Ketika alam mengemukakan pendapatnya….
Membaca koran Kompas hari ini sungguh mengusik hati saya. Banyak berita yang terus saya ikuti, mulai dari berita2 politik, persiapan pemilu tahun 2009, berita2 tentang ramadhan, tentang financial, perkembangan politik di Thailand, dsb. Wah, manusia begitu sibuk ternyata. Masing2 mengejar apa yang menjadi cita2nya sendiri. Begitu hiruk pikuk dan ribet.
Iklan2 juga begitu gencarnya. Seakan tidak peduli dengan sekelilingnya, masing2 produsen terus menggeber penjualan barangnya. Mulai dari operator seluler yang mengiklankan bebas sms, bebas telp, tarif telp yang cuma Rp 0,000001 , dsb. Sementara kaum yang tersisih, juga sibuk dengan perjuangannya sendiri.
Bagaimana dengan alam ? Ternyata alam juga punya pendapatnya sendiri. Diwakili oleh nama2 yang keren seperti Isabel, Borris, Andrew, Katrina, sekarang Gustav, kemudian menyusul Hanna, dan teman2nya, mereka menyuarakan suaranya sendiri. Berbeda dengan kondisi di gedung parlemen, saat Borris dan teman2nya mengemukakan pendapatnya, tidak ada yang berani mencela, semua tertunduk, tidak ada yang berani membantah. Kontras sekali dengan kondisi sehari-hari ketika seorang tokoh politik mengeluarkan statement, segera disanggah oleh statement berikutnya.
Berikut ini catatan dari pendapat Andrew dan teman2nya (note : photo2 dr Google) :




