Archive for September, 2008

Susunan Kepengurusan Desa Indo di Chung Yuan Univ - Taiwan

Berikut ini susunan kepengurusan Desa Indo di Chung Yuan University - Taiwan.

Kepala Desa : Budhi Kristianto (Electronic Eng Dept)
Menteri Transmigrasi : Daniel Santoso (Electronic Eng Dept)
Menteri Olah Ra Ga Pa Pa : Haryanto Gunawan (Mechanical Eng Dept)
Gubernur Bank Sentral : Osmand Prayitno (Electronic Eng Dept)
Menteri Kesejahteraan Rakyat : Janice (Information Tech and Computer Science Eng Dept)
Duta Besar Negara Sahabat : Gede Agus Widyadana (Industrial Eng Dept)
Ketua PKK : Ivanna Timotius (Electronic Eng Dept)
Ketua RT : Edwin Sidoarjo (Mechanical Eng Dept)
Ketua Karang Taruna : Dani Saputra (Mechanical Eng Dept)
Warga Desa : Sthefanus Giovanni (Mechanical Eng Dept), Ricky Setiawan (Mechanical Eng Dept), Yugowati Praharsi (Electronic Eng Dept).

Balai Desa : Depan gedung Electronic Engineering.
Pos Kampling : Main Gate Chung Yuan Univ.
PosYanDu : Depan dorm cewek.

Tempat rendezvous : Bu Agung A, Bu Agung B, Pak Gendut, Nasi Sirem Kalimantan, Lu Wei Baru (dekat nasi sirem), Sia Er Dha, Nasi 55, Mie Mamah Daniel, Mie Jullee, dll.

Visi dan Misi : Memasyarakatkan semangat “GA PA PA” di kalangan pelajar Indonesia di Chung Yuan University - Taiwan.

Engga sevisi ?? GA PA PA !!!

No comment »

Selamat jalan, mbah Darmo…

Aku punya seorang nenek, tepatnya beliau adalah tantenya mamiku. Aku biasa memanggilnya dengan mbah Darmo. Rumahnya hanya berjarak 4 rumah dari rumahku. Suaminya pensiunan TNI, dan sudah lama meninggal dunia. Saat suaminya mbah Darmo meninggal, aku masih SD. Saat itu aku didatangi mbah Darmo kakung dalam mimpi, mengajak aku pergi jauh. Tapi dalam mimpi itu, aku menolaknya. Kemudian beliau pamitan kepadaku dalam mimpi itu.

Aku dan keluargaku memang cukup dekat dengan mbah Darmo dan suaminya. Mereka tidak punya anak. Mamiku disayangi mereka. Kami sering main ke rumah mereka. Dulu mereka memelihara kambing di rumah. Aku dan cicikku sering bermain dengan kambing2 mereka. Ada yang coklat, hitam, dan putih. Kalau beranak, kami langsung memberi nama ke anak2 kambing itu. Hahahaha… masa kecilku yang indah. Di rumah mbah Darmo juga ada pohon jambu air merah dan juga jambu biji. Jarang kan, di kota segede Semarang masih ada rumah yg ada pohon jambunya. Kalau lagi berbuah, mbah Darmo selalu panggil aku dan cicikku untuk panjat pohon jambu, dan memetik buahnya. Puas deh makan jambu. Hahahaha….

Sejak aku STM, mbah Darmo diajak mamiku ke gereja. Sejak itulah, mbah Darmo memeluk agama Kristen. Meskipun di KTP-nya tetap tertulis agamanya yang lama, namun beliau rajin ke gereja. Kesetiaannya teruji dari tahun ke tahun. Sampai akhirnya, karena usia yang sudah sepuh, beliau tidak bisa pergi ke mana-mana. Beliau bilang, meskipun beliau tidak bisa ke gereja lagi, tapi beliau tetap percaya pada Tuhan Yesus. Ketika sakit, mamiku lah yang merawat beliau, memandikan beliau saat waktunya mandi, menyuapi makan, dsb.

Ketika aku sudah dewasa dan bisa menghasilkan uang sendiri, aku sering memberi uang kepada mbah Darmo, sekedar untuk beli2 jajan. Pun ketika aku sudah menikah, istriku juga sering main ke rumah beliau bersama anak2ku.

Januari kemaren, ketika aku pulang Indo, aku menyempatkan diri main ke rumahnya bersama istri dan kedua anakku. Mbah Darmo sudah tidak bisa ke mana-mana, hanya terbaring di kasur saja. Beliau bilang kepadaku, kalau memang Tuhan mau panggil, dia sudah siap. Itu adalah pertemuanku terakhir dengannya.

Hari Jumat yang lalu, istriku mengirimkan sms yang memberitahukan bahwa mbah Darmo telah meninggal dunia. Selama di Taiwan, aku setiap hari berdoa untuknya, juga untuk sodara2 mamiku yang lain yang belum percaya Tuhan. Aku balas sms istriku, dan mengatakan bahwa itu adalah yang terbaik bagi beliau. Biarlah beliau berpulang dengan tenang.

Sabtu berlalu… Minggu berlalu… Senin pagi aku sendirian di kamar, di tengah taifun yang sedang melanda Taiwan, aku tertidur… Aku bermimpi, mbah Darmo datang kepadaku. Beliau kelihatan muda, wajahnya berseri-seri. Kulitnya engga keriput lagi. Tubuhnya kelihatan segar. Beliau pamitan kepadaku dan berkata : “Mbah pergi dulu, sudah dijemput Tuhan Yesus. Terima kasih sudah mendoakan mbah selama ini”. Aku hanya bisa menjawab, “Selamat jalan mbah… sampai bertemu lagi…” Beliau memelukku, kemudian pergi menjauh bersama seorang yang berbaju putih bersih, dengan wajah yang bersinar-sinar…

Selamat jalan Mbah Darmo… sampai bertemu lagi… akan tiba waktuku untuk pergi menyusul, kemana mbah pergi. Tuhan Yesus menjagaimu….

No comment »

Gini lho, cara maen badminton yang bener…

Waduh… sore tadi habis maen badminton ama anak2 Indo di Chung Yuan. Rencananya mau maen jam 2, tiba2 ama menteri olah raga (Mr. Haryanto) diundur jadi jam 5. Alhasil, lapangannya penuh sesak. Tapi kita tetep semangat, maen di sela2 lapangan yang ada 8 buah itu.

Trus si menteri olah raga ndaftarin nama buat tanding ama orang2 Taiwan yang lagi maen. Maen lah kita lawan orang2 Taiwan. Setelah beberapa group, yang kalah diganti pemain yang lain, tibalah giliran gue maen bareng pak menteri.

Merasa lawannya tangguh, gue grogi banget maennya. Hahahaha… Alhasil, kami dikalahkan oleh jagoan2 dari Taiwan. Pak Menteri Transmigrasi (Mr. Daniel) yang kebetulan berada di lapangan langsung memberikan ceramah, bagaimana cara bermain badminton yang benar. Berikut ini urut2an bermain badminton yang benar versi pak Menteri Transmigrasi :

Pertama, ini yang paling fundamental, yaitu penempatan bola. Bola (shuttle cock) harus ditempatkan di wilayah lawan, bukan di wilayah sendiri.

Kedua, tak kalah penting, ialah penentuan sasaran pukulan. Yang dipukul adalah bolanya (shuttle cock), bukan teman sendiri.

Ketiga, masalah netting. Bola (shuttle cock) harus dilewatkan di atas net, bukan di bawah net.

Ke empat, masalah lebar lapangan. Lapangannya itu lebarnya terbatas, bukan selebar lapangan bola. Jadi pemain harus memperhatikan lebar lapangan, jangan pukul bola sejauh2nya atau ke lapangan tetangga.

Demikianlah wejangan pak Menteri Transmigrasi kepada gue dan teman2. Busyet, itu wejangan apa sindiran tuh ? Hahahahahaha….. Hari ini gue sebagai KaDes pelajar Indo di Chung Yuan benar2 dipermalukan di pentas olah raga internasional. Tobat…. tobaaaat….

Comments (2) »

Ferrari : the red monster on the road

Sebagai penggemar mobil dan motor (cieeeee….. suiit….suiiit….), ga afdol rasanya kalau cuma bicara mobil2 nyaman macam Mercy or BMW. Kali ini gue bicara tentang Ferrari, mobil yang identik dengan warna merah, mobil yang juga identik dengan mobil yang susah dilihat karena begitu kita mengedipkan mata… blink… dia sudah ga kelihatan. Hahahaha…. bayangin aja, dari posisi diam alias 0 km/jam ke 100 km/jam cuma butuh waktu 3,xx detik. Nah lo….

Bicara soal Ferrari, gue langsung inget seorang temen cantik yang bernama Mirari…. Hai Mir…. hahahahaha…. Dulu pas SMP, kalau bicara soal Ferrari, pasti terus larinya ke Mirari. Soalnya sama2 punya daya tarik yang kuat. Hahahaha…. Apa kabar Mir ?

OK. Kembali ke Ferrari. Dari sekian banyak mobil Ferrari yang pernah dibuat, gue pertama kali tertarik dengan Ferrari karena mobil yang satu ini : Ferrari Testarossa. Woooow… di zaman itu, mobil ini paling cocok buat bandit untuk melarikan diri. Hahahaha…. Pamor mobil ini juga terkenal berkat sebuah film, apa judulnya, gue udah lupa. Udah lama banget soalnya. Lihat aja tampangnya, keren kan ? Ada 2 hal yang khas dari mobil ini. Yang pertama adalah sirip udara di samping pintu. Ini untuk lewat udara yang digunakan untuk mendinginkan rem belakang. Dan ciri khas yang kedua adalah peleknya yang legendaris. Khas Testarossa banget.

Seri mobil Ferrari lainnya yang gue suka adalah Ferrari F40. Seri ini cuma dibuat beberapa puluh unit di seluruh dunia (note : tiap seri Ferrari memang dibuat secara terbatas, jadi eksklusif sekali kalau bisa memiliki Ferrari). Ferrari F40 adalah karya terakhir Enzo Ferrari, si pembuat mobil Ferrari sebelum menutup mata untuk selamanya. Cirinya benar2 khas, streamline, dengan pelek khas Ferrari (sama kan dengan peleknya Testarossa ?), menyiratkan kalau mobil ini jagonya ngebut. Soal kenyamanan ? Wah, urutan sekian deh kayaknya. Mesinnya 2.9 liter V8. Cuma butuh 3,xx detik buat menghilang dari pandangan kita. Kayak sulap ya ? Hahahhaa…..

Setelah F40, ada seri2 berikutnya seperti F50, Spider, dsb. Tapi bulan Agustus yang lalu, Ferrari meluncurkan produknya yang terbaru, yaitu ferrari California. Gue percaya, produk baru ini tidak sedahsyat seri2 pendahulunya dalam soal kecepatan, jadi gue engga begitu tertarik. Lagi pula, seri ini juga engga memiliki hubungan dengan kondisi2 tertentu seperti F40 yang merupakan karya terakhir Enzo Ferrari atau Testarossa yang melegenda di zamannya. Namun bentuk dari Ferrari California benar2 terlalu menarik buat gue lewatkan. Begitu sexy ! Lihat aja lekukan2 bodynya… kayak bodynya …. sapa ya… hmm….. Scarlet Johansson ! Membuat mata setiap lelaki normal menatap lekat penuh gairah. Cieeeee…..

Masih banyak produk2 Ferrari lainnya. Tapi gue cuma suka dengan ketiga seri di atas. Ferrari ada juga yang berwarna hitam, silver, bahkan pink (hiiii… jijai…). Tapi tetap saja, warna merah merupakan khas Ferrari. Bahkan produk cat ada yang diberi nama : merah Ferrari. Mungkin Mirari mau naik Ferrari ? Hahahahaha….

No comment »

Sebuah tragedi kemanusiaan

Membaca berita di Detik.Com hari ini sangat menyesakkan dada saya. Seorang bapak yang tinggal di Bojonegoro, ditahan oleh polisi karena dituduh mencuri kayu jati. Rumah bapak ini memang di sebelah hutan jati. Rumahnya sangat sederhana, berdindingkan anyaman bambu. Karena kebutuhan hidup yang harus dipenuhi, maka bapak ini mencari kayu jati di dekat rumahnya. Beliau memang bukan pencuri kayu yang ulung, ataupun cukong pembalakan liar seperti di Kalimantan. Beliau adalah orang sederhana yang berusaha mencukupi kebutuhan hidup istri dan 2 anaknya di rumah. Karena bukan pencuri ulung, beliau dengan mudah ditangkap polisi hutan. Akhirnya bapak ini ditahan di Polres Bojonegoro selama 3 hari, kemudian dititipkan ke rutan Bojonegoro.

Ini adalah hari ke 3 beliau ditahan di rutan sebagai tahanan titipan. Seandainya beliau orang yang punya uang, pasti dia bisa mengajukan penangguhan penahanan. Hari yang cerah ini, istri anaknya perempuan yang berusia 6 tahun datang dari desa ke rutan karena si anak kangen bapaknya. Di depan pintu rutan, duduk 2 orang polisi bersenjata yang akan mengawal seorang tahanan ke tempat sidang di pengadilan negeri Bojonegoro. Entah apa yang terjadi, senjata si polisi terjatuh, dan menyalak… DOR !

Si ibu dan anak kecil ini hendak turun dari becak. Tiba2 si anak tersungkur jatuh. Si ibu hendak menolong, tapi dirasanya pinggangnya sakit sekali. Si ibu ikut tersungkur. Ternyata peluru yang muntah dari senjata polisi tersebut menghantam 3 orang : seorang napi yang dikaryakan sebagai tukang parkir, menembus dada si gadis mungil yang sudah tidak sabar memeluk bapaknya, dan akhirnya peluru itu bersarang di pinggul si ibu.

Hari yang indah dan ceria bagi si gadis kecil yang rindu ketemu bapaknya, berakhir sudah. Si gadis kecil sudah kembali ke pelukan Bapak di sorga. Si gadis kecil beserta ibu dan korban lainnya segera dibawa ke rumah sakit. Si bapak yang menunggu dengan berdebar2 untuk bertemu dengan putrinya, tidak tahu bahwa putrinya sudah pergi untuk selama-lamanya.

Kepala desa datang ke kamar mayat untuk mengambil jenazah si gadis kecil. Si bapak akhirnya dijemput polisi, diberi penangguhan tahanan sampai batas waktu yg tidak ditentukan, dan diantar pulang ke rumah untuk menghadiri pemakaman gadis kecilnya. Sementara si gadis kecil disemayamkan untuk dimakamkan, si ibu sedang menjalani operasi pengambilan peluru. Saat tersadar dari bius, si anak sudah masuk ke liang lahat.

Simpati dari seluruh tetangga bisa menjadi cermin, betapa bapak ini sebenarnya bukanlah orang jahat. Beliau mencari kayu di dekat rumahnya hanya untuk memenuhi kebutuhan makan keluarganya. Namun hal itu harus dibayarnya dengan kehilangan putri kecilnya untuk selama-lamanya. Tak kurang, Kapolres Bojonegoro ikut menitikkan air matanya saat si gadis kecil diantar ke peristirahatannya yang terakhir. Si bapak telah terluka begitu dalam, dan tidak ada yang bisa menghiburnya. Pun si ibu mengalami penderitaan yang panjang akibat terjangan peluru nyasar, dan beliau harus kehilangan putri kecilnya.

Mungkin si gadis kecil sedang tersenyum dan hatinya sedang berbunga2 saat turun dari becak, membayangkan sebentar lagi akan bertemu bapaknya. Dan mungkin saat dia ambruk ke tanah, senyum itu masih ada di wajahnya. Sebuah tragedi kemanusiaan telah terjadi. Dan saya menangis saat menulis blog ini. Senyum si gadis kecil itu menjadi pendorong semangat bagi saya, untuk terus berkarya sebagai dosen, untuk terus mendidik generasi muda bangsa ini, supaya mereka bisa mandiri, memiliki kemampuan untuk survive, dan mengurangi kemiskinan. Supaya tidak terjadi lagi, tragedi kemanusiaan lainnya di kemudian hari.

Selamat jalan gadis kecil. Engkau telah menjadi malaikat bagi banyak orang. Saya menundukkan kepala, ikut berdukacita sedalam2nya. Tuhan memberkati keluarga yang sedang berduka. Amin !

Comments (1) »

Ini gereja, bukan PT. Budhi Kristianto !

Saya mencatat sebuah pernyataan yang menarik dari MenKo Perekonomian RI, Ibu Sri Mulyani, beberapa waktu yang lalu. Saat itu sedang marak2nya pembahasan tentang krisis energi di Indonesia. Sri Mulyani meminta kepada DirUt PLN untuk memberikan data2 tentang penggunaan listrik di kantornya untuk dievaluasi. DirUt PLN menjanjikan akan memberikan data2 tsb pada hari X. Tapi sampai 4 hari lewat, belum juga diberikan. Sri Mulyani marah sekali, dan mengeluarkan pernyataan yang menarik : “Ini negara, bukan PT. Sri Mulyani. Kalau PT. Sri Mulyani, mungkin sudah saya pecat dia”.

Ini menarik, karena secara struktural, PLN berada beberapa level di bawah kendali Sri Mulyani. Namun demikian, sebagai orang yang berkuasa, Sri Mulyani tidak main pecat kepada bawahannya yang kurang profesional dalam bekerja.

Di dalam gereja Tuhan, juga sering kali terjadi hal2 seperti itu. Di Semarang contohnya, sebuah gereja yang cukup besar dengan ribuan jemaat, tiba2 menjadi terpecah belah gara2 manuver seorang pendeta mudanya yang punya ide macam2. Secara kasat mata, idenya bagus2 dan merupakan penerobosan yang kreatif dan luar biasa. Tapi dalam proses pelaksanaannya, terjadi banyak benturan. Dan atas nama profesionalisme, maka pendeta muda itu dengan berani berkompetisi dengan sesepuh2 gereja yang lain. Akibatnya, sesepuh2 gereja mulai angkat kaki satu per satu. Yang masih bertahan, memilih untuk menghindari konflik. Pendeta muda itu memang smart. Tapi dia lupa, bahwa gereja Tuhan bukan PT. Pendeta Muda. Gereja Tuhan tidak bisa diperlakukan seperti organisasi dunia. Gereja Tuhan harus berlandaskan kasih. Apapun program, visi, dan misi sebuah gereja, tidak boleh meng-over-rule pondasi yang ada, yaitu kasih. Gereja adalah tempat berkumpulnya anak2 Tuhan untuk bersekutu, untuk saling berbagi kasih, untuk saling menopang satu dengan yang lain. Sering kali gereja tergelincir dalam melayani program, bukan melayani Tuhan. Akibatnya, banyak benturan terjadi di sana sini, dan jemaat2 yang tidak betah mulai keluar dan pindah ke tempat lain. Sementara yang memegang kendali berprinsip, kalau tidak cocok dengan visi misiku, silakan cari gereja lain yang cocok dengan anda.

Saya pribadi pernah melakukan hal yang menurut saya amat sangat bodoh. Saat itu saya kelas 3 SMP, menjabat sebuah jabatan rohani yang cukup mentereng di Komisi Remaja gereja saya, sebuah gereja yang besar di Semarang. Jemaat yang hadir setiap minggunya sekitar 3000 orang. Waktu itu saya memiliki program X yang sudah disepakati untuk dijalankan. Di tengah jalan, saya merasa ada anggota saya yang tidak becus bekerja. Saya mendatanginya sepulang sekolah, menegur dia, dan akhirnya setelah bersitegang, saya “memecat” dia dari program saya. Program itu memang terlaksana dengan sukses, tapi saya merasa itu sebuah kegagalan yang besar, karena dibalik program itu, saya sudah menyakiti saudara saya seiman. Apakah saya ini, sampai saya berani berlaku sebagai tuan atas saudara seiman saya sendiri ? Sementara di hadapan Tuhan, kami sama2 hamba. Pasti Tuhan sangat sedih melihatnya. Dan saya sangat menyesali kejadian itu, dan saya pegang sebagai pelajaran berharga, sampai saat ini.

Demikianlah… gereja Tuhan bukanlah PT. Bpk Pendeta A. Gereja Tuhan bukanlah PT. Ibu Pendeta B. Bukan pula PT. Majelis C. Bukan PT. Aktivis D. Apalagi PT. Budhi Kristianto. Gereja Tuhan adalah tempat untuk jemaat Tuhan bersekutu, berkumpul dan mencari Tuhan. Dan gereja Tuhan tidak bisa diperlakukan seperti organisasi dunia. Reward and punishment tidak tepat diterapkan di gereja, karena semua anggota jemaat maupun pemimpin gereja adalah sama2 hamba di hadapan Tuhan. Apalagi sampai terjadi perpecahan hanya karena melayani visi dan misi yang dirumuskan pimpinan.

Note : picture from inmagine.com

No comment »

Nasi padang…. akhirnya….

Wekekekeke…. setelah 3 hari ngendon di kamar karena ada topan, akhirnya keluar juga gue dari sarang. Hari yang cerah, setelah bumi ini 3 hari basah oleh air (ya iya lah… masak basah oleh api ? ), langsung beli makan siang di warung Ibu Agung tercinta, dan dibawa ke lab. Sampai di lab, olala… ada sebungkus plastik berisi rendang dan daun singkong yang baru aja landing dari Indo pagi ini… thx to Gank Petra yang sudah dengan susah payah membawakan nasi padang untukku…. hehehehe… upah kalian besar di sorga…. amiiien….

Hari minggu kemaren, walaupun ujan2, gue ama temen2 pergi ke gereja baru di Chungli. Wah, asik juga ternyata. Banyak prof2 dari CYCU bergereja di sana. Pendetanya orang Amerika, jadi kotbahnya pake Inggris, trus diterjemahkan ke Mandarin. Guyub, dan asik. Banyak keluarga2, anak2, remaja2 (SMP / SMA), dan murid2 univ. Semoga betah dan bisa bertumbuh di sana deh. Amiien….

Semalam, gue mulai menghitung hari… cieee…. udah mau natal lagi nih. Tahun ini natalan jauh dari anak2 dan istri. Yaaah… sendiri lagi… sendiri lagi… langsung mbayang2in kalau natalan bareng keluarga. Pas malam natal, ke gereja bareng2, trus ketemu ama temen2 lama… temen2 remaja dan pemuda dulu… sudah pada bawa anak masing2… wuaaah…. serunya…. Yang dari luar kota maupun luar negeri, pada mudik ke kota tercinta…. huaaaaa….

Well….. 4 months to go… segera beresin apa yang harus diberesin… dan… bye-bye Taiwan….

BK-109 : Tower, BK-109 is approaching Jakarta radar detection, decreasing elevation on 2,000 feet for visual approach, over….

Tower : BK-109, you’re granted to lands on runway 36, wind 43, over….

BK-109 : Gears on, flaps, visuality clear for 2,500 meters, BK-109 is approaching runway for landing, over…

Tower : All cleared. Happy landing BK-109…

BK-109 : Thank you for your nice assistance Jakarta. Over and out…

No comment »

10 Hal yang Tak Bisa Dibeli dengan Uang

Artikel ini saya kutip 100% dari Kompas.Com (http://www.kompas.com/read/xml/2008/09/06/11435032/10.hal.yang.tak.bisa.dibeli.dengan.uang..)

10 Hal yang Tak Bisa Dibeli dengan Uang

Kita sering membicarakan tentang uang; bagaimana mendapatkan banyak uang, bagaimana mengatur pengeluaran, berapa yang ditabung, serta diinvestasikan di mana. Kita sibuk merencanakan, memikirkan, dan mengkhawatirkan uang yang kita miliki, sehingga seolah-olah uang adalah hal yang paling penting di dunia.

Uang memang penting dalam kehidupan, tanpa alat tukar ini kita tak akan bisa memenuhi kebutuhan hidup. Uang membuat kita bisa melakukan banyak hal dibandingkan jika kita tak memilikinya. Tetapi sepenting-pentingnya uang, sebanyak apa pun pundi-pundi uang Anda, ada hal-hal yang tak bisa dibeli olehnya.
Kehilangan waktu
Uang tak akan mengembalikan waktu yang telah berlalu. Setelah hari berganti, waktu 24 jam tersebut akan hilang dan tak akan pernah kembali. Karena itu gunakan setiap kesempatan yang ada untuk menyatakan perhatian dan kasih sayang Anda pada orang tercinta, sebelum waktu itu berlalu.
Kebahagiaan
Memang kedengarannya klise, uang tak bisa membeli kebahagiaan. Tapi inilah kenyataannya. Uang memang bisa membuat Anda merasa senang karena bisa membiayai liburan, membeli elektronik terkini, atau mobil paling cepat. Tapi setumpuk uang tak kan pernah bisa menghadirkan kebahagiaan yang nyata yang berasal dari dalam hati kita. Kebahagiaan jenis ini hanya datang dari hubungan yang membahagiakan serta dukungan dan cinta dari keluarga.
Kebahagiaan Anak
Untuk memberikan sandang dan pangan yang layak kepada buah hati memang dibutuhkan uang. Tapi uang tak bisa memberikan rasa aman, tanggung jawab, sikap yang baik, serta kepandaian, pada anak-anak. Hal itu merupakan buah dari waktu dan perhatian yang Anda curahkan untuk mereka dan hal-hal baik yang Anda ajarkan. Uang memang membantu kita memenuhi beberapa aspek pengasuhan, tapi waktu telah membuktikan bahwa kebutuhan dasar tiap anak adalah berapa banyak waktu yang diberikan orangtuanya, bukan uangnya.
Cinta
Ini satu hal klise lainnya, cinta tak bisa dibeli dengan uang, tapi akuilah hal itu benar. Dengan uang kita bisa membuat orang tertarik, tapi cinta berasal dari rasa saling menghargai, perhatian, berbagi pengalaman, dan kesempatan untuk berkembang bersama. Itu sebabnya banyak pasangan yang menikah karena uang, tak bertahan lama.
Penerimaan
Untuk diterima oleh lingkungan pergaulan, Anda tak butuh uang. Bila Anda ingin diterima, fokuskan energi Anda untuk membuat diri Anda berharga bagi lingkungan sekitar dengan menjadi teman dalam suka dan duka.
Kesehatan
Kita butuh uang untuk mengongkosi biaya perawatan dan membeli obat, tapi uang tak bisa menggantikan kesehatan yang hilang. Itu sebabnya pepatah lebih baik mencegah daripada mengobati sebaiknya kita terapkan. Mulailah berolahraga, berhenti merokok, dan banyak hal lain yang pasti sudah Anda tahu.
Kesuksesan
Beberapa orang memang ada yang mencapai kesuksesan dengan menyuap, tapi ini adalah pengecualian. Kesuksesan hanya berasal dari kerja keras, kemauan, dan sedikit kemujuran. Ada aspek kecil dari usaha menuju sukses yang bisa didapatkan dengan uang, misalnya mengikuti pelatihan atau membeli peralatan, tapi sukses lebih banyak berasal dari usaha yang Anda lakukan sendiri.
Bakat
Kita dilahirkan dengan bakat tertentu. Dengan uang, yang bisa kita lakukan adalah mengasah bakat tersebut, misalnya belajar musik. Namun para ahli mengatakan, untuk menjadi ahli di bidangnya, kita membutuhkan bakat.
Sikap yang baik
Banyak orang yang kaya raya tapi sikapnya kasar dan ucapannya sinis. Tak sedikit orang sederhana yang tutur katanya sopan dan menunjukkan rasa hormat pada orang lain. Jadi, jumlah uang yang dimiliki bukan penentu sikap atau manner seseorang.
Kedamaian
Bila uang bisa membeli kedamaian, barangkali kita tak lagi mendengar tentang perang. Justru yang sering terjadi sebaliknya, uang lah yang menjadi sumber pertikaian dan permusuhan.

No comment »

Busyet…. itu duit semua !!

Mengikuti perkembangan liga Inggris sangat mengesankan. Setelah bursa transfer pemain yang luar biasa, kini ada berita yang bikin saya semakin terhenyak.

Belum reda rasanya saya terkaget-kaget menghitung pendapatan bintang sepak bola Cristiano Ronaldo yang hampir saja dibeli Real Madrid seharga Rp 1,2 T (triliun om…), saya langsung terbengong-bengong dengan tawaran gaji yang akan diterima pemain itu dalam sepekan (seminggu, 5 hari kerja… eh… 5 hari main bola ding) yaitu sekitar Rp 3 M (miliar mak….) sepekan alias Rp 12 M sebulan.

Masih terbuka mulut saya akibat melongo, fakta berikutnya menyusul. Kekayaan pemilik club bola Chelsea, si Roman Abramovic dihitung-hitung sekitar Rp 202 T (triliun om… busyet… triliun….). Masih berpegangan pada tiang supaya engga jatuh, sudah muncul berita lainnya. Manchester City, club yang sebelumnya dimiliki oleh Thaksin Sinawatra (ex PM Thailand) dibeli oleh pangeran Arab. Dihitung-hitung, harta si boss ini sekitar Rp 7.774.621.302.683.534 atau kalau anda pusing untuk memilih kata2 yang tepat, sebut saja RP 7.774 triliun. Toloooooong……. itu duit semua………

Saya iseng2 berpikir, bagaimana sih kehidupan orang2 super kaya itu ? Andaikan saja mereka berprofesi sebagai dosen kayak saya ini, coba saya bayangkan dulu ya…..

Start… bangun pagi…. jam 5 teng…. jamnya dari emas tulen, bunyinya bukan kuk..kuuuk…. tapi…. “ehem…. pangeran Budhi… bangun tuan…. air panas sudah menunggu…”. Ok, saya mulai ngolet kanan kiri. Ga mungkin jatuh, karena kasurnya seluas lapangan bola. Duduk tegak di kasur, doa (sama aja ya… lipat tangan tutup mata) baca Bible (biblenya tetep aja, terbitan LAI), trus keluar kamar.

Bodyguard di depan pintu kamar langsung nyapa, selamat pagi tuan. Trus si Jessica dan Lidya (pembantu2 gue kan bekas putri2 gitu, putri elektronik lah, putri pariwisata lah…) nuntun gua ke kamar mandi (ga ikutan masuk), trus gua mandi di bath tub segede kolam renang (tenggelem ga ya gue ?). Abis mandi, dandan rapi pake jas termahal, dasi terkeren, parfum terwangi, siaplah gue makan di meja makan yang besar dan panjang. Amanda, Kezia, dan istri gue sudah dandan juga dan siap makan. Makannya….. godong kates…. eh salah…. kalkun panggang… hehehehe…..

Selesai makan, 3 mobil siap mengantar aku ke kampus dan anak2 plus istri ke sekolah. Kok 3 mobil ? Iya lah… 1 di depan pakai sirine buat buka jalan, di belakangnya Mercy gue, di belakangnya lagi bodyguard2 gue. hehehehe….

Sampai di kampus, masuk ruang gue. Trus sudah ada materi kuliah yang disusun tim sekretaris gue (cieeee….) buat diajarkan di kelas. Tibalah saatnya masuk kelas. Wow…. kelas begitu sepi meskipun banyak mahasiswa gue yang siap diajar. Wah… kenapa mereka kok rapi2 ya ? Ooo… ternyata si bodyguard2 gue men-scan semua mahasiswa gue. Yang mau masuk musti diem, pakaian musti rapi. Busyet… padahal kan biasanya pada ngantuk dan kucel gitu habis begadang. Hehehehe…. Kali ini ga ada mahasiswa yang nyolot… semua sopan. hehehehe….

Pulang ngajar, naik Mercy gue lagi, sampe di rumah… eh.. di mansion. Busyet… ga usah diterusin deh imaginasi gue… kayaknya hidup gitu ribet banget…. dan boring buanget…. wekekekeke…… Gue aja malah bingung mau ngapain lagi kalau gue jadi boss gede gitu.

Paling enak jadi gue sekarang lah….. wekekekekeeke…. hidup ini indah……

No comment »

Ketika alam mengemukakan pendapatnya….

Membaca koran Kompas hari ini sungguh mengusik hati saya. Banyak berita yang terus saya ikuti, mulai dari berita2 politik, persiapan pemilu tahun 2009, berita2 tentang ramadhan, tentang financial, perkembangan politik di Thailand, dsb. Wah, manusia begitu sibuk ternyata. Masing2 mengejar apa yang menjadi cita2nya sendiri. Begitu hiruk pikuk dan ribet.

Iklan2 juga begitu gencarnya. Seakan tidak peduli dengan sekelilingnya, masing2 produsen terus menggeber penjualan barangnya. Mulai dari operator seluler yang mengiklankan bebas sms, bebas telp, tarif telp yang cuma Rp 0,000001 , dsb. Sementara kaum yang tersisih, juga sibuk dengan perjuangannya sendiri.

Bagaimana dengan alam ? Ternyata alam juga punya pendapatnya sendiri. Diwakili oleh nama2 yang keren seperti Isabel, Borris, Andrew, Katrina, sekarang Gustav, kemudian menyusul Hanna, dan teman2nya, mereka menyuarakan suaranya sendiri. Berbeda dengan kondisi di gedung parlemen, saat Borris dan teman2nya mengemukakan pendapatnya, tidak ada yang berani mencela, semua tertunduk, tidak ada yang berani membantah. Kontras sekali dengan kondisi sehari-hari ketika seorang tokoh politik mengeluarkan statement, segera disanggah oleh statement berikutnya.

Berikut ini catatan dari pendapat Andrew dan teman2nya (note : photo2 dr Google) :

No comment »