Entry level yang menguntungkan

Holidayshopping_533
Hai…hai… iseng2, mari cek, kita termasuk penggemar entry level, middle level, atau top level kalau beli2 barang untuk kebutuhan kita ? Misalnya, kalau kita beli laptop, milih yang paling rendah speknya, up to date, atau advanced ? Atau kalau kita mau beli bedak misalnya, milih Marc, BodyShop, atau Shisedo ? Atau TV deh, kita beli yang 14", 21", 29", atau TV plasma ?

Waktu aku beli motor 4 tahun yang lalu, aku juga dihadapkan pada pilihan itu. Mau yang standard aja, alias bisa dipake sesuai kebutuhan, agak tinggi dikit speknya, atau yang top level pake injeksi ? Setelah aku timbang2, akhirnya aku milih yang entry level, alias spek paling rendah. Harap dicatat, spek terendahpun, sudah dirancang untuk memenuhi kebutuhan basic kita, yaitu "memindahkan" kita dari satu tempat ke tempat lain. Ternyata pilihanku ga salah. Kebutuhan basic-ku untuk punya kendaraan roda dua terpenuhi. Toh aku ga butuh yang bisa ngebut, pake injeksi, dan sebagainya. Yang penting, digas - jalan, direm - berhenti. Sukur2 kalau ujan ga kehujanan (gimana coba ?) hahahahaha.

Selidik punya selidik, ternyata semua produsen barang apapun, mempunyai line up seperti itu : entry level/basic level, middle level, dan top level. Misalnya motor Yamaha. Untuk kelas bebek, entry levelnya : Vega R, middle levelnya : Jupiter Z, dan top levelnya : Jupiter MX. Suzuki juga juga sama, entry levelnya : Smash, middle levelnya : Shogun 125, top levelnya : Shogun injeksi.

Nah, hitung punya hitung, ternyata biaya service dan suku cadang juga dibedakan. Walaupun seringkali desain dan fungsi barangnya sama, kerusakannya sama, tapi biaya dan harganya beda, tergantung levelnya. Biaya service entry level seperti Suzuki Smash, paling murah. Disusul dengan Shogun 125, dan yang paling mahal Shogun injeksi. Pengalaman service TV juga begitu. Tetangga sebelah, TV 14" service kena 50 ribu. Kebetulan TVku 29", kerusakan sama, kena 90 ribu. Ketika ditanya, kok lebih mahal dari tetangga kemaren ? Jawab tukang servicenya simple : kan yang ini 29" pak. Satu lagi, seorang teman tambal ban Suzuki carrynya, kena 5 ribu. Pas dia giliran bawa Mercynya, tambal ban ditempat yang sama keesokan harinya, kena 20 ribu. Ketika dia protes : kan kemaren saya tambal juga di sini, cuma 5 ribu ? Jawab si tukang tambal juga simpla : kan ini Mercy pak.

Nah lo…. mulai sekarang, khususnya cowok2 calon kepala rumah tangga (dan cewek2 calon bendahara keluarga), musti pinter2 dalam milih barang. Pertama, musti dilihat dulu, apa kebutuhannya. Terus cari barang yang sesuai kebutuhan itu. Selama barang2 entry level yang ada sudah memenuhi kebutuhan basic kita, cukuplah. Ga perlu terpancing dan tergoda dengan naik level dengan imbalan fasilitas yang seringkali ga kita butuhkan.

Ada temen lain yang beli sedan level paling top, hanya karena ada pemanas kabinnya. Busyet dah. Dia harus bayar lebih mahl, baik harga awal mobilnya, biaya servicenya, dan suku cadangnya, hanya karena mobil itu ada pemanas kabinnya. Sayang sekali, dia akhirnya ga pernah menggunakan fasilitas itu, karena selidik punya selidik, mobil itu dikasih pemanas karena dijual di Eropa, yang nota bene, kalau musim dingin/salju, memerlukan pemanas kabin. Di Indo, mana ada salju ? Kacian deh….

So, be wise… be hemat…. hehehehe….

Say your words