Archive for November, 2008

Nice weekend on the last week of november 08

Kamis malam

Kamis malam adalah presentasiku yang terakhir di lab meeting. Setelah hari minggunya aku beresin masalah conference. Disambung rabunya bagian terakhir dari project-ku beres. Kamisnya report terakhir. Duh… senangnya…..

Jumat malam

Jumat malam kami (mahasiswa internasional) mengadakan pertunjukan di kampus. Aku ikut nyanyi bersama kontingen Indonesia, sambil memperkenalkan budaya Indonesia di depan mahasiswa2 Taiwan. Boo…. please deh… jaga tuh kedamaian di Indo. Orang2 Taiwan ini suka banget dengan Bali dan pijat spa-nya. So, kalau Indo damai, ga pake demo2 segala, kan turis2 jadi nyaman maen ke Indo. Bener ga ?

Setelah pertunjukan, dilanjutkan dengan photo2 di depan pohon natal di taman kampus. Seru abiiis…. di tengah2 dinginnya udara…. menurut websitenya badan meteorologi Taiwan, suhu terendah hari itu 9 derajat celcius booo…. brrrr… tapi….. rameeee…..

Sabtu-nya….

Sabtu siang, aku, Janice, dan Osmand maen ke bazar yang diadakan pihak gereja. Waaah… rameeee…. aku borong boneka kecil2 dan imut2 buat anak2ku. Sebiji cuma kena 10 NT$ (sekitar 3800 rupiah) boooo….. bisa buat teman bobok Kezia….

Habis heboh di bazaar, dilanjutin shoping ke supermarket. Kebeneran bazaarnya diadakan di halaman parkir supermarket itu. Lanjut deh acara borong2nya. Kita borong2 sayur…. buat makan malam bersama…. menunya…… PECEL !! nyaaaam…. yang masak cowok2 dari Petra Univ. Yang lainnya nyumbang ayam, minuman, camilan, dsb. Sekalian menjamu kontingen bulutangkis yang baru pulang bertanding di Taipei. Walaupun ga menang, tapi yang penting … hepi rame2…..

Aku juga mulai menghibahkan barang2 yang akan kutinggal. Semoga berguna bagi pemakai berikutnya deh. Hahahaha…. niat banget nih mau pulang Indo-nya….

Minggu2 terakhir di Taiwan… rasanya aku enjoy banget. Hahahaha…. parah deh. Bukannya mustinya aku deg2an dan heboh sana sini nyiapin ujian akhir ? Tau nih… kok aku enjoy2 aje yah ? Hahahaha….. ga habis pikir juga, beberapa temen yg mau lulus malah tambah kemrungsung dan sensi banget menjelang ujian akhir. Aku kok malah rileks abis…. apa gue yang aneh yah ? hahahahaha….

Sing penting, persiapan ujian terus dilakukan… thesis report ditulis tiap hari…. jalani aja seperti air…. toh nyampe ke laut juga…. wekekekeke…. Thank God for this nice weekend !

No comment »

Saat ini, 2 tahun yang lalu…

Wekekekeke…. sambil nunggu meeting (gue harap, ini meeting yang terakhir buat gue), ngeblog dulu aaaah….

Sudah hampir genap 2 tahun gue berada di Taiwan, dalam rangka mengejar cita2 lama yang terpendam : sekolah di luar negeri. Ini mimpi besar gue sejak gue masih SD. Dan berkat kasih karunia Tuhan, gue boleh merasakan apa yang pernah gue cita2kan.

Semua bagian project untuk thesisku sudah beres. Semua permintaan prof sudah aku buat. 2 Minggu lagi waktunya final defense. Setelah itu… urus sana sini…. dan… bye2 Taiwan…. Jadilah si anak yang polos ini (huehehehehehe) menggenggam gelar master (of ceremony…wekekekekeke).

Terbayar sudah segala pengorbanan yang sudah diberikan. Bukan hanya gue aje, tapi juga semua anggota keluarga besar gue. Mulai dari duit, waktu, keberadaan gue di tengah mereka, semuanya… sudah dikorbankan. Tiba saatnya balik ke habitat asal.

Banyak suka duka yang gue alami selama 2 tahun ini. Bahkan kejadian memalukan pun sempat terjadi. Tapi semua itu segera menjadi masa lalu. Waktu menyapu bersih semuanya. Orang2 yang pernah gue kenal, akan segera menjadi bagian dari cerita manis perjalanan hidup gue. Setiap kejadian yang terjadi selama 2 tahun ini, segera menjadi cerita manis untuk dikenang. Mohon maaf bila gue ada salah. Semata-mata karena gue masih manusia biasa yang punya rasa dan karsa, bukan seorang malaikat. Pun sebaliknya, kalau ada yang pernah melukai gue, gue memberi maaf selebar2nya. Mari diingat apa yang manis dan baik, lupakan yang pahit dan buruk.

Back to habitat, itulah yang akan gue jalani selanjutnya. Ya bekerja, ya mencari nafkah, ya antar jemput anak, semuanya. Gue akan segera melakukan aktivitas2 yang selama ini gue tahan2 : duduk bersila di depan tv sambil menyikat habis nasi padang (peace man !)… mengantar jemput Amanda kecil ke sekolah… mandiin, makein baju, dan nyuapin si lucu Kezia… ngantar istri ke pasar belanja sayur mayur… nemenin papi ngobrol…. dsb….

Terima kasih buat semua support yang sudah teman2 berikan, baik doa maupun pertemanan yang indah. Semua itu akan selalu gue kenang. Juga ibu2 di gereja yang pernah jadi teman persekutuan, gue akan selalu ingat kalian.

Thank God buat penyertaan-Mu selama ini. Akhir dari penggalan perjalanan ini akan segera sampai. Puji syukur dan terima kasih gue panjatkan ke hadirat-Mu. Amiin…

No comment »

JCMIT Conference 2008

Hai2… dah lama ga nulis blog lagi. Soalnya lagi sibuk conference kemaren. Cieee…. Kebeneran paperku diterima di Joint Conference on Medical Informatics in Taiwan 2008 (JCMIT 2008) yang diselenggarakan di Yan Ming University, Taipei - Taiwan tanggal 23 November kemaren. Paperku berjudul “DICOM Waveform Generator”. Berikut ini photo2 pas aku presentasi dan mejeng di Yan Ming Univ.

No comment »

Melajang…

Chatting dengan teman di Indo, gue kaget setengah mati saat dia tiba2 bilang : “mungkin aku nggak akan nikah”… HAH ??

Melajang… sebuah pilihan yang sulit bagi sebagian orang. Bisa dibilang, setiap manusia tidak ingin sendirian dalam melewati sisa hidupnya. Paling tidak ada istri atau suami dan anak2 di sampingnya untuk melewati hari2 yang ada. Berikut ini sedikit pendapat saya tentang melajang. Kalau tidak berkenan, boleh kasih comment…

Esensi dari melajang

Esensi dari melajang menurut saya adalah : anda tidak siap berbagi (memberi dan menerima) segalanya dengan seseorang, dan orang tidak siap berbagi dengan anda. Menikah berarti membagi waktu kita, tubuh kita, emosi kita, pendapatan kita, hobi kita, cita2 kita, idealisme kita, visi kita, dan segalanya dengan orang lain. Menikah adalah kontrak seumur hidup.

Beberapa penyebab orang memilih/terpaksa menjadi lajang :

Terlalu idealis.  Tidak ada yang sempurna dalam dunia ini, termasuk anda. Jika anda memilih pasangan yang sudah mapan, terpandang, ganteng/cantik, pendek kata nomer satu, anda akan kesulitan untuk memperoleh pasangan hidup. Sementara waktu terus berlari.

Terlalu selfis. Seperti yang saya singgung di atas, menikah berarti membagi hidup anda dengan seseorang. Jika anda tidak terbiasa berbagi dan tidak bisa berkompromi, anda akan susah mendapatkan pasangan.

Terlalu kaku. Hidup ini tidak mudah untuk dijalani. Banyak pasang surut yang terjadi. Anda harus fleksibel dan memberi ruang untuk kompromi. Jika memiliki pasangan, anda harus memberi tempat untuk mengalah dan membiarkan ide/jalan pasangan anda yang dipakai.

Terlalu kuatir. Menikah emang butuh persiapan, baik mental maupun modal (uang). Tapi jika anda menunggu cukup (punya rumah dulu, punya mobil dulu, punya deposito dulu, punya perusahaan dulu, punya kolam renang pribadi dulu, punya gelar s3 dulu, dsb) maka yang terjadi adalah anda tidak akan menikah. Karena “cukup” itu sangat relatif dan terus bergerak. Zaman dulu menikah dengan biaya 10 juta sudah cukup. Zaman sekarang butuh 50 juta baru bisa dibilang cukup. 10 tahun lagi ? Mungkin 300 juta baru dibilang cukup. Selama kebutuhan basic sudah tersedia, kenapa tidak melangkah saja ? Rezeki akan datang seiring waktu kok.

Terlalu takut disakiti. Juga ada yang takut disakiti jika nantinya menikah. Mungkin orang tuanya bercerai atau pernikahan orang tuanya tidak sehat, sehingga dia takut untuk mengalami hal yang sama.

Terlalu rohani. Ada teman yang hanya mau menikah dengan lawan jenis yang “pangkat rohani”nya sudah tinggi. Ingat, proses pengenalan akan Sang Pencipta adalah proses seumur hidup. Anda tidak akan bertemu dengan orang yang sudah “suci”.

Masih banyak lagi faktor2 penyebab orang tidak menikah. Saya tidak ingin membahasnya satu per satu di sini.

Plus minus melajang

Dari sisi kesehatan, tidak menikah (baca : tidak melakukan hubungan sex) sangat merugikan dari sisi kesehatan. Penelitian menunjukkan bahwa dalam melakukan hubungan sex, hormon2 tubuh kita diregenerasi. Sel2 tubuh kita diregenerasi. Salah satu riset mengatakan, sekali berhubungan sex sama dengan berolah raga selama 1 hari penuh. Dalam berhubungan sex, tubuh mengeluarkan hormon yang bernama endorfin. Hormon ini akan memicu pembentukan hormon2 lain yang berfungsi untuk “merefresh” fungsi2 organ tubuh yang lain.

Banyak ditemukan penyakit2 kronis yang menyerang orang2 yang tidak menikah (baca : jarang berhubungan sex). resiko terkena penyakit lainpun lebih besar dari pada orang2 yang menikah. Misalnya resiko kanker prostat, kanker rahim, dsb. Dari kulit pun bisa dibedakan. Orang yang menikah (baca : rutin berhubungan sex) memiliki kulit yang relatif lebih halus dan segar dibanding dengan orang yang melajang (baca : jarang berhubungan sex). Ini dikarenakan sel2 yang ada tidak diperbaharui.

Dari sisi psikologis, orang yang menikah mendapatkan stimulus psikologis yang lebih baik (dengan catatan pernikahannya sehat). Semua orang tahu, bahwa manusia yang bijaksana adalah manusia yang selalu membawa “cermin”. Dengan cermin itu dia bisa menilai, apa yang dia lakukan itu benar atau salah. Dengan menikah, anda memiliki “cermin hidup” yang akan menemani anda seumur hidup anda. Pasangan anda akan menjadi partner dalam segala hal. Anda jengkel, ada pasangan yang jadi “tempat sampah”. Anda sedih, ada pasangan yang siap menjadi penopang hidup anda. Dengan demikian, emosi anda bisa stabil. Saat marah, bisa dikeluarkan, saat takut, bisa diredakan. Bebanpun bisa dibagi berdua, meskipun beban itu kadang meningkat dua kali lipat. Emosi/jiwa yang sehat akan berpengaruh pada tubuh anda. Tubuh anda akan menjadi sehat pula. Itulah sebabnya orang yang menikah relatif lebih tahan penyakit dibanding dengan yang melajang.

Pengaruh orang lajang dalam kehidupan

Orang yang melajang memiliki banyak waktu untuk mengembangkan dirinya sendiri. Karena itu, banyak orang yang melajang sukses menjadi pemimpin, baik di gereja, di perusahaan, di kantor, di kampus, di sekolah, maupun di tingkat masyarakat. Karena mereka biasa mem-push diri mereka sampai ke batas limit yang ada tanpa direpotkan oleh siapapun.

Orang yang melajang adalah “robot” yang terbaik bagi perusahaan. Karena dia terbiasa dan bisa di-push sampai ke batas limit yang ada. Namun sebaliknya, pimpinan yang lajang adalah “horor” bagi bawahan atau rekan kerja yang berkeluarga. Pemimpin yang melajang akan kesulitan untuk mengerti, bahwa anda harus segera pulang untuk memasak, untuk menemani anak anda belajar, dsb. Bagi mereka itu tidak masuk akal (karena mereka tidak mengalaminya bukan ?).

Footnote

Melajang atau menikah adalah pilihan. Namun secara nature, manusia adalah makhluk sosial. Dia butuh teman untuk menjalani hidup ini. Untuk menjalani hidup ini sendirian, manusia itu harus bermetamorfosis menjadi keras dan kaku untuk bisa survive sendirian. Dan itu bukanlah tujuan manusia diciptakan…

No comment »

Photography… hoby lama yang digali kembali

Wekekekeke….. sejak dulu aku hoby lihat2 photo, baik di majalah2 maupun di internet. Tapi baru sekarang bisa mulai digeluti. Soalnya, dulu ga bisa beli camera sih. Hehehehe…. Sejak nikah, sanggupnya beli cuma camera yang pake film, yang buatan mana gitu… merknya aja nyaris tak terdengar : “Skina”. Hahahahaha…. kalau yang lain pake Fuji, Canon, dsb… aku pake Skina. Masih pake film. Harganya pun cuma 60 ribu perak. Bisa kebayangkan hasil jepretannya ? hahahaha…. melas….

Sejak di Taiwan, duit hasil kerja ama prof Chung, aku pake buat beli camera digital. Kali ini merk-nya agak terdengar : Kodak. FYI, Kodak adalah penemu kamera digital pertama di dunia. Sementara itu, penemu kamera konvensional pertama adalah Minolta (CMIIW = correct me if i’m wrong). Sebagai penemu kamera digital pertama di dunia, produk2 Kodak malah kalah bersaing dengan merk2 seperti Nikon, Canon, Sony, Olympus, dsb. Sedangkan Minolta (dan Konica) dibeli Sony. FYI, sensor CCD Nikon merupakan produksi Sony, pengembangan dari teknologinya Minolta.

Minggu kemaren, aku kena racun si Dani. Dia meminjamkan Nikon D40x nya selama beberapa hari. Wah…. hobi lama dibuka kembali nih. Maklum, ga pernah kebayang rasanya megang DSLR. Akhirnya jadilah aku hunting2 photo. Karena baru pertama kali megang DSLR, hasilnya cupu (culun punya). Hahahaha… Silakan menikmati….

Sekarang lagi suka masuk ke forumnya Sony Alpha series. Wekekekekeke… racun yang mahal niiih….

No comment »

Ber-rumah-tangga itu engga gampang…

Ada seseorang yang bercerita, kalau dia mengalami masalah yang besar dalam rumah tangganya. Si suami dirasakan terlalu membela dan memprioritaskan keluarga si suami dibanding dirinya dan keluarganya. Akibatnya, mereka sering ribut.

Ada juga pernikahan lain yang saat dimulai, masing2 keluarga besan sudah mulai menghitung, apakah keluarga besan ini memberatkan secara finasial atau malah menguntungkan dan bisa mengangkat derajat. Busyet. Tapi ini kenyataan yang ada.

Banyak orang menikah untuk menyelamatkan harta keluarga, untuk meningkatkan martabat keluarga (dengan menikahi anggota keluarga yang posisinya lebih tinggi di masyarakat), untuk meningkatkan taraf hidup (dengan menikahi keluarga kaya), dan sebagainya.

Bagaimana dengan cinta ? Ternyata cinta sepasang kekasih tidak cukup untuk menjadi dasar sebuah pernikahan. Kepentingan keluarga lebih mendominasi.

Tujuan ber-rumah-tangga

Aku pribadi memiliki pandangan, bahwa saat aku dan istriku menikah, itu adalah saat yang paling indah yang paling aku syukuri. Bagaimana tidak ? Dengan menikah, berarti ada sebuah keluarga yang siap menerima segala kelemahan keluargaku, dan sebaliknya, ada sebuah keluarga yang mempercayakan segala kelemahannya kepada keluargaku. Jadi kalau orang menikah, kemudian saling mencari2 kelemahan dari keluarga pasangannya, sudah pasti akan mudah menemukannya. Segudang malahan. Lha wong kelemahan digabung dengan kelemahan kok. Tapi juga sebaliknya, masing2 keluarga membawa kelebihan masing2, sehingga kalau yang dicari adalah kelebihannya, maka akan ditemukan dua gudang malahan. Hahahahaha….

Seringkali pasangan kekasih cuma membatasi cara pandang, bahwa aku cinta dia, dia cinta aku, kedua keluarga merestui, menikahlah kita. Tapi hanya sedikit pasangan yang menaruh perhatian khusus, bahwasanya sebuah pernikahan itu bukan hanya antar pasangan kekasih saja, tapi juga “pernikahan” hati setiap anggota keluarga yang ada. Antara adik ipar dengan ayah kita, antara mertua kita dengan istri dari adik kita, antara istri kita dengan suami kakak ipar kita, dan sebagainya.

Seringkali masalah rumah tangga muncul bukan dari pasangan suami istri, tetapi dari keluarganya. Bagi pasangan yang tidak menyadari, bahwa keluarga besar harus ikut “menikah” hatinya, pastinya akan segera guncang. Kestabilan pernikahan bukan hanya tergantung dari keluarga inti saja, tapi juga keluarga besar.

Ada pasangan2 yang cukup beruntung, bahwa begitu menikah, orang tuanya sudah menyediakan rumah, sehingga pasangan tersebut bisa mandiri dan mengurus rumah tangganya sendiri. Apa yang terjadi dalam keluarga besar, sudah di luar urusan mereka. Tapi ada banyak pasangan yang tidak seberuntung itu. Untuk itulah, seni mengelola keluarga dibutuhkan.

Potensi terjadinya konflik sangat besar, karena masing2 individu merupakan pribadi yang unik dan punya karakter yang berbeda. Namun itulah yang namanya KELUARGA. Berbeda karakter, tapi satu entitas. Tidak bisa seorang anak berperilaku atas namanya sendiri. Kalau dia kena masalah, pastilah keluarganya ikut terseret pula. Itu yang sering dilupakan oleh pasangan2, bahkan pasangan Kristen sekalipun.

Kasih adalah dasar rumah tangga

Ketika ditanya istriku, mengapa aku memilih dia sebagai istrinya, aku menjawab : apa yang ada dalam hidupku, adalah anugerah Tuhan semata. Aku mendapatkan semuanya dengan cuma2. Aku mencari kasih untuk membangun keluarga. Dan aku melihat ada kasih dalam dirimu dan keluargamu. Itulah dasar aku mengejarmu dan meminta Tuhan agar kamu diberikan menjadi istriku. Cieeee…… cewek mana yang engga klepek-klepek coba ?? hahahahaha…. Tapi ini serius. Apa yang kamu cari dalam ber-rumah-tangga ? Harta yang lebih banyak ? Posisi di masyarakat yang lebih terpandang ? Kemudahan2 hidup yang selama ini belum pernah kamu temui ? Semuanya itu engga ada artinya sobat !

Ber-rumah-tangga itu engga mudah. Itu benar adanya. Ber-rumah-tangga itu ada pasang surutnya. Ada suka, ada duka. Ada kelimpahan, ada kekurangan. Begitu kompleks. Orang yang belum ber-rumah-tangga, tidak akan pernah bisa mengerti bagaimana rasanya ber-rumah-tangga. Itu benar2 pengalaman baru, yang tidak pernah bisa dipelajari, walaupun lewat buku sekalipun. Makanya, kalau ada masalah dalam rumah tangga, tidak akan nyambung kalau kita sharing dengan orang yang belum pernah ber-rumah-tangga.

Dalam ber-rumah-tangga, yang dibutuhkan adalah KOMITMEN. Bagaimana tidak ? Semakin lama kamu berkeluarga, semakin tahulah kamu kelemahan pasanganmu dan keluarganya. Apa engga semakin eneg tuh ? Kalau kamu cuma mencari yang ideal saja dalam ber-rumah-tangga, maka kamu akan kawin cerai melulu. Tapi kalau kamu sudah berkomitmen, sampai matipun kamu akan bertahan. Itulah sebabnya, dalam pemberkatan nikah, pasangan mempelai mengucapkan janji pernikahan yang sama : Aku akan mengasihinya, baik dalam suka maupun duka, saat kekurangan maupun kelimpahan, saat sehat maupun sakit, sampai maut memisahkan kita.

Tidak ada tho, yang janji pernikahannya begini : Aku akan mengasihinya, baik dalam suka maupun duka, saat kekurangan maupun kelimpahan, saat sehat maupun sakit, sampai GENDUT memisahkan kita. Atau sampai HUTANG memisahkan kita. Atau sampai KLOMPROT memisahkan kita. Atau sampai BMW memisahkan kita. Atau sampai LINDSAY LOHAN memisahkan kita. Atau sampai LEONARDO DiCaprio memisahkan kita. Ga ada tho ????

No comment »

Election in the church

Hari ini di gereja Chung Li diadakan pemilihan tua-tua gereja yang baru. Mereka akan bertugas menjadi tua-tua (majelis) gereja selama setahun ke depan. Peristiwa ini cukup unik dan belum pernah saya saksikan sebelumnya.

Di gereja saya di Semarang, pemilihan tua-tua diadakan tertutup, dan jemaat tidak tahu serta tidak bisa memilih tua-tua yang akan menjabat. Namun demikian, pihak gereja mengumumkan calon2 tua-tua yang akan menjabat dan nama + photo mereka ditampilkan di warta gereja selama 4 minggu berturut-turut. Jika ada keberatan dari jemaat, jemaat bisa mengirimkan keberatannya, dan pencalonan tua-tua yang bersangkutan akan dipertimbangkan kembali.

Sementara itu, gereja di Taiwan di mana saya aktif sebelum pindah ke gereja Chung Li ini beda lagi. Di tahun pertama saya hadir, mereka hanya memiliki seorang pendeta, tanpa adanya majelis gereja. Beberapa bulan kemudian, tiba2 di salah satu kebaktian, sang pendeta mengumumkan di mimbar, bahwa Mr. X diangkat menjadi majelis satu2nya di gereja tersebut. Hmm…. organisasi yang cukup aneh buat saya…

Demokratis

Kembali ke gereja Chung Li, sejak sebulan yang lalu telah diumumkan bahwa pemilihan tua-tua yang baru akan diadakan tanggal 9 November 2008. Ada 10 calon yang sudah dipublikasikan di warta gereja beserta dengan biografi, keluarga, serta visi dan misinya. Jemaat memiliki waktu untuk menilai dan berdoa sebelum memilih. Selain mempublikasikan biografi calon tua-tua yang akan dipilih, dibagikan juga buku pertanggungjawaban pendeta beserta tua-tua dalam kepengurusan tahun sebelumnya.

Hari ini adalah hari H. Kebaktian diawali seperti biasa dengan pujian dan firman Tuhan. Kemudian anak2 remaja sekitar 30 orang mempersembahkan pujian. Kemudian disusul dengan pertanggungjawaban pendeta selama setahun ini. Bagus yah sistemnya ? Jadi pendeta di sini bukanlah penguasa gereja itu, tapi hamba yang jelas pertanggungjawabannya terhadap jemaat.

Kemudian tiap2 calon tua-tua memperkenalkan diri di mimbar dan menyampaikan visi dan misinya. Setelah semua calon selesai berbicara, jemaat mendapatkan 1 lembar kertas pemilihan yang berisi 10 nama calon tua-tua yang ada. Jemaat hanya memilih 7 dari 10 calon yang ikut dalam pemilihan. Setelah selesai, jumlah suara dihitung, dan ditetapkanlah 7 tua-tua (majelis) jemaat yang terpilih dan akan bertugas untuk 1 tahun ke depan.

Gereja harus memiliki organisasi yang baik

Hmm…. ini menarik sekali. Saya rasa ini contoh organisasi gereja yang baik. Pertanggungjawaban pendeta jelas dan terbuka, pemilihan tua-tua dilakukan secara fair dan terbuka, dan jemaat terlibat aktif di dalamnya.

Ada banyak sistem organisasi gereja yang kurang baik. Pendeta tidak dituntut memberi pertangungjawaban kepada jemaat, tua-tua dipilih dan diangkat atas dasar kedekatan dengan sang pendeta, dan sebagainya. Akibatnya, arah gereja dan kebijakan pimpinan tidak ada yang mengontrol. Pemimpin gereja menjadi diktator yang menjalankan organisasi gereja sesuai dengan “mood”nya sendiri. Tidak ada yang berani menegur dan memberikan koreksi. Yang dianggap tidak sevisi, bisa dengan mudah “ditendang”. Dan ini sangat tidak baik bagi gereja itu sendiri. Terlebih lagi bagi perkembangan rohani jemaat.

Dalam kitab Yeremia dikatakan bahwa Tuhan akan segera datang menghakimi dunia. Dan dengan jelas dikatakan di sana, bahwa penghakiman akan dimulai dari rumah Tuhan sendiri. Mulai dari gembala2 dan pemimpin2 gereja, dan berlanjut ke seluruh jemaat Tuhan. Gereja Chung Li menurut pandangan saya telah memberikan contoh yang baik dalam hal penerapan organisasi gereja yang rapih, terbuka, dan teratur. Semoga dapat menjadi contoh bagi gereja2 yang lain. Amiiin….

No comment »

Siapa bilang pendidikan di Indonesia memble ??

Orang sering berkata : Indonesia pendidikannya payah, kalah ama pendidikan di luar negeri… waiiiit…. Fakta2 berikut ini mungkin bisa jadi bahan pertimbangan kita….

Profesor termuda di AS berasal dari Indonesia

Profesor Nelson Tansu, profesor termuda dalam sejarah Amerika, adalah orang Medan. Beliau adalah alumni SMU Sutomo 1 Medan. Saat ini beliau mengajar di Lehigh University, Pennsylvania - USA di bidang electrical engineering. Beliau mengajar S2, S3, dan post doctoral. Beliau mendapat gelar profesornya di usia 25 tahun. Nah looo…. kira2, kebanyakan orang Indo, pas usianya 25 tahun, posisinya apa ya ? Biasanya sih lagi jadi eksekutif muda yang baru aja ngredit mobil baru. wekekekeke…

Gelar profesor termuda di dunia saat ini digenggam oleh ALia Sabur, seorang gadis asal kelahiran Amerika. Namun ALia tidak mengajar di Amerika, melainkan di Korea Selatan, tepatnya di Konkuk University, Seoul - South Korea. Beliau mengajar di bidang Materials Science and Engineering. Woooow…. Beliau mendapatkan gelar profesornya pada usia 18 tahun 362 hari, mengalahkan Isaac Newton yang menggenggam rekor sebagai profesor termuda di dunia selama puluhan tahun.

Presiden Amerika pernah sekolah di Indonesia

Presiden Amerika Serikat yang baru saja terpilih, Barrack Obama, adalah anak tiri dari orang Indonesia, Lolo Soetoro. Obama kecil pernah bersekolah di SD Santo Fransiskus Asisi, Menteng - Jakarta dan SDN 01 Menteng, Jakarta selama 3 tahun. Dan ternyata, ibu Obama pernah tinggal di Candi Baru, Semarang selama beberapa tahun. Wuiih… deket rumahku tuh. Ikut bangga nih, bekas tetangga kami anaknya jadi presiden Amerika oeeeiii…. wekekkekekee….

Juara dunia olimpiade fisika adalah siswa Indonesia

Saya rasa hampir semua orang tahu, bahwa absolute winner (juara terbaik) olimpiade fisika dunia adalah siswa siswi dari Indonesia di bawah supervisi dari Prof Yohanes Surya. Bahkan siswa siswi Indonesia juga mencatatkan hasil yang spektakuler di olimpiade kimia dan matematika dunia.

Prof Yohanes Surya adalah guru besar fisika dari UKSW Salatiga (tempat saya mengajar sekarang…. ikut bangga juga nih…ehem…ehem…) dan pernah menjadi Dekan Fakultas Sains dan Matematika, Universitas Pelita Harapan - Jakarta. Kini beliau menjabat sebagai Rektor Universitas Multimedia Nusantara, Jakarta.

It’s all about who is the man behind the wheel

Jadi, semua di dunia ini tergantung dari siapa dan bagaimana orang itu bekerja atau menggunakan sesuatu. Di dunia balapan, ada pepatah “it’s all depend on who is the man behind the wheel”. Artinya, mobil kayak apapun, tergantung orang yang nyupir. Dalam dunia photography yang terkenal dengan mahalnya harga alat2nya, terkenal istilah “camera is only tools… it’s all depend on the man behind the view finder”. Artinya, kamera itu cuma alat saja, semuanya tergantung dari orang yang make.

So, dunia pendidikan, khususnya di Indonesia juga demikian. Semuanya tergantung dari orangnya sendiri, guru dan muridnya sendiri. Mau jadi pecundang dan tukang bolos ? Bisa ! Mau jadi presiden dan orang penting di dunia ? Juga bisa !! Sejarah telah mencatat, perjalanan siswa siswi Indonesia yang sukses di dunia internasional. It’s all about who is the man behind the wheel. Bagaimana dengan kita ?

Sumber :
http://www.wikimu.com/news/displaynews.aspx?id=4672
http://www.opto.lipi.go.id/utama.cgi?cetakartikel&1078664620
http://nenyok.wordpress.com/2008/04/27/alia-sabur-profesor-termuda-di-dunia/
http://www.yauhui.net/masa-kecil-obama-sempat-tumbuh-besar-di-indonesia/
http://id.wikipedia.org/wiki/Yohanes_Surya

No comment »

The real story of “Bersyukur selalu”…

Aku punya seorang kakak perempuan satu2nya, dia sudah menikah dan punya 2 anak cowok. Kami memang dari keluarga yang kurang begitu mampu, jadi cicikku itu cuma bisa sekolah sampai SMU saja. Itupun dengan tertatih-tatih, alias sering nunggak uang sekolah. Kalau aku bisa sampai S2 seperti sekarang, itu semua karena anugerah Tuhan semata-mata. Back to the real story of my family….

Suami cicikku ini sarjana ekonomi, lulusan universitas terkenal, tempat aku mengajar sekarang. Setelah lulus, dia bekerja sebagai sales di Astra International. Mentereng kan ? Tapi karena krisis ekonomi tahun 97, penjualannya mulai menurun, dan akhirnya dikeluarkan karena tidak memenuhi target. Oh ya, kakak iparku ini seorang majelis di gerejanya lho. Dari keluarga yang aktif pelayanan di gereja juga.

Krisis ekonomi memporakporandakan ekonomi keluarga cicikku. Dulu anaknya yang gede (Yesaya) sekolah bareng Amanda (anakku) di sekolah yang terkenal di Semarang. Tapi pas masuk SD, terpaksa dipindah ke sekolah yang agak ringan biayanya. Setiap hari, keponakanku ini ke sekolah sambil membawa kue bolu kukus bikinan cicikku untuk dititipkan di kantin sekolahnya, sekedar untuk menambah uang jajan. Itu terjadi pas dia masih kelas 1 SD.

Cicikku sendiri engga kalah berjuang. Dia bekerja ambil 2 shift di sebuah rumah makan sebagai kasir. Shift pagi dari jam 9 - 4, pulang sebentar ke rumah, lanjut lagi shift malam dari jam 5 - 23. Itu dia lakukan setiap hari agar dapur mereka tetap berasap. Anak2 diasuh oleh mamiku (mamiku sendiri bekerja di gereja selama setengah hari), dan bermain bersama anak2ku. Kebetulan rumah kami satu area.

Upside-down life

setelah keluar dari Astra, kakak iparku mencoba bekerja di sana sini, tapi kurang berhasil. Sampai suatu ketika, dia terkena masalah dan tertimbun hutang yang cukup banyak, sampai harus berurusan dengan polisi. Kakak iparku sempat ditahan beberapa hari di Polres Jepara. Puji Tuhan, dia bisa dikeluarkan setelah dilakukan kesepakatan secara kekeluargaan dengan pihak2 terkait.

Sejak itu, kakak iparku menganggur. Dia mencoba mencari kerja di sana sini, tapi belum berhasil. Itu terjadi akhir tahun lalu. Selama itu pula, bukan hanya masalah keuangan saja yang mendera keluarga cicikku, tapi juga masalah kerohanian dan kejiwaan. Karena malu, kakak iparku dan keluarganya keluar dari gereja, dan tidak ke gereja lagi. Langkah yang keliru ? Iya juga sih… tapi emang berat bagi mereka untuk melewatinya. So, ga ada gunanya mencela langkah mereka. Selain itu, karena tidak memiliki penghasilan, masalah rumah tangga lainnya mulai muncul. Cicikku kerja keras, sementara suaminya engga bekerja, kebutuhan keluarga dan anak2 mulai engga tercover, saling menyalahkan, dsb. Keluarganya mulai oleng. Anak2 engga mendapat perhatian yang cukup, engga mendapat figur ayah dan ibu yang baik. Halo…. ini realita kehidupan yang dialami seorang anak Tuhan lho….

Reaksiku dan keluargaku

Aku dan istriku, kami juga engga diam menghadapi itu semua. Tapi apa daya kami, kemampuan kami untuk mensupport mereka juga terbatas. Anakku sekolah di sekolah terkenal karena gratis, mamahnya kerja di sana. Kami juga engga berlebihan dalam keuangan. So, kami support semampunya, dengan menanggung biaya listrik mereka tiap bulannya.

Bagaimanapun juga, itu cicikku satu2nya. Hatiku begitu resah melihat kehidupan mereka. Ingin mengambilalih beban2 mereka, tapi aku engga mampu. Aku sendiri punya keluarga yang harus aku handle. Aku harus menjaga keharmonisan antar keluarga besarku supaya pihak istriku tidak merasa dirugikan karena aku terlibat terlalu dalam, khususnya dalam hal keuangan. Aku harus memastikan, bahwa keluargaku tidak ikut terseret dalam gelombang kehancuran itu.

Aku benar2 bingung, bimbang, perasaanku tidak pernah bisa “semeleh” kata orang jawa. Dan teman2 di Taiwan tahu, aku tidak pernah bisa tidur sebelum subuh datang. Dan itu berlangsung sejak tahun lalu. Aku ingin segera pulang ke Indo, untuk melakukan apa yang aku bisa lakukan. Paling tidak aku bisa memberikan kata2 semangat kepada mereka.

God is my hidding place

Beruntung, aku punya Tuhan Yesus. Dia Allah yang hidup. Aku setiap hari berdoa, kadang juga berpuasa, untuk pemulihan keluargaku. Kalau teman2 POKI ingat, apa yang jadi doaku selama setahun ini saat awal tahun baru kemaren, aku minta pemulihan bagi keluargaku. Hayoo…. ga ada yang peduli dengan semua pergumulanku tho ? wekekekeke….

Tapi Tuhan yang aku percayai adalah Allah yang setia. Dia punya rencana yang indah bagi anak2Nya, termasuk aku dan keluargaku. Setahun sudah aku berdiri di hadapanNya membawa semua anggota keluarga besarku, mohon belas kasihan dan pemulihanNya. No one care… but He DOES CARE of me. Dia membantu aku melewati setiap hari2ku di sini dengan sangat baik.

God is always in control

2 minggu yang lalu istriku sms, mengabarkan kalau kakak iparku mulai bekerja lagi. Mau tahu apa pekerjaannya ? Jual beli botol2 bekas ! Waduh… secara manusia, aku juga gengsi kalau punya kakak jadi pengumpul botol2 bekas. Halo… dari seorang sarjana ekonomi yang pernah kerja di Astra beberapa tahun, tiba2 menjadi pengumpul botol2 bekas… Tapi aku terus bersyukur pada Tuhan. Aku tahu benar, Allah sedang memproses keluarga cicikku. Alias doaku dijawabNya dengan caraNya sendiri. Aku percaya, caraNya jauh lebih sempurna dari yang aku pikirkan.

Kemaren, istri sms lagi, usaha jual beli botol bekasnya bangkrut… berhenti. Waa…. another bad news comes like a turbulence… Tapi Tuhan itu setia. Kakak iparku diterima bekerja di sebuah sekolah internasional di Semarang. Mau tahu apa posisinya ? Jadi supir ! Dari seorang eksekutif Astra, menjadi seorang supir. Oh my God !

Setia dalam perkara kecil

I still believe ! Itu sloganku dalam menghadapi segala masalah. Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberikan kekuatan kepadaku (Filipi 4 : 13).

Aku terus bersyukur untuk setiap perkara yang terjadi dalam keluargaku. Aku mengikuti terus setiap perkembangan yang terjadi, dan aku selalu bawa dalam doaku. Aku selalu confirmasi dengan Bapa di surga dalam doaku setiap hari atas semua perkembangan yang terjadi.

Hari ini mengirimkan sms kepada kakak iparku. “Selamat atas pekerjaan baru yang dikaruniakan Tuhan kepadamu mas. Apa yang dijumpai tangamu untuk dikerjakan, lakukanlah itu seperti engkau melakukannya untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. Tuhan memberkatimu”.

The real bersyukur selalu…

Tahun ini aku diajarkan oleh Tuhan, bagaimana mempraktekkan apa itu “bersyukur selalu”. Aku sering menyanyikannya. Tapi kali ini aku mempraktekkannya. Aku bangga, kakak iparku yang sarjana ekonomi menjadi seorang supir di sebuah sekolah di Semarang. Aku bersyukur, karena Tuhan memproses keluargaku sedemikian rupa. Kami dibawaNya melewati jalanan yang curam dan terjal, sungguh sebuah jalan yang tidak diharapkan oleh siapapun. Tapi di tempat itulah, kami diajarkan bagaimana bergantung sepenuhnya pada Tuhan. Kami diajarkan bagaimana menghargai hidup ini, menghargai setiap berkat yang Tuhan berikan pada kami. Dan di tempat seperti itulah, kami bisa dengan jelas merasakan, bahwa Allah menjagai kami, menuntun kami, menyediakan apa yang jadi kebutuhan kami.

Hidup di dalam Tuhan bukanlah seperti hidup dalam awan2 yang dilukiskan dengan begitu indah. Orang berkata : di dalam Tuhan kita akan hidup dari kemuliaan ke kemuliaan yang lain…. NO !! Itu terlalu ideal, jika diartikan secara harafiah. Hidup di dalam Tuhan adalah hidup yang mengalami Tuhan. Di dalam kondisi yang terburuk, di situlah kita bisa mengakui, bahwa Tuhan adalah penguasa hidup kita.

Bersyukur selalu bagi kasihMu di dalam hidupku….
Dan tak kan kuragu atas rencanaMu tuk masa depanku…
….. AMIEN….

Comments (4) »

Being humble before The Lord

Hari ini kotbahnya diambil dari Yakobus 4 : 1 - 17. Pendeta memaparkan, bahwa ada 3 jenis hubungan antara manusia dengan Tuhan yang dijalani oleh kebanyakan anak2 Tuhan hari2 ini.

Yang pertama, hubungan manusia dengan Tuhan yang bersifat : Ini aku Tuhan… apa yang bisa Kau lakukan untukku ? Banyak orang2 Kristen yang mendasari hubungannya dengan Tuhan dengan prinsip seperti itu. Aku menjadi Kristen, karena Tuhan melakukan banyak hal untuk aku. Ya memberi rezeki kepadaku, membantu aku saat aku butuh pertolongan, mengadakan mujizat dalam hidupku, menyelamatkan aku, mengasihi aku, dan sebagainya.

Yang kedua, hubungan manusia dengan Tuhan yang bersifat : equal alias sama. Aku lakukan bagianku, Tuhan lakukan bagianNya. Kedua pihak sama2 puas, sama2 capenya.

Yang ketiga, hubungan manusia dengan Tuhan yang bersifat : aku begitu mencintai diriku sendiri… dan aku bersyukur, ada Tuhan di dalamnya. Hidupku ini begitu indah… jadi lebih indah lagi karena ada Tuhan di dalamnya.

Well…. menurut bapak pendeta, sebenarnya ketiga hubungan di atas tidaklah yang Tuhan mau, karena yang menjadi center dalam ketiga hubungan di atas adalah si aku, bukan Tuhan. Namun dalam Yakobus 4 dikatakan, walaupun tidak ada manusia yang mampu memberikan hubungan yang baik dengan Tuhan, Tuhan malah memberikan karunia yang lebih banyak (ayat 4).

Bagaimana supaya kita bisa menerima kasih karunia Allah lebih lagi ? Yaitu dengan mendekatkan diri kepada Allah. Kuncinya adalah : merendahkan diri di hadapan Tuhan. Dengan merendahkan diri kepada Tuhan, iblis akan lari dari kita (ayat 7 : Karena itu tunduklah kepada Allah, dan lawanlah Iblis, maka ia akan lari dari padamu !). Kita perlu ingat, bahwa saat kita dekat dengan Allah, iblis akan lari dari kita. Tapi ingat, iblis akan kembali lagi. Tapi prinsip ini berlaku, setiap kali iblis kembali untuk menyerang kita, yaitu bahwa jika kita tunduk kepada Allah, maka iblis akan lari dari kita.

Who moved ?

Ada seorang cowok naksir seorang gadis manis. Mereka menjadi sepasang kekasih, yang begitu mesra. Kemana-mana selalu bergandengan tangan. Pokoknya mesra abis. Setiap kali naik mobil, layaknya orang yang kasmaran, si cowok nyetir, dan si cewek duduk sangat rapat dengan si cowok. Kadang sambil memeluknya. Hubungan mereka berlanjut ke pernikahan.

Setelah menikah, mulai ada perubahan yang terjadi. Saat mengendarai mobil, posisi si cewek engga serapat dulu… mulai renggang. Tahun demi tahun berlalu… sampai suatu saat ketika mengemudikan mobilnya, si suami berkata pada istrinya yang kini duduk sambil bersandar di pintu : “Hei… kenapa kita tidak seperti dulu lagi ? Dulu saat masih pacaran, kita duduk begitu rapat, begitu dekat. Kenapa sekarang tidak lagi ? Ayo, merapat ke sini…”.

Pertanyaannya : siapa yang menjauh ? Si cowok tetap pada posisi semula, yaitu memegang setir. Si cewek lah yang menjauh. Begitu pula dengan hubungan kita dengan pemegang setir kehidupan kita. Kita lah yang bergerak menjauh, sementara Tuhan tetap pada posisinya semula, yaitu memegang setir kendali hidup kita. Sementara kita mulai menyandarkan diri pada “pintu mobil” bukan kepada Tuhan.

Burn out the bridge behind us !

Di medan pertempuran, seorang jenderal menggunakan taktik yang berbeda dalam menerjunkan pasukannya ke medan pertempuran. Saat dia menyuruh pasukannya masuk ke medan pertempuran dan melewati sebuah jembatan utama untuk masuk ke medan pertempuran, si jenderal berpesan : “Setelah kalian melewati jembatan itu, hancurkanlah jembatan itu !”. Tujuannya adalah supaya para serdadu itu tidak bisa balik lagi. Akibatnya, serdadu2 itu mau engga mau harus fokus maju ke depan untuk memenangkan pertempuran.

Demikian juga kita. Untuk maju menundukkan diri kepada Allah, kita harus berjalan maju, kemudian menghancurkan “jembatan” yang ada, supaya kita tidak bisa kembali ke kebiasaan buruk yang lama, dan fokus untuk terus maju menjadi seperti yang Tuhan mau.

Being humble before the Lord… itu adalah kuncinya. Jabatan2 mentereng dalam kerohanian, sama sekali tidak ada artinya….

No comment »