World’s economy is approaching to its crash

Hari ini gue baca di salah satu koran ekonomi, terjadi banyak sekali pengangguran khususnya di Amerika, karena krisis ekonomi yang melanda negara tersebut. Gue jadi inget apa yang pernah gue katakan ke Maudy, yang tinggal di Amerika bareng suaminya. Gue waktu itu bilang, gue ga begitu tertarik ke Amerika, karena gue liat, ekonomi Amerika sudah melewati titik puncaknya dan sekarang mulai bergerak ke bawah. Wah, ternyata omongan gue bener adanya.

Di harian tersebut dituliskan, banyaknya pekerja di bidang securitas dan banking yang dipecat, karena ekonomi memburuk. Di Manhattan, New York, seorang berjalan kian kemari dengan papan bertuliskan "Lulusan MIT, berpengalaman, sedang mencari pekerjaan". Ada juga seorang bankir lulusan Hardvard, sekarang berjualan kue untuk sekedar mencari nafkah. Beberapa orang yang engga sanggup hidup tanpa uang banyak, mencoba mengadu masib dengan berjudi dan main poker untuk memperoleh penghasilan. Busyet….

Seorang head hunter (orang yang biasanya menawarkan suatu posisi strategis kepada pencari kerja) mengatakan dia belum pernah melihat kondisi seperti ini sebelumnya. Menurut gue sih, ini bukan akhirnya. Tapi ini baru awalnya, awal dimulainya keruntuhan ekonomi yang dibangun manusia. Kok bisa bilang gitu ? Lihat aja realita di sekeliling kita. Minyak bumi menipis, global warming merajalela, populasi manusia sudah tak terhitung lagi (dan semuanya butuh makan), kalau anda orang pertanian, pasti tahu, bahwa di banyak tempat, tanah sudah tidak berfungsi seperti dulu lagi saking banyaknya kandungan kimia yang merusak struktur tanah. Kalau anda orang kelautan, anda bisa membaca tanda2 alam seperti susahnya mendapat ikan di pinggir pantai. untuk mendapatkan ikan, orang harus ke tengah laut, baru mulai menemukan ikan. Kalau dulu, orang bisa mancing di pinggir pantai kan ? Belum lagi makhluk2 laut yang selama ini belum pernah muncul, seperti beberapa gurita raksasa yang ditangkap di Selandia baru, Paus biru yang mulai bermunculan dari lautan yang dalam, apa arti semua itu ? Tidak lain adalah, mereka sudah kehabisan makanan di habitat aslinya, dan mulai mencari makanannya di habitat yang baru. Mungkin karena ekologi di habitat asli mereka sudah rusak.

Kembali ke ekonomi, ekonomi dunia sekarang sudah jauh dari yang seharusnya/sewajarnya. Orang rela membeli mobil bekas dengan harga lebih mahal dari harga yang baru yang mengharuskan pembeli inden. Makanan2 yang merusak tubuh seperti junk food malah menjadi komoditi paling laris. Di sisi lain, makanan tradisional yang sehat tidak selaris junk food. Harga bensin melonjak tinggi, tapi pembeli mobil dan motor malah meledak jumlahnya. Biaya hidup semakin mahal, tapi orang mahal semakin gemar "membuat anak" tanpa memikirkan bagaimana membesarkannya nanti.

So, gue mikir2…. emang ga salah, ekonomi dunia sedang mendekati kehancurannya. Di bidang hukum, orang benar jadi salah, yang salah malah bebas. Duit menjadi hakim. Di sisi lain, kejahatan2 masa lalu mulai terungkap semua. Pelakunya saling seret, saling adu, saling gigit. Prinsipnya : gue kena, elu juga musti kena. Hakim tidak lagi berada di ruang persidangan, tetapi di tempat kejadian perkara. Kalau anda sedang bermasalah di jalan misalnya, masalah anda tidak dibawa ke ruang sidang. Tetapi siapa yang ada di TKP, itu yang akan menjadi hakimnya, entah itu massa, oknum aparat, atau siapa aja. Untung2an. Kalau untung, anda masih bisa bernafas, kalau buntung, ya masuk peti lah. Busyet dah.

So… gimana nih… gimana tuh… Mendekatkan diri pada Sang Pencipta, itu kuncinya. Perbanyak perbuatan baik, kasihi sesamamu. Banyak2 bersabar, jangan gampang kemakan emosi. Mengalah, itu jauh lebih baik. Membiarkan orang lain lebih untung, itu juga ga rugi kok. Orang lain senang, kita ikut senang. Rezeki yang ngatur sudah ada. Sedikit atau banyak, tergantung dari kita gimana makenya. Tuhan itu adil, ngapain kita dikasih banyak, kalau cuma buat nyengsarain diri sendiri dan orang lain. Tuhan juga pasti kasih kita berlebih kok, kalau niat kita baik untuk membahagiakan orang lain. Seperti Firman Tuhan : Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataanKu tidak akan berlalu. Orang yang menanti-nantikan Tuhan selalu mendapatkan kekuatan yang baru. Amiiin…..

Say your words