Buble economy…. Dooor !!
Wah, krisis keuangan global kali ini benar2 mengerikan. Kabar terakhir yang gue denger dari temen di Amrik, beberapa toko di sana sudah tidak menerima pembayaran dengan credit card, tapi cuma mau terima cash. Sementara bursa efek di Jakarta ditutup sejak kamis kemarin karena IHSG yang drop. Bursa2 di seluruh dunia, mengalami hal yang sama. Bagaimana krisis ini bisa terjadi ?
Well, lepas dari proses terjadinya krisis keuangan global ini, gue lebih menyoroti tentang permainan matematika di ekonomi modern ini. Bayangkan aja, bisnis keuangan modern ini benar2 berbeda dari ekonomi klasik. Kalau di ekonomi klasik, produsen membuat barang, konsumen mengeluarkan uang untuk membelinya. Konsumen kehilangan uang, dan mendapatkan barang. Sementara produsen, kehilangan barang, tapi mendapatkan uang.
Bisnis keuangan modern tidaklah demikian. Produsen jasa keuangan (hampir tidak) mengeluarkan uang, tapi mendapatkan untung duit yang berlipat ganda. Lihat saja bisnis asuransi, anda hanya bermodalkan obrolan, jika dapat client, anda dapat duit/bonus yang gede. Atau bisnis perbankan lainnya seperti valas, anda beli valas (tapi hanya dalam bentuk data transaksi, sementara duit nyatanya engga anda bayarkan) dan segera jual lagi, dan anda dapat untung. Atau short selling, kegiatan yang sekarang diharamkan di bursa dunia. Dengan short selling, anda mengikrarkan diri membeli saham perusahaan X di harga sekian, sorenya anda jual di harga sekian, tanpa keluar modal duit sama sekali. Dan anda dapat untung dari selisihnya.
Sekarang, kalau anda untung tanpa mengeluarkan modal sedikitpun, lalu siapa yang rugi ? Mana ada bisnis untung semua ? Pasti ada pihak yang rugi kan ? Duitnya yang rugi masuk ke anda. Itulah yang disebut buble economy. Menggelembung dengan sangat cepat… dan…. doooorr !!! Meletus…..
Coba kita perhatikan, siapa korban paling parah dari krisis keuangan global ini ? Tak lain adalah perusahaan2 atau profesi2 yang terkait dengan bisnis keuangan modern yang modelnya buble economy kayak gini. Seperti bank, perusahaan investasi, broker2 saham, perusahaan asuransi, dan sejenisnya. Sedangkan perusahaan yang menganut paham ekonomi klasik, seperti pabrik sirup, pabrik kecap, peternak ikan, peternak ayam, dan sebagainya, malah survive. Memang mereka tidak meroket seperti perusahaan keuangan modern, pendapatan mereka memang berkutat pada uang kecil. Tapi mereka tahan krisis.
WaPres Jusuf Kalla ada benarnya. Pasar saham tutup, ga pa pa, asalkan pasar Tanah Abang dan Pasar Senen tidak tutup. Memang ekonomi klasik itulah yang tahan krisis. Orang selama ini mencibir usaha2 yang menghasilkan uang sedikit. Mereka berteriak2…. investasi… proteksi… bisnis yang menguntungkan… return di atas deposito… dan sebagainya. Sekarang ? Puuuffff….. hilang ditiup angin…..
Saya memang membeli beberapa produk asuransi. Tapi saya lebih memilih asuransi klasik. Seperti asuransi jiwa, saya memilih yang… asal saya mati, keluarga dapat santunan. Atau asuransi kesehatan… asal masuk rumah sakit, diganti seharinya sekian ratus ribu. Titik. Padahal banyak agen asuransi yang menawarkan produk2 unit link… proteksi sekaligus investasi. Saya engga tertarik. Saya lebih memilih proteksi murni, dan investasi murni yang terpisah. Kenapa agen2 asuransi menawarkan unit link, tapi kurang menawarkan asuransi konvensional ? Karena bonusnya lebih gede yang unit link. Hehehehe… dari mana duit untuk membayar bonus mereka ? Ya dari duit yang tiap bulan dibayarkan konsumen lah. Jadi cuma seperti permainan angka saja.
So, sikap yang paling baik dalam menjalani krisis seperti inia dalah : hemat. Ini penting sekali. Kemudian jauhi sifat konsumerisme (tapi kalau punya duit, trus pengen beli nasi padang, beli aja… wekekekekeke). Rasional (jangan mudah dikibuli oleh kemasan yang menarik, tapi valuenya sendiri ga ada). Jangan mudah tertarik dengan rayuan sales girl yang sexy (cowok2… bapak2… ingat… krisis.. krisis….). Beli barang sesuai dengan kebutuhan, bukan keinginan, apalagi keirian dan bisikan… wekekekekekeke….
Selamat mengarungi krisis…..
Aaron Wakling said,
October 12, 2008 @ 4:15 am
I found your blog on google and read a few of your other posts. I just added you to my Google News Reader. Keep up the good work. Look forward to reading more from you in the future.
Stacey Derbinshire said,
October 12, 2008 @ 4:30 am
I found your site on Google and read a few of your other entires. Nice Stuff. I’m looking forward to reading more from you.