kalah berjuang. Dia bekerja ambil 2 shift di sebuah rumah makan sebagai kasir. Shift pagi dari jam 9 - 4, pulang sebentar ke rumah, lanjut lagi shift malam dari jam 5 - 23. Itu dia lakukan setiap hari agar dapur mereka tetap berasap. Anak2 diasuh oleh mamiku (mamiku sendiri bekerja di gereja selama setengah hari), dan bermain bersama anak2ku. Kebetulan rumah kami satu area.

Upside-down life

setelah keluar dari Astra, kakak iparku mencoba bekerja di sana sini, tapi kurang berhasil. Sampai suatu ketika, dia terkena masalah dan tertimbun hutang yang cukup banyak, sampai harus berurusan dengan polisi. Kakak iparku sempat ditahan beberapa hari di Polres Jepara. Puji Tuhan, dia bisa dikeluarkan setelah dilakukan kesepakatan secara kekeluargaan dengan pihak2 terkait.

Sejak itu, kakak iparku menganggur. Dia mencoba mencari kerja di sana sini, tapi belum berhasil. Itu terjadi akhir tahun lalu. Selama itu pula, bukan hanya masalah keuangan saja yang mendera keluarga cicikku, tapi juga masalah kerohanian dan kejiwaan. Karena malu, kakak iparku dan keluarganya keluar dari gereja, dan tidak ke gereja lagi. Langkah yang keliru ? Iya juga sih… tapi emang berat bagi mereka untuk melewatinya. So, ga ada gunanya mencela langkah mereka. Selain itu, karena tidak memiliki penghasilan, masalah rumah tangga lainnya mulai muncul. Cicikku kerja keras, sementara suaminya engga bekerja, kebutuhan keluarga dan anak2 mulai engga tercover, saling menyalahkan, dsb. Keluarganya mulai oleng. Anak2 engga mendapat perhatian yang cukup, engga mendapat figur ayah dan ibu yang baik. Halo…. ini realita kehidupan yang dialami seorang anak Tuhan lho….

Reaksiku dan keluargaku

Aku dan istriku, kami juga engga diam menghadapi itu semua. Tapi apa daya kami, kemampuan kami untuk mensupport mereka juga terbatas. Anakku sekolah di sekolah terkenal karena gratis, mamahnya kerja di sana. Kami juga engga berlebihan dalam keuangan. So, kami support semampunya, dengan menanggung biaya listrik mereka tiap bulannya.

Bagaimanapun juga, itu cicikku satu2nya. Hatiku begitu resah melihat kehidupan mereka. Ingin mengambilalih beban2 mereka, tapi aku engga mampu. Aku sendiri punya keluarga yang harus aku handle. Aku harus menjaga keharmonisan antar keluarga besarku supaya pihak istriku tidak merasa dirugikan karena aku terlibat terlalu dalam, khususnya dalam hal keuangan. Aku harus memastikan, bahwa keluargaku tidak ikut terseret dalam gelombang kehancuran itu.

Aku benar2 bingung, bimbang, perasaanku tidak pernah bisa “semeleh” kata orang jawa. Dan teman2 di Taiwan tahu, aku tidak pernah bisa tidur sebelum subuh datang. Dan itu berlangsung sejak tahun lalu. Aku ingin segera pulang ke Indo, untuk melakukan apa yang aku bisa lakukan. Paling tidak aku bisa memberikan kata2 semangat kepada mereka.

God is my hidding place

Beruntung, aku punya Tuhan Yesus. Dia Allah yang hidup. Aku setiap hari berdoa, kadang juga berpuasa, untuk pemulihan keluargaku. Kalau teman2 POKI ingat, apa yang jadi doaku selama setahun ini saat awal tahun baru kemaren, aku minta pemulihan bagi keluargaku. Hayoo…. ga ada yang peduli dengan semua pergumulanku tho ? wekekekeke….

Tapi Tuhan yang aku percayai adalah Allah yang setia. Dia punya rencana yang indah bagi anak2Nya, termasuk aku dan keluargaku. Setahun sudah aku berdiri di hadapanNya membawa semua anggota keluarga besarku, mohon belas kasihan dan pemulihanNya. No one care… but He DOES CARE of me. Dia membantu aku melewati setiap hari2ku di sini dengan sangat baik.

God is always in control

2 minggu yang lalu istriku sms, mengabarkan kalau kakak iparku mulai bekerja lagi. Mau tahu apa pekerjaannya ? Jual beli botol2 bekas ! Waduh… secara manusia, aku juga gengsi kalau punya kakak jadi pengumpul botol2 bekas. Halo… dari seorang sarjana ekonomi yang pernah kerja di Astra beberapa tahun, tiba2 menjadi pengumpul botol2 bekas… Tapi aku terus bersyukur pada Tuhan. Aku tahu benar, Allah sedang memproses keluarga cicikku. Alias doaku dijawabNya dengan caraNya sendiri. Aku percaya, caraNya jauh lebih sempurna dari yang aku pikirkan.

Kemaren, istri sms lagi, usaha jual beli botol bekasnya bangkrut… berhenti. Waa…. another bad news comes like a turbulence… Tapi Tuhan itu setia. Kakak iparku diterima bekerja di sebuah sekolah internasional di Semarang. Mau tahu apa posisinya ? Jadi supir ! Dari seorang eksekutif Astra, menjadi seorang supir. Oh my God !

Setia dalam perkara kecil

I still believe ! Itu sloganku dalam menghadapi segala masalah. Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberikan kekuatan kepadaku (Filipi 4 : 13).

Aku terus bersyukur untuk setiap perkara yang terjadi dalam keluargaku. Aku mengikuti terus setiap perkembangan yang terjadi, dan aku selalu bawa dalam doaku. Aku selalu confirmasi dengan Bapa di surga dalam doaku setiap hari atas semua perkembangan yang terjadi.

Hari ini mengirimkan sms kepada kakak iparku. “Selamat atas pekerjaan baru yang dikaruniakan Tuhan kepadamu mas. Apa yang dijumpai tangamu untuk dikerjakan, lakukanlah itu seperti engkau melakukannya untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. Tuhan memberkatimu”.

The real bersyukur selalu…

Tahun ini aku diajarkan oleh Tuhan, bagaimana mempraktekkan apa itu “bersyukur selalu”. Aku sering menyanyikannya. Tapi kali ini aku mempraktekkannya. Aku bangga, kakak iparku yang sarjana ekonomi menjadi seorang supir di sebuah sekolah di Semarang. Aku bersyukur, karena Tuhan memproses keluargaku sedemikian rupa. Kami dibawaNya melewati jalanan yang curam dan terjal, sungguh sebuah jalan yang tidak diharapkan oleh siapapun. Tapi di tempat itulah, kami diajarkan bagaimana bergantung sepenuhnya pada Tuhan. Kami diajarkan bagaimana menghargai hidup ini, menghargai setiap berkat yang Tuhan berikan pada kami. Dan di tempat seperti itulah, kami bisa dengan jelas merasakan, bahwa Allah menjagai kami, menuntun kami, menyediakan apa yang jadi kebutuhan kami.

Hidup di dalam Tuhan bukanlah seperti hidup dalam awan2 yang dilukiskan dengan begitu indah. Orang berkata : di dalam Tuhan kita akan hidup dari kemuliaan ke kemuliaan yang lain…. NO !! Itu terlalu ideal, jika diartikan secara harafiah. Hidup di dalam Tuhan adalah hidup yang mengalami Tuhan. Di dalam kondisi yang terburuk, di situlah kita bisa mengakui, bahwa Tuhan adalah penguasa hidup kita.

Bersyukur selalu bagi kasihMu di dalam hidupku….
Dan tak kan kuragu atas rencanaMu tuk masa depanku…
….. AMIEN….

Comments (4) »

Being humble before The Lord

Hari ini kotbahnya diambil dari Yakobus 4 : 1 - 17. Pendeta memaparkan, bahwa ada 3 jenis hubungan antara manusia dengan Tuhan yang dijalani oleh kebanyakan anak2 Tuhan hari2 ini.

Yang pertama, hubungan manusia dengan Tuhan yang bersifat : Ini aku Tuhan… apa yang bisa Kau lakukan untukku ? Banyak orang2 Kristen yang mendasari hubungannya dengan Tuhan dengan prinsip seperti itu. Aku menjadi Kristen, karena Tuhan melakukan banyak hal untuk aku. Ya memberi rezeki kepadaku, membantu aku saat aku butuh pertolongan, mengadakan mujizat dalam hidupku, menyelamatkan aku, mengasihi aku, dan sebagainya.

Yang kedua, hubungan manusia dengan Tuhan yang bersifat : equal alias sama. Aku lakukan bagianku, Tuhan lakukan bagianNya. Kedua pihak sama2 puas, sama2 capenya.

Yang ketiga, hubungan manusia dengan Tuhan yang bersifat : aku begitu mencintai diriku sendiri… dan aku bersyukur, ada Tuhan di dalamnya. Hidupku ini begitu indah… jadi lebih indah lagi karena ada Tuhan di dalamnya.

Well…. menurut bapak pendeta, sebenarnya ketiga hubungan di atas tidaklah yang Tuhan mau, karena yang menjadi center dalam ketiga hubungan di atas adalah si aku, bukan Tuhan. Namun dalam Yakobus 4 dikatakan, walaupun tidak ada manusia yang mampu memberikan hubungan yang baik dengan Tuhan, Tuhan malah memberikan karunia yang lebih banyak (ayat 4).

Bagaimana supaya kita bisa menerima kasih karunia Allah lebih lagi ? Yaitu dengan mendekatkan diri kepada Allah. Kuncinya adalah : merendahkan diri di hadapan Tuhan. Dengan merendahkan diri kepada Tuhan, iblis akan lari dari kita (ayat 7 : Karena itu tunduklah kepada Allah, dan lawanlah Iblis, maka ia akan lari dari padamu !). Kita perlu ingat, bahwa saat kita dekat dengan Allah, iblis akan lari dari kita. Tapi ingat, iblis akan kembali lagi. Tapi prinsip ini berlaku, setiap kali iblis kembali untuk menyerang kita, yaitu bahwa jika kita tunduk kepada Allah, maka iblis akan lari dari kita.

Who moved ?

Ada seorang cowok naksir seorang gadis manis. Mereka menjadi sepasang kekasih, yang begitu mesra. Kemana-mana selalu bergandengan tangan. Pokoknya mesra abis. Setiap kali naik mobil, layaknya orang yang kasmaran, si cowok nyetir, dan si cewek duduk sangat rapat dengan si cowok. Kadang sambil memeluknya. Hubungan mereka berlanjut ke pernikahan.

Setelah menikah, mulai ada perubahan yang terjadi. Saat mengendarai mobil, posisi si cewek engga serapat dulu… mulai renggang. Tahun demi tahun berlalu… sampai suatu saat ketika mengemudikan mobilnya, si suami berkata pada istrinya yang kini duduk sambil bersandar di pintu : “Hei… kenapa kita tidak seperti dulu lagi ? Dulu saat masih pacaran, kita duduk begitu rapat, begitu dekat. Kenapa sekarang tidak lagi ? Ayo, merapat ke sini…”.

Pertanyaannya : siapa yang menjauh ? Si cowok tetap pada posisi semula, yaitu memegang setir. Si cewek lah yang menjauh. Begitu pula dengan hubungan kita dengan pemegang setir kehidupan kita. Kita lah yang bergerak menjauh, sementara Tuhan tetap pada posisinya semula, yaitu memegang setir kendali hidup kita. Sementara kita mulai menyandarkan diri pada “pintu mobil” bukan kepada Tuhan.

Burn out the bridge behind us !

Di medan pertempuran, seorang jenderal menggunakan taktik yang berbeda dalam menerjunkan pasukannya ke medan pertempuran. Saat dia menyuruh pasukannya masuk ke medan pertempuran dan melewati sebuah jembatan utama untuk masuk ke medan pertempuran, si jenderal berpesan : “Setelah kalian melewati jembatan itu, hancurkanlah jembatan itu !”. Tujuannya adalah supaya para serdadu itu tidak bisa balik lagi. Akibatnya, serdadu2 itu mau engga mau harus fokus maju ke depan untuk memenangkan pertempuran.

Demikian juga kita. Untuk maju menundukkan diri kepada Allah, kita harus berjalan maju, kemudian menghancurkan “jembatan” yang ada, supaya kita tidak bisa kembali ke kebiasaan buruk yang lama, dan fokus untuk terus maju menjadi seperti yang Tuhan mau.

Being humble before the Lord… itu adalah kuncinya. Jabatan2 mentereng dalam kerohanian, sama sekali tidak ada artinya….

No comment »

Bahasa Roh ? Yang bener aja….

Sikiyalabalabalaba…. (ada apa dengan laba-laba ??) …. sikiyalamalamalamalama…. (ada apa kok pake lama ??) ….. syakilelelelelele…. (ada apa dengan ikan lele ??) …… syikididididididi….. (ooo… namanya Didi ??) …. dirabarabadirabaraba…. (busyet…. diraba-raba ???) …..

Begitulah kira2 “bahasa roh” yang sering aku dengar. Aneh memang. Tapi bagi sebagian orang, itu adalah kebanggaan, karena bisa ngomong hal2 yang dia sendiri engga ngerti. Aneh kan ? Mereka bangga, karena dengan ngoceh begitu, artinya mereka telah mendapatkan kepenuhan Roh Kudus. Hah ?? yang bener ??

Belum berbahasa roh = belum kepenuhan Roh Kudus ?

Kata siapa ? Ngaco tuh ! Mari cek di 1 Korintus 12, tentang karunia2 Roh Kudus. Di sana ditulis : karunia roh adalah berkata-kata dengan hikmat, berkata-kata dengan pengetahuan, iman, karunia untuk menyembuhkan, kuasa untuk mengadakan mujizat, karunia untuk bernubuat, karunia membedakan macam2 roh, karunia berkata-kata dalam bahasa roh, karunia untuk menafsirkan bahasa roh (ayat 8 - 10).

Seringkali juga aku dengar, aktivis gereja berkata : kalau kamu belum dapat karunia berbahasa roh, minta ! Pasti diberikan ! Mari cek lagi di ayat 11 : “Tetapi semuanya ini dikerjakan oleh Roh yang satu dan yang sama, yang memberikan karunia kepada tiap-tiap orang secara khusus, seperti yang dikehendaki-Nya“. Jadi terserah ama Roh Kudus, mau ngasih apa ke kita. So, statement “belum bisa berbahasa roh = belum dipenuhi Roh Kudus” itu ngaco dan ngawur banget !

Penggunaan bahasa roh

Hampir setiap kali aku ke gereja yang ada penggunaan bahasa rohnya, seringkali aku bingung, mereka ini pada ngocehin apa sih ? Mereka ngedumel dengan ocehan yang mereka sendiri engga ngerti apa artinya, apalagi aku. Seperti syalalalalalala…. syelelelelelele…. dididididididi….. busyet dah !

Mari cek lagi di 1 Korintus 14 tentang penggunaan bahasa roh. Di sana ditulis : (ayat 2) Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, tidak berkata-kata kepada manusia, tetapi kepada Allah. Sebab tidak ada seorangpun yang mengerti bahasanya; oleh Roh ia mengucapkan hal-hal yang rahasia. (ayat 3) Tetapi siapa yang bernubuat, ia berkata-kata kepada manusia, ia membangun, menasihati dan menghibur. (ayat 4) Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, ia membangun dirinya sendiri, tetapi siapa yang bernubuat, ia membangun Jemaat. (ayat 5) Aku suka, supaya kamu semua berkata-kata dengan bahasa roh, tetapi lebih dari pada itu, supaya kamu bernubuat. Sebab orang yang bernubuat lebih berharga dari pada orang yang berkata-kata dengan bahasa roh, kecuali kalau orang itu juga menafsirkannya, sehingga Jemaat dapat dibangun. (ayat 6) Jadi, saudara-saudara, jika aku datang kepadamu dan berkata-kata dengan bahasa roh, apakah gunanya itu bagimu, jika aku tidak menyampaikan kepadamu penyataan Allah atau pengetahuan atau nubuat atau pengajaran ? (ayat 7) Sama halnya dengan alat-alat yang tidak berjiwa, tetapi yang berbunyi, seperti seruling dan kecapi–bagaimanakah orang dapat mengetahui lagu apakah yang dimainkan seruling atau kecapi, kalau keduanya tidak mengeluarkan bunyi yang berbeda ? (ayat 8 ) Atau, jika nafiri tidak mengeluarkan bunyi yang terang, siapakah yang menyiapkan diri untuk berperang ? (ayat 9) Demikianlah juga kamu yang berkata-kata dengan bahasa roh: jika kamu tidak mempergunakan kata-kata yang jelas, bagaimanakah orang dapat mengerti apa yang kamu katakan? Kata-katamu sia-sia saja kamu ucapkan di udara !

Nah looo…. Paulus aja dengan tegas berkata, kalau engga ada yang bisa menafsirkan, jangan mengucapkan bahasa roh dalam perkumpulan (baca : kebaktian/persekutuan). Itu Paulus lho yang ngomong, bukan Budhi.

Trus, gimana dong pemakaian bahasa roh yang benar ? Berikut ini petunjuk dari Paulus. (ayat 15) Jadi, apakah yang harus kubuat? Aku akan berdoa dengan rohku, tetapi aku akan berdoa juga dengan akal budiku; aku akan menyanyi dan memuji dengan rohku, tetapi aku akan menyanyi dan memuji juga dengan akal budiku. (ayat 16) Sebab, jika engkau mengucap syukur dengan rohmu saja, bagaimanakah orang biasa yang hadir sebagai pendengar dapat mengatakan “amin” atas pengucapan syukurmu ? Bukankah ia tidak tahu apa yang engkau katakan ? (ayat 17) Sebab sekalipun pengucapan syukurmu itu sangat baik, tetapi orang lain tidak dibangun olehnya. (ayat 23) Jadi, kalau seluruh Jemaat berkumpul bersama-sama dan tiap-tiap orang berkata-kata dengan bahasa roh, lalu masuklah orang-orang luar atau orang-orang yang tidak beriman, tidakkah akan mereka katakan, bahwa kamu gila ? (ayat 27) Jika ada yang berkata-kata dengan bahasa roh, biarlah dua atau sebanyak-banyaknya tiga orang, seorang demi seorang, dan harus ada seorang lain untuk menafsirkannya. (ayat 28) Jika tidak ada orang yang dapat menafsirkannya, hendaklah mereka berdiam diri dalam pertemuan Jemaat dan hanya boleh berkata-kata kepada dirinya sendiri dan kepada Allah.

Yeap ! Aku setuju banget dengan si Paulus ini. Jangan mengoceh dengan serampangan di dalam perkumpulan jemaat. Engga ada yang terbangun kok. Yang aku tahu malahan, setelah keluar dari kebaktian, si orang yang berbahasa roh tadi mengacuhkan aku. Nah, apa engga kontradiktif itu namanya ?

Bahasa roh = bahasa lidah ?

Bagaimana dengan bahasa lidah, seperti yang terjadi saat turunnya Roh kudus (Pentakosta) ? Come on…. ayo kita baca di Kisah Para Rasul 2. Saat itu para rasul engga ngoceh silabalabalaba …. sikiyalamalamalama … mereka juga engga ngoceh dengan bahasa yang tidak dimengerti manusia lho ! Tapi mereka yang asli orang Galilea, berbicara dengan bahasa Arab, Mesopotamia, Mesir, Libia, dll. Jadi engga ngoceh dalam bahasa alien ! Coba dibaca di (ayat 7) Mereka semua tercengang-cengang dan heran, lalu berkata: “Bukankah mereka semua yang berkata-kata itu orang Galilea ? (ayat 8 ) Bagaimana mungkin kita masing-masing mendengar mereka berkata-kata dalam bahasa kita sendiri, yaitu bahasa yang kita pakai di negeri asal kita : (ayat 9) kita orang Partia, Media, Elam, penduduk Mesopotamia, Yudea dan Kapadokia, Pontus dan Asia, (ayat 10) Frigia dan Pamfilia, Mesir dan daerah-daerah Libia yang berdekatan dengan Kirene, pendatang-pendatang dari Roma, (ayat 11) baik orang Yahudi maupun penganut agama Yahudi, orang Kreta dan orang Arab, kita mendengar mereka berkata-kata dalam bahasa kita sendiri tentang perbuatan-perbuatan besar yang dilakukan Allah”.

So…..

So…. buat aku sih simple aja. Mereka yang ngoceh di dalam kebaktian itu, perlu baca lagi ayat2 di atas. Aku lebih mengerti orang yang berkata “Tuhan, aku mengasihiMu…. aku memujaMu….” dibanding dengan syikiyalabalabalaba…. dirabarabaraba…. yang bener aja ….. Ayo, yang merasa lebih suci, bukan bayi rohani lagi, sudah dewasa rohani, boleh kirim comment !!

Comments (6) »

Kamu kok begitu ? Gua kok begini ?

Wekekekeke….. uhuk… uhuk…. Busyet… belum2 udah batuk duluan… wekekekekeke……

Hai… hai…. ketemu lagi ama aye di sini…. wekekekekeke…. narcis buanget deh… OK, serius mode : ON. Hari ini kita coba membahas personality. Kenapa ? Karena akhir2 ini gue melihat di sekeliling gue dipenuhi oleh orang2 yang aneh. Mengingat deadline masa beasiswa hampir ebrakhir, so, tiap2 orang di sekeliling gue mulai bereaksi dengan sumber stress yang kian mendekat ini… weekkekeekeke….

Orang2 Choleric

Setelah gue amat2i, teman2 yang berkepribadian kholeris ini sangat2 sangar. wakakakaka…. menurut sumber2 dari internet, orang2 kholeris ini memiliki sifat : musti nomer 1 atau paling top, engga mau kalah, konsisten, engga suka dimanfaatkan, penuh kecurigaan dan persaingan, perfeksionis, sangat memperhatikan penampilan (tapi dengan tujuan engga dipandang rendah), dan engga doyan guyonan. Di sisi lain, mereka itu fokus, serius, ambisius, tidak tahan stress, kaku, tidak mudah menyerah, tidak cepat puas, harga diri dan proudnya sangat tinggi, sangat peka dengan angka (jadi, jangan asal ngomong tentang angka dengan mereka, bisa dibahas sampe 3 hari tahu), sangat2 well-planned (geser dikit dari rencana, jadi masalah besar), sangat mengingat janji2, kalau ngomong to the point dan cenderung menyerang, dan sangat rasional. Biasanya orang2 kholeris sangat sedikit temannya, tapi sangat dalam ikatannya. jadi, kalau anda orang kholeris dan mau buka toko, lihat2 dulu, si empunya toko sebelah itu kholeris atau bukan orangnya. Kalau sama2 kholeris, bisa2 saingan buka pagi2 dan tutup toko larut malam. Akhirnya kedua2nya masuk rumah sakit karena kurang istirahat. Lha sama2 ga mau kalah. wakakakaka…..

Orang2 Sanguine

Kebalikannya dari Kholeris, orang Sanguinis adalah “musuh besar” orang Kholeris. wakaakkakaka….. Orang2 sanguinis itu gemar bercanda, humoris, ceria, atraktif, banyak teman, menikmati hidup, easy going, mudah lupa janji, cenderung menganggap enteng masalah, sering bertindak di menit2 terakhir, tahan stress, tidak fokus, mudah berubah rencana, bisa membuat dunia anda penuh warna, namun juga sebaliknya, bisa membuat dunia anda penuh air mata…. wekekekekeke….. Orang2 sanguinis meskipun banyak teman, tapi cenderung introvert, mudah putus asa, tidak konsisten, dan kurang bisa terikat dalam komitment jangka panjang.

Orang2 Melancholic

Kalau orang2 melankolis, mereka penuh warna, sangat memperhatikan penampilan (tapi untuk menikmati keindahannya), suka musik dan kesenian, mudah mengeluarkan air mata dan tersentuh hatinya, sering menyalahkan diri sendiri (guilty feelingnya tinggi), teliti, cermat, setia, suka dengan komitmen, sabar, telaten. Orang2 melankolis penuh dengan ide, tapi cenderung moody. Kalau kita bisa membangkitkan moodnya, waaah…. bakalan penuh warna hari2 kita. Idealisme orang melankolis cukup tinggi. sekali disakiti, orang2 melankolis akan mengingatnya seumur hidup, tidak mudah memaafkan dan melupakan, sangat teguh memegang janji.

Orang2 Phlegmatic

Nah, kalau orang2 flegmatis ini memiliki kepribadian yang cenderung datar. Semua serba ga pa pa…. Mau gunung di belakang rumah meletus ? ga pa pa…. Sangat suka damai. Engga suka konflik. Makanya, orang2 flegmatis sering menjadi tempat curhat yang sangat baik. Teliti dan cermat termasuk bawaan orok orang2 flegmatis. Engga suka persaingan (orang2 kholeris paling gemes ama orang2 flegmatis dalam hal bersaing…. ga ada tanggapannya… wakakakaka…), lebih suka sama rasa sama rata. Daya tahan terhadap stress tinggi. Sangat tertutup untuk hal2 pribadi.

Bagaimana dengan loe bro n sis ?

Nah, bagaimana dengan kita ? Perlu diingat, engga ada di dunia ini orang dengan 1 kepribadian saja. Selalu campuran antar ke 4 nya. Namun ada 2 tipe kepribadian saja yang menonjol. Misalnya yang menonjol sisi kholeris dan melankolisnya, atau sanguin dan melannya, dsb.

Naaaah…. sekarang jadi ngerti kan, kenapa si dia kok galak banget, si anu kok njimet banget orangnya, si itu kok kaku banget orangnya…. ya… karena tipe kepribadian kita beda dengan dia kok. Wekekekekeke…. Cara memandang sesuatunya sudah beda, apalagi cara meresponsnya… beda buanget…. So, makanya, Tuhan bilang, ga ada yg lebih baik, semua orang itu sama. Sama2 punya kelebihan, sama2 punya kekurangan. Gimana njadiin perbedaan itu jadi suatu kesatuan yang harmonis, kayaknya cuma Tuhan deh Masternya….. wekekekekekkee…..

No comment »

5K… ini alami lho….

Apa tuh 5K ? Kebersihan, kerapihan, keindahan, ke….. hush ! bukaan…. 5K yang gue kamsud di sini adalah siklus alami dari sebuah hubungan / relasi. Entah itu relasi antar manusia, relasi / hubungan kerja, relasi organisasi dengan anggota2nya, dan hampir semua jenis relasi, memiliki siklus alami 5K ini. Ayo kita cek satu per satu….

K yang pertama adalah Kagum. Semua relasi diawali dengan rasa kagum. Si A kagum dengan perusahaan X, sehingga ingin sekali menjadi karyawan di sana. Si B kagum sekali dengan gereja Y, sehingga rela meluangkan waktu lebih banyak untuk aktif di sana. Si C kagum dengan mbak Z, sehingga dia mulai PDKT. Dan sebagainya….

K berikutnya adalah Kaget. Setelah masuk lebih dalam, tahu lebih banyak, si A, si B, dan si C menjadi kaget. Kok engga kayak yang gue bayangkan yah ? Dulu perasaan engga begini deh, kok sekarang jadi begono ? Si A kaget, karena ternyata perusahaan X yang dia kagumi, menerapkan akunting ganda, yang jelas2 bertentangan dengan hati nuraninya. Si B kaget, karena ternyata pimpinan gereja Y kebijakan2nya dirasa ngawur. Si C kaget, karena ternyata si mbak Z punya pandangan hidup yang berbeda dengan visi dan misi hidupnya. Dan sebagainya….

K yang ketiga adalah Kecewa. Biasanya mereka (si A, B, dan C) sudah berusaha memberikan toleransi atas ketidakcocokan yang terjadi. Tapi tetap tidak bisa diterima. Mulai muncul perasaan kecewa. Bahkan kadang diwarnai dengan sakit hati. Semakin hari semakin dalam. Sementara itu, banyak pengorbanan yang sudah dilakukan / diberikan. Waktu, tenaga, pikiran, bahkan uang dan materi….

K selanjutnya adalah Kagak Mau Rugi. Ini adalah fase kritis. Yang sudah tidak interest lagi mulai bersiap2 angkat kaki. Tapi engga mau rugi, karena perjuangan dan pengorbanan yang diberikan sudah terlalu banyak. Minimal mereka mau impas. Mulailah korupsi dilakukan, entah korupsi waktu, korupsi duit, korupsi kewajiban (engga melakukan kewajibannya lagi), dan sebagainya. Yang tidak siap untuk angkat kaki, memilih bertahan, namun tetap dengan dasar kagak mau rugi. Soalnya kalau dia angkat kaki, harus mulai dari awal lagi di tempat yang baru. Gaji mulai lagi dari paling bawah, posisi harus mulai lagi dari yang paling bawah, harus mulai membangun network lagi di tempat yang baru, harus ikut training pelayanan lagi di gereja yang baru. Rugi kan ? Dan mereka kagak mau rugi. Mendingan bertahan saja….

K yang terakhir adalah Kabur. Ini siklus terakhir dari sebuah relasi / hubungan. Kabur dengan membawa luka hati, omelan, gondok, ataupun kabur sambil membawa untung hasil korupsi. Selanjutnya di tempat yang baru, dimulailah siklus yang sama.

Well… ini adalah siklus yang alami lho. Makanya sampai ada pepatah : ada waktu perjumpaan, ada waktunya untuk berpisah. Ya karena siklus alaminya memang begitu. Coba cek kalau engga percaya. salah ga apa yang gue paparkan di atas ? Lalu, bagaimana supaya engga jadi kacau begitu ? Kan runyam juga, kalau berumah tangga, alaminya akan berakhir dengan kabur (baca : cerai) begitu….

Menurut point of view (halaaaah) of Mr. BK, kita musti menambahkan K yang keenam, yaitu Komitmen. Komitmen ini harus diletakkan setelah Kecewa. Jadi siklusnya, setelah kecewa, kita harus ingat komitmen kita dalam menjalin relasi / hubungan itu. Komitmen ini akan menahan semua “panah api” (cieeeee) biang runtuhnya sebuah relasi / hubungan. Walaupun perusahaan X engga jujur dalam akuntansinya, tapi aku (si A) berkomitmen untuk terus menyumbangkan karyaku bagi perusahaan ini. Walaupun gereja Y pemimpinnya kacau kayak gitu, tapi aku (si B) tetap berkomitmen untuk memberikan apa yang aku bisa lakukan untuk perbaikan. Walaupun si mbak Z pandangan hidupnya ngaco, tapi aku (si C) tetap berusaha menerima perbedaan itu sebagai warna yang indah dalam relasi kami. Nah….. awetlah relasi itu kalau kita tambahkan komitmen.

Tapiiiii…. lihat2 ya, perusahaan X, gereja Y, mbak Z, atau apapun itu…. kita musti lihat benar2, apakah komitmen kita dapat merubah “kekacauan” yang mereka miliki. Soalnya kan sebelum kita masuk, mereka sudah punya bawaan kacau itu sejak lama. Kalau dirasa komitmen kita akan sia2 dan ga berarti, ya mendingan kita angkat kaki aja (ikut siklus yang alami). Soalnya takutnya kita malah “kerja bakti” seumur hidup tanpa ada perubahan dari lawan relasi kita. Kan sayang dong, hidup kita diserahkan untuk hal2 yang tidak bisa kita ubah.

Intinya, kalau mau “menyerahkan diri” untuk berkomitmen dalam sebuah relasi, lihat dulu lawan relasi kita. Apakah ada baiknya kita memberikan komitmen kita kepadanya, atau malah kita bakalan bunuh diri ? Butuh keberanian untuk memutuskannya….

No comment »

ArtikelIlmiah.Com launched !!

Akhirnya…. website penerus MateriKuliah.Com ini meluncur juga ! Dengan nama baru ArtikelIlmiah.Com website ini mengusung misi baru untuk menyediakan artikel2 ilmiah yang lebih berbobot secara gratis bagi perkembangan pendidikan di Indonesia.

Website baru ini memiliki slogan yang baru, yaitu…. ai.c (baca a i dot si)…. ai.c adalah ArtikelIlmiah.Com… Jika anda seorang dosen, guru, peneliti, akademisi, atau memiliki profesi apapun, dan suka menulis artikel2 ilmiah dan akademik, silakan kirimkan artikel Anda ke ArtikelIlmiah.Com untuk dimuat di website ini. Berikut ini tampilan ai.c yang baru. Selamat menikmati ! Jangan lupa untuk berkunjung, dan referensikan kepada rekan2 Anda yang lain…

Comments (2) »

Menilai manusia secara utuh…

Temanku yang satu ini memang fenomenal. Sebut saja namanya Boby. Berasal dari sebuah keluarga sederhana, Boby dapat menyelesaikan kuliahnya hingga memperoleh gelar sarjana. Lulus kuliah, Boby bekerja sebagai sales di sebuah bank asing. Di situ pula dia berkenalan dengan teman kerjanya, yang kemudian menikah dengan seorang pria, anak konglomerat. Boby memang ulet. Talian pertemanannya dengan rekan kerjanya tadi, membuat dia memiliki jaringan keuangan yang kuat. Bekas temannya (yang kini jadi mantu konglomerat) mempercayakan beberapa unit bisnis yang dirintisnya kepada Boby. Insting bisnis Boby juga bermain. Dia mulai membuka usaha sendiri, dengan dukungan modal dari temannya tadi. Kabar terakhir, istriku bertemu dengan Boby yang sekarang sangat keren. Mobil baru saja diganti dengan mobil baru seharga 300 jutaan, ke gereja diiringi oleh 2 baby sitter, plus istri dan 2 anaknya. Benar2 fenomenal. Kami teman2 lamanya benar2 kagum dengan kondisinya sekarang.

Zaman sekarang, orang dinilai dari apa yang dipakai, mulai dari baju yang dipakai, HP yang dipakai, mobil yang dipakai, dan sebagainya. Melihat Boby dengan mobil mewahnya, membuat hati ini tergelitik…. akankah aku bisa seperti dia ? Semua orang berkata, Boby sudah berhasil jadi orang… Well, aku tidak tahu juga, apakah Boby yang sekarang masih seperti Boby yang dulu ? Boby yang suka makan di warung pak Man. Boby yang suka maen badminton. Jangan2 sekarang dia sudah sibuk dengan urusan kantornya ? Wekekekekeke…..

Aku membiasakan diriku untuk tidak menempatkan diri lebih rendah dari teman2 yang kini sukses. Aku juga membiasakan diri untuk tidak memandang mereka lebih sukses dari aku. Aku mengenal mereka saat mereka belum menjadi orang. Aku tahu mereka seperti apa dulu… keluarganya…. saudara2nya…. Bagiku, mereka sama seperti dulu….

Akupun tidak suka orang memandang aku sekarang sudah sukses. Aku tidak suka teman2 lamaku jadi sungkan mengganggu waktuku… sungkan mengajakku bercanda2…. hahahaha…. untuk apa semua harta benda ini, kalau itu menjadi penghalang bagi kami untuk bisa dekat seperti dulu ?

Hal itu juga yang aku tanamkan pada keluargaku, istri dan anak2ku. Kalau harta benda, kedudukan, dan gengsi sudah merusak nilai2 keluarga kami, membuat kami memandang lebih rendah satu dengan yang lain, itu tidaklah benar. Anak2 selalu aku tekankan… jangan minder kalau ada temanmu yang kelihatan lebih wah dari kamu. Tapi juga, jangan pernah memandang temanmu lebih rendah dari kamu. Kamu dan dia adalah sama. Sama2 masih nodong orang tua. Sama2 belum bisa mandiri. Sama2 harus belajar dan sekolah.

Amanda di sekolah bermain dengan siapa saja, meskipun mamahnya kepala sekolah di sana. Aku memberinya jatah uang saku 50 ribu sebulan. Dia harus belajar me-manage uang sakunya. Ga ada cerita baru awal bulan sudah minta lagi. Habis ? Ya ga jajan sampai akhir bulan. Ada sisa ? Ditabung. Kami biasakan dia untuk mempunyai keinginan, seperti pengen tas sekolah baru. Saat tahun ajaran baru, dia pecah tabungannya. Duitnya ada berapa, buat beli barang yang dia inginkan. Kalau kurang, baru papahnya nombokin. Kalau sisa, sisanya ditabung. Barang yang dibeli haruslah barang yang berguna, baik jangka pendek maupun jangka panjang.

Adiknya (Kezia) adalah saudaranya. Amanda dan Kezia kami ajari untuk saling menyayangi. Amanda harus menjadi contoh yang baik bagi Kezia. Jauh2 hari sebelum Kezia lahir, kami telah memberitahukan kepada Amanda, hak dan kewajibannya sebagai seorang kakak. Dia berhak untuk menegur adiknya, jika adiknya melakukan kesalahan. Tapi dia berkewajiban untuk memberi contoh yang baik bagi adiknya. Kalau adiknya melakukan kesalahan, tapi ternyata karena hasil contekan dari kakaknya, keduanya musti menghadap hakim (papah dan mamahnya). Wakakakaa….

Kezia (hampir 2 tahun) sedang kami ajari hak dan kewajibannya sebagai seorang adik. Dia harus menghormati kakaknya. Dia harus sayang dan support kakaknya. Kalau diberitahu kakaknya, harus nurut. Keduanya engga boleh berkelahi, tidak boleh saling menyakiti dan melukai.

Bagaimana dengan papah mamahnya ? Well…. papah mamahnya Amanda dan Kezia memiliki kewajiban untuk meminta maaf secara terbuka kepada anak2nya jika melakukan kesalahan, tidak boleh berbohong kepada anak2nya, harus memberikan perlindungan dan teladan yang baik kepada anak2nya. Anak2 berhak untuk komplain jika dirasa papah mamahnya sudah menyimpang dari jalur. Wekekekekekee…. demokratis kan keluargaku ? Tapi ada aturan baku yang tidak boleh dibantah. Papah adalah kepala keluarga. Semua harus tunduk dengan aturan2 yang disahkan oleh papah. Wekekekeke…. Tapi papahnya anak2 berat tanggungjawabnya boooo….. wekekekekeke…..

Wah… kok malah ngelantur….hehehehe… kembali ke topic semula…. jangan menilai seseorang dari kulit luarnya. Kita tidak tahu siapa dia sebenarnya. Aku melatih diriku untukmenilai manusia secara utuh. Bukan dari apa merk mobilnya, bukan dari seperti apa rumahnya, bukan dari dekil atau wanginya, apalagi dari jumlah credit cardnya….wekekekekeke….. Ada banyak nilai2 luhur yang bisa ditemukan dalam diri seorang yang paling jahat sekalipun. Bagaimana dia tertawa, bagaimana dia menikmati lauk di hadapannya, bagaimana ekspresi kesalnya dia saat kecele… ada banyak hal yang luar biasa, yang tidak ternilai dengan materi. Cobalah explore lebih dalam…. dan kau akan menemukan banyak hal spektakuler… dalam diri seorang manusia…. There are God’s mercies around you !

Comments (2) »

Started by God’s mercy, ended by God’s will

Itu thema kotbah minggu ini… hidup kita dimulai oleh kasih karunia Tuhan, dijalani dan diakhiri dalam hidup yang sesuai dengan kehendak Tuhan.

Memang benar, siapapun kita, kalau melihat ke belakang, seringkali kita menyaksikan banyak hal yang baik, yang telah terjadi dalam hidup kita. Sebagian orang menamainya dengan “kebetulan”, sebagian lagi dengan “luck”, sebagian lagi dengan “bejo”, tapi apapun sebutannya, itu adalah kasih karunia Tuhan.

Setelah mendapat kasih karunia Tuhan, kita meresponnya dengan mempersembahkan seluruh hidup kita bagi Tuhan. Maka kita akan mendapati, bahwa hidup yang kita jalani, adalah hidup yang telah dirancang sesuai dengan kehendak Sang Pencipta.

Sore ini, aku nongkrong di main gate kampusku, di CYCU Taiwan. Hari minggu yang cerah begini, banyak orang yang menikmati suasana santai di taman kampusku yang luas dan rindang. Aku melihat banyak pemandangan yang menawan hati. Anak2 kecil berkejar2an… sementara yang lain mengayuh sepedanya kian ke mari. Aku melihat beberapa pasangan yang sudah tua, saling berpelukan mesra, seakan bisa terlihat cinta yang menyatukan mereka tidak lekang dimakan waktu. Sang kakek tidur2an di bangku, sementara sang nenek memeluk mesra suaminya sambil tersenyum.

Sepasang suami istri saling berpelukan mesra, sementara kedua anak mereka bermain2 di samping mereka. Tak lama kemudian, kedua anak laki2 dan perempuan mereka memeluk dan menciumi ayahnya, sampai ayahnya kegelian. Ayahnya balik menciumi anak2nya. Kemudian kedua anak tadi ganti menyerbu ibu mereka, memeluk dan menciumi ibu mereka. Si ayah ternyata sadar, kalau sedang kuperhatikan. Dia tersenyum dan mengangguk kepadaku… kubalas dengan anggukan dan senyuman… what a wonderful family….

Sebuah motor dengan sespan (kereta di samping) masuk melalui main gate. Si pengemudi adalah seorang bapak2, sementara di sampingnya seorang gadis kecil berumur sekitar 8 tahun berpegangan erat pada sespan. Setelah parkir, si bapak turun dari motornya dengan menggunakan kursi roda. Sementara si gadis kecil segera mendorong kursi roda itu untuk berjalan mengelilingi taman. Aku melihat betapa cerianya mereka berdua…. betapa mesranya… bapak yang berkursi roda dan gadis kecilnya… Mereka bercanda2… tampaknya si bapak sedang menggoda anaknya, dan si anak membalas godaan bapaknya dengan tawa yang lepas. Tak ada raut susah di wajah mereka, sekalipun sang bapak hanya duduk di kursi roda. Si gadis kecil dengan kaki2nya yang kecil bergerak lincah mendorong kursi roda itu, sementara tangan si bapak membantu untuk memutar rodanya. Sementara itu tawa dan canda tak pernah lepas dari mereka. Senyum dan tawa tak pernah lepas dari wajah mereka. Betapa indahnya….

Aku baru tersadar, betapa God’s will itu begitu baik… begitu perfect… Meskipun tampak secara lahiriah bahwa itu adalah keadaan yang memilukan (si bapak lumpuh), namun tidak nampak kesusahan di wajah mereka. Teringat aku akan lanjutan kotbah pagi tadi….

The will of God will never take you,
where the grace of God cannot keep you…
where the arm of God cannot support you…
where the riches of God cannot supply your needs…
where the power of God cannot endow you…

The will of God will never take you,
where the spirit of God cannot work through you…
where the wisdom of God cannot teach you…
where the army of God cannot protect you…
where the hands of God cannot mold you…

The will of God will never take you,
where the love of God cannot enfold you…
where the mercy of God cannot sustain you…
where the peace of God cannot calm your fears…
where the authority of God cannot overrule you…

The will of God will never take you,
where the comfort of God cannot dry your tears…
where the word of God cannot feed you…
where the miracles of God cannot be done for you…
where the omnipresence of God cannot find you…

Tanpa sadar, terlontar kata2 dari bibir mungilku…. “thank you Lord for the wonderful life of mine…”

No comment »