Gereja : dari trend ke trend
Perkembangan gereja di Indonesia mengalami banyak pasang surut yang menarik untuk disimak. Berikut catatan saya tentang gereja di Indonesia, dan trend dari tahun ke tahun….
Di zaman perang kemerdekaan, gereja juga memberikan kontribusinya dalam kehidupan bermasyarakat. Gereja2 pada zaman ini telah berasimilasi dalam kehidupan rakyat sehari-hari, dan menjadi bagian dari perjalanan bangsa Indonesia sampai hari ini. Sebut saja Gereja Kristen Indonesia (GKI), Gereja Kristen Jawa (GKJ), Gereja Pasundan, Gereja Gereformerd, Gereja Isa Almasih (GIA), Gereja Pantekosta Di Indonesia (GPDI), maupun Huria Kristen Batak Protestan (HKBP). Gereja2 ini bernaung di dalam wadah Persekutuan Gereja2 di Indonesia (PGI). PGI adalah mitra pemerintah dalam mengatur kehidupan beragama, khususnya untuk pemeluk agama Kristen.
Trade mark dari gereja2 ini adalah konsistensi mereka yang menjaga pengajarannya dalam jalur moderat dan konservatif. Peran mereka dalam kehidupan berbangsa dan bernegara sangatlah luas. Gereja2 ini memiliki jaringan yang kuat dan luas di bidang pendidikan dan kesehatan. Sebut saja sekolah2 Kristen, universitas2 Kristen, rumah sakit Kristen, dan sebagainya. Pendek kata, mereka telah membaur dan memberikan warna yang harmonis dalam kehidupan bangsa Indonesia.
Awal tahun 90an, gereja disentak oleh suatu gerakan yang baru saat itu, yaitu gerakan praise and worship (pujian dan penyembahan). Hal ini ditandai dengan hadirnya Ir. Niko Notoraharjo yang muncul hampir bersamaan dengan euforia Benny Hin. Bahkan Ir Niko sempat mendapat julukan Benny Hin-nya Indonesia. Beliau memiliki ciri khas yaitu berkotbah melalui lagu2 yang dinyanyikannya. Selanjutnya Ir Niko mengembangkan gereja yang pada awalnya bernaung di bawah Gereja Bethel Indonesia (GBI) yang bernama GBI Bethany. Di era ini, muncul suatu gerakan yang disebut Joshua Generation. Joshua Generation menggambarkan gerakan umat nasrani yang bergerak masuk ke tanah perjanjian Kanaan. Karena itu, gerakan ini diwarnai oleh pujian2 yang memuat sorak sorai, pekik kemenangan, dan sebagainya. Seiring berjalannya waktu, gereja GBI Bethany melepaskan diri dari GBI, dan berubah menjadi Gereja Bethany. Gereja ini berkembang demikian pesat, dan salah satu trade mark-nya adalah stadion besar di Surabaya yang menjadi pusat Gereja Bethany di Indonesia.
Setelah era Ir Niko, muncul era Pdt Gilbert Lumoindong. Pdt Gilbert terkenal luas melalui GLMinistry, yaitu gerakan yang menggunakan televisi sebagai saluran kotbahnya. Saat itu, banyak pemirsa televisi yang sakit disembuhkan, hanya dengan menapakkan tangannya ke layar televisinya sambil mengikuti doa yang diajarkan Pdt Gilbert. Selanjutnya Pdt Gilbert bergabung dalam Gereja Tiberias Indonesia, sebelum akhirnya mengundurkan diri dan bergabung ke sinode gereja Bethel Indonesia (http://id.wikipedia.org/wiki/Gereja_Tiberias_Indonesia).
Selanjutnya, di Solo, Jawa Tengah, berkembang pesat sebuah gereja di bawah naungan Gereja Bethel Indonesia, yang bernama GBI Elshadai. Gereja ini dipimpin oleh Pdt Obaja. GBI Elshadai segera menjadi gereja terbesar di Solo, bahkan terkenal sampai ke luar negeri, termasuk Taiwan.
Kemudian, di Semarang, Jawa Tengah, muncul gereja yang juga langsung melejit yang bernama Jemaat Kristen Indonesia (JKI) Injil Kerajaan. Pada awal mulanya, gereja ini menempati sebuah diskotek di daerah Tanah Mas, Semarang. Gereja ini dipimpin oleh Pdt Petrus Agung. Trade mark gereja ini adalah 2 bangunan stadion yang disebut sebagai bahtera. Stadion ini dikabarkan lebih besar dari stadion milik Gereja Bethany di Surabaya.
Selanjutnya, dari Surabaya muncul gereja yang juga melejit pamornya, bernama Gereja Mawar Sharon (GMS) di bawah kepemimpinan Pdt Philip Mantofa. Gereja ini berkembang di mana2, hampir di seluruh kota besar di Indonesia. Trade mark gereja ini adalah acara Festival Kuasa Allah (FKA), yaitu acara penyembuhan ilahi yang digelar untuk umum setiap tahun. FKA diadakan di kota2 yang berbeda setiap tahunnya. Tahun 2007/2008 FKA bahkan diadakan di Taiwan.
Terakhir adalah gerakan gereja rumah/komunitas yang dimotori oleh Gereja Abba Love. Gereja ini menitikberatkan pada perkembangan rohani rumah tangga - rumah tangga yang ada.
Dari sekian banyak aliran dan trend gereja di Indonesia, pemerintah masih tetap menjadikan PGI sebagai mitranya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Pemerintah hanya mengakui gereja2 yang menjadi anggota PGI dan terdaftar di departemen agama RI.
Kelebihan dari gereja2 lama adalah bahwa mereka konsisten menjaga pengajarannya, menitikberatkan pada humanistik dan kehidupan sosial di masyarakat, well-organized, well-managed, konservatif, dan memiliki jaringan sampai ke grass root di pedalaman nusantara.
Kelebihan gereja2 baru adalah mereka menyala-nyala, bersemangat, memiliki terobosan2 baru, modern, menitikberatkan pada curahan kuasa Roh Kudus dan hubungan antara manusia dengan Allah, agresif, kreatif, berkembang pesat di kota2 besar, bahkan sampai ke luar negeri.
Lepas dari ciri khas masing2, kelebihan dan kekurangan masing2, gereja harus melaksanakan 3 hal utama dalam kekristenan, yaitu bersekutu dengan saudara seiman, berbagi kasih dengan sesama manusia, dan bersaksi tentang kasih Allah. CMIIW.
(CMIIW = correct me if i’m wrong).


