Archive for July, 2008

I see it…. !! I see it…. !!

Finish_line16 bulan yang lalu, tepatnya 26 Februari 2007, aku menginjakkan kakiku pertama kali di pulau Formosa, yang dikenal dengan nama Taiwan ini. Orang pertama yang kutemui di sini adalah DR. Chung, pembimbing II thesisku. Hari demi hari kujalani dengan penuh warna. Kadang penuh air mata, kadang dengan senyuman. Kerinduan akan anak2ku tercinta membuat perjuanganku tambah berat. Kapan aku bisa melihat ini semua berakhir ?

6 bulan pertama kulewati dengan susah payah. Mulai dari mencerna bahasa yang sama sekali asing bagiku, pelajaran yang cukup jomplang levelnya dari Indonesia yang harus kukuasai, sampai perjuangan untuk tetap survive dan menikmati hari2 yang ada. Teman2 baru mulai kutemui. Teman2 POKI Taoyuan, POKI Taipei, mereka bisa sedikit membuat aku lupa dari kerinduanku akan rumah. Rumah mungilku yang beratapkan seng, tapi yang penuh dengan keceriaan dan sukacita. Puji Tuhan, 2 mata kuliah bisa terselesaikan dengan baik.

Semester kedua, kulalui dengan jatuh bangun lagi. Banyak doa kunaikkan, air mata kuteteskan. Tidak cuma pelajaran yang harus aku pikirkan, tapi banyak masalah lain lagi seperti masalah keluarga dsb. Puji Tuhan, 6 bulan inipun kulalui dengan pertolongan Tuhan yang sangat sempurna. 3 mata kuliah berhasil kulewati dengan baik.

Semester ketiga, kulalui dengan sangat2 berat. Tiap hari dari siang sampai lewat tengah malam aku berkutat di lab. Kegiatan gereja sudah terhentikan. Aku sudah tidak pelayanan lagi. Waktu yang ada kugunakan untuk konsentrasi di studyku. Gonta ganti judul thesis sampai 3 kali. Duuuh….. ingin berhenti saja rasanya. Tapi lagi2… puji Tuhan… aku dibimbing melewati semuanya dengan baik. 2 mata kuliah terakhir bisa kuselesaikan dengan baik.

Sekarang memasuki semester keempat, semester terakhir bagiku. Aku konsen di thesis. Puji Tuhan, aku sudah submit proposal dan sebuah paper. Proposalnya sudah revisi yang ketiga untuk judul thesis yang ketiga juga. Hahahaha…. papernya sudah disetujui Prof Tsai dan Prof Chung. Terus berdoa supaya papernya diterima di International Computer Symposium november nanti di Tamkang University. Tugasku tinggal 3 hal lagi : ujian proposal, ngirim paper ke converence internasional, dan ujian thesis. Semua sudah di depan mata. Aku sudah mulai melihat titik finish yang menjadi tujuan akhirku selama 2 tahun di Taiwan ini. Sebuah titik yang aku cari2, yang aku nanti2kan. Akhirnya… aku mulai melihatnya…. aku mulai melihatnya….

Semangat !! Semangat !!

No comment »

Gawat…. Celaka…..

Wah…. ada apa nih… kok gawat… celaka…. ada lele kecemplung wajan kah ? ada ayam jadi opor kah ? busyet… bukan pren…. bukan…. gini loh…. duduk sante…. ambil napas panjang…. tahan…. besok baru dilepas… hehehehhee…..

Beberapa hari yang lalu, gue dikontek ama temen lama. Dulu seh jarang kontakan…. soalnya dia dari kalangan berada gitu… lha kok tiba2 dia manggil gue di YM… tumben banget neh…. ngobrol punya ngobrol, temen gue ini nawarin bisnis lah…. dengan janji2 duit gede. Gimane ga gede, kalau duit yang diomongin udah em-em-an. Gue ga mau cerita soal bisnis itu seh… cuma gue jadi mikir2 ttg hidup ini…. adalah gawat dan celaka, kalau seandainya kita sudah ga ngerti lagi "harga" uang. Maksudnya gini loh….

Gue narik lagi ke belakang, tentang perjalanan hidup temen gue ini. Dari kecilnya, dia udah biasa hidup enak. So, duit jajan ratusan ribu (waktu itu jack) udah biasa buat dia. So, dari kecil, dia udah ngomonginnya duit gede. Makan di resto berkelas, beli sepatu ber-merk, dsb. Akibatnya, beli barang2 pun juga bermerk dan berkelas… yang notabene mahal. Secara tidak sadar, temen gue ini kehilangan sense of duit. Dia ga tahu gimana rasanya kerja keras, dan sebulan dibayar 800 ribu. Lha wong uang jajannya aja di atas 1 juta. Akibatnya, dia juga males kerja yg ecek2 gitu. Gimana bisa mau, kalau kerja digaji 800 ribu, sementara untuk jajan aja dia butuh min 1 juta ?

Dan kebiasaan ini berlangsung sampe dia kuliah, nikah, punya anak. Rumahnya berharga em-em-an. Mobil bermerk mahal. Pokoknya high class life style lah. Tiba2, kondisi berputar. Tau sendiri kan, hidup kan kayak roda, kadang di atas, kadang di bawah. Nah, suatu bencana datang, semuanya habis. Rumahnya dijual, pindah ke rumah yg lebih murah. Tapi duitnya juga ga lama, habis juga. Dia mulai nyoba bisnis2 gitu. Tapi ya gitu, bisnis yg gede2, yang em-em-an, export import, tapi kurang berhasil.

Pikir punya pikir, kasihan banget temen gue ini. Dia pasti ga pernah kepikiran untuk kerja kantoran, yang gajinya, anggap aja 2 juta sebulan. Soalnya, kebutuhan life style dia aja udah puluhan juta sebulan. Emangnya gampang, buat dapet duit puluhan juta sebulan ? Emang gampang, nge-bangun bisnis yg membuat kantong kita tambah menggelembung ?

Ya, gitu deh. gue jadi sadar, alangkah gawat dan celakanya, kalau kita sudah kehilangan sense untuk menghargai sesuatu. Kondisi zaman saat ini, kita dinilai dr apa yg kita pake, kita dinilai dari apa yg kita gunakan. Istilah jawanya…. you are what you wear… you are what you ride… Lha sekarang pikir aja, bekas pembantu di rumah gue, sebulan pendapatannya (dulu) 200 ribu sebulan. Dia hidup dengan 3 anak. Bisa nyekolahin anak2nya sampe lulus SMA semua tuh. Lha, ada temen gue, gaji 10 juta sebulan. Tapi hutang dan kredit yang musti dilunasinya ada hampir 500 juta tuh. Kalau gitu, sebenarnya kaya mana sih ?

Zaman sekarang, banyak banget orang yang rich-looked, tapi aslinya poor. Cuma tampilan doang, tapi aslinya hutangnya banyak. Dan celakanya lagi, life style nya juga mahal banget. Benar2 mengerikan. Puji Tuhan, gue masih bisa terkaget2 waktu ke pasar klewer (Solo), dan membelikan baju buat Kezia. Lha baju anak2 kok harganya 10 ribu dapet 4 biji. Murah banget kan ? Dan gue juga masih bisa terkaget2 waktu nganter teman beli sebuah dompet, yang harganya 900 ribu. Kok mahal amir ya ? hahahaha…. Thx God, masih bisa merasakan nikmatnya pecel mbok Sami di tengah kampung, yang sebungkusnya cuma 2.500 aja… tapi masih bisa juga menelan burger McD yang seharga 20 ribu per biji dengan nikmat. Berarti hati, mata, dan mulutku masih normal. Masih enjoy dgn barang2 kelas ayam, tapi juga masih bisa bersyukur dengan barang2 kelas kambing.

Kembali ke kasus temen gue di atas. Dia sebenarnya udah minus, kalau aset dan kewajibannya dihitung di atas kertas. Tapi dia masih terus berbicara soal jalan2 ke luar negeri ama istri dan anak2nya, bisnis yang menghasilkan em-em-an per bulannya, tapi setelah gue cek, dia ga punya bisnis sama sekali. Mau ngelamar kerja, juga gengsi. Mau kerja yang standar2 aja, ga nyukup. Sementara tiap hari tagihan listrik, hp, bensin, terus mengalir. Gimana coba ?

So, hidup musti dijalani dengan penuh rasa syukur. Jangan liat ke atas terus, nanti ada lubang di depan kita ga nyadar. Jangan juga lihat ke bawah terus, ntar ada kesempatan kita ga ambil. Yang bijak2 aja. Ada rezeki disyukuri, ga ada rezeki dicari sambil berdoa. Seperti kata papi gue… "dengan topi di dada, kita aman berjalan sampe ke seberang"….

Comments (1) »

Entry level yang menguntungkan

Holidayshopping_533
Hai…hai… iseng2, mari cek, kita termasuk penggemar entry level, middle level, atau top level kalau beli2 barang untuk kebutuhan kita ? Misalnya, kalau kita beli laptop, milih yang paling rendah speknya, up to date, atau advanced ? Atau kalau kita mau beli bedak misalnya, milih Marc, BodyShop, atau Shisedo ? Atau TV deh, kita beli yang 14", 21", 29", atau TV plasma ?

Waktu aku beli motor 4 tahun yang lalu, aku juga dihadapkan pada pilihan itu. Mau yang standard aja, alias bisa dipake sesuai kebutuhan, agak tinggi dikit speknya, atau yang top level pake injeksi ? Setelah aku timbang2, akhirnya aku milih yang entry level, alias spek paling rendah. Harap dicatat, spek terendahpun, sudah dirancang untuk memenuhi kebutuhan basic kita, yaitu "memindahkan" kita dari satu tempat ke tempat lain. Ternyata pilihanku ga salah. Kebutuhan basic-ku untuk punya kendaraan roda dua terpenuhi. Toh aku ga butuh yang bisa ngebut, pake injeksi, dan sebagainya. Yang penting, digas - jalan, direm - berhenti. Sukur2 kalau ujan ga kehujanan (gimana coba ?) hahahahaha.

Selidik punya selidik, ternyata semua produsen barang apapun, mempunyai line up seperti itu : entry level/basic level, middle level, dan top level. Misalnya motor Yamaha. Untuk kelas bebek, entry levelnya : Vega R, middle levelnya : Jupiter Z, dan top levelnya : Jupiter MX. Suzuki juga juga sama, entry levelnya : Smash, middle levelnya : Shogun 125, top levelnya : Shogun injeksi.

Nah, hitung punya hitung, ternyata biaya service dan suku cadang juga dibedakan. Walaupun seringkali desain dan fungsi barangnya sama, kerusakannya sama, tapi biaya dan harganya beda, tergantung levelnya. Biaya service entry level seperti Suzuki Smash, paling murah. Disusul dengan Shogun 125, dan yang paling mahal Shogun injeksi. Pengalaman service TV juga begitu. Tetangga sebelah, TV 14" service kena 50 ribu. Kebetulan TVku 29", kerusakan sama, kena 90 ribu. Ketika ditanya, kok lebih mahal dari tetangga kemaren ? Jawab tukang servicenya simple : kan yang ini 29" pak. Satu lagi, seorang teman tambal ban Suzuki carrynya, kena 5 ribu. Pas dia giliran bawa Mercynya, tambal ban ditempat yang sama keesokan harinya, kena 20 ribu. Ketika dia protes : kan kemaren saya tambal juga di sini, cuma 5 ribu ? Jawab si tukang tambal juga simpla : kan ini Mercy pak.

Nah lo…. mulai sekarang, khususnya cowok2 calon kepala rumah tangga (dan cewek2 calon bendahara keluarga), musti pinter2 dalam milih barang. Pertama, musti dilihat dulu, apa kebutuhannya. Terus cari barang yang sesuai kebutuhan itu. Selama barang2 entry level yang ada sudah memenuhi kebutuhan basic kita, cukuplah. Ga perlu terpancing dan tergoda dengan naik level dengan imbalan fasilitas yang seringkali ga kita butuhkan.

Ada temen lain yang beli sedan level paling top, hanya karena ada pemanas kabinnya. Busyet dah. Dia harus bayar lebih mahl, baik harga awal mobilnya, biaya servicenya, dan suku cadangnya, hanya karena mobil itu ada pemanas kabinnya. Sayang sekali, dia akhirnya ga pernah menggunakan fasilitas itu, karena selidik punya selidik, mobil itu dikasih pemanas karena dijual di Eropa, yang nota bene, kalau musim dingin/salju, memerlukan pemanas kabin. Di Indo, mana ada salju ? Kacian deh….

So, be wise… be hemat…. hehehehe….

No comment »

Big success is a collection of ordinary pieces of puzzle

Success
Sebuah kesuksesan sejati, tidak pernah terjadi secara instant. Kesuksesan sejati selalu melibatkan lebih dari 90% kegagalan dan kurang dari 10% keberhasilan. Kesuksesan sejati ibarat sebuah puzzle dengan 300 potongan kecil. Setiap bagian kecil (potongan) itu menjadi bagian terpenting dari sebuah kesuksesan sejati. Satu saja dari potongan kecil itu hilang, tidak akan muncul apa yang disebut kesuksesan.

Kesuksesan dapat terjadi dalam setiap aspek kehidupan kita, tergantung apa yang menjadi cita2 hidup kita. Misalnya kesuksesan dalam menempuh study S2, kesuksesan dalam membangun perusahaan, kesuksesan mendapatkan gadis pilihan, kesuksesan memenangkan persaingan pasar, dan sebagainya.

Ada suatu tantangan terbesar yang seringkali membuat manusia frustrasi dalam mencapai sebuah kesuksesan ini. Tantangan ini sebenarnya menjadi satu bagian penting dalam kesuksesan itu sendiri, yaitu mencari dan menemukan potongan2 pembentuk puzzle kesuksesan itu. Banyak sekali manusia yang menjadi frustrasi dengan proses pencarian potongan2 kecil ini, sehingga mereka memilih untuk mundur, atau berusaha mendapatkannya secara instant. Makanya, manusia banyak sekali mengeluarkan uang, waktu, dan harapan untuk mendapatkan cara2 instant ini. Lihat saja, susu instant. Lebih laris dari pada susu sapi murni. Betul kan ? Tinggal pergi ke supermarket, sambil jalan2 dan cuci mata, dapat deh susu instant. Malah ada cara yang lebih instant lagi, pergi ke cafe, pesan aja susu coklat. Tinggal minum. Dibanding kalau harus ke kandang, rayu2in sapi, trus peras susunya. hahahaha…. Tapi taruhan, lebih sehat dan berkhasiat mana ? Hayooo… kalau yg SDnya lulus, pasti menjawab … sehatan susu sapi asli….

Hampir semua pekerjaan di dunia ini menjual "cara2 instant" bagi mereka yang membutuhkannya, tapi engga mau repot2 mencari potongan2 kesuksesan yang mereka butuhkan. Misalnya, programmer, kerjanya ya bikin program. Buat apa ? Buat menuhi pesanan boss. Sebenarnya yang butuh program itu sapa sih ? Ya si boss. Tapi si boss ga mau/ga bisa/merasa ga perlu untuk membuatnya sendiri. Caranya ? Ya rekruit programmer. Si programmer juga begitu, memilih tools2 yang instant (istilahnya WYSIWYG, yg belajar programming pasti tahu istilah ini), dari pada pakai low level language yg bisa bikin kepala pecah saking rumitnya. Tapi, bagusan/efektif mana program yg ditulis pakai tools WYSIWYG dibanding low level language ? Jawabannya jelas, bagusan program yang ditulis pake low level language.

Masalah lainnya adalah, mungkin saja ada orang2 yang tidak pernah menyerah dalam menemukan potongan2 kecil untuk puzzle kesuksesan mereka. Tapi mereka menyimpan seruan "HOREEEE !!!!" milik mereka setelah potongan terakhir ditemukan dan puzzle telah lengkap. Namun sayang sekali, kadang2 kondisi ini tidak bisa tercapai. Seperti yang saya bilang di awal artikel, kesuksesan itu terdiri dari 90% lebih kegagalan menemukan potongan puzzle, dan kurang dari 10% keberhasilan dalam menemukan potongan puzzle itu. Dan kita ini manusia, bukan dewa. Setiap teriakan "HOREEE !!!!" saat menemukan satu potongan puzzle itu akan menambah/recharge semangat dan kondisi kita untuk kembali mencari potongan berikutnya. Untuk orang2 yang cenderung menyimpan kata "HOREEEE!!!!" nya di saat potongan terakhir ditemukan, dikhawatirkan dia tidak pernah menemukan potongan terakhirnya, karena keburu kehabisan resource di tengah jalan karena engga pernah di-recharge.

So, bagaimana menyikapi hal ini ? Bagimanapun juga, setiap manusia mempunyai kesuksesannya masing2, sesuai tujuan hidupnya. Pertama, jangan pernah tergiur "instanisasi". Jalani aja sewajarnya. Sekalipun butuh waktu dan tenaga, tapi memang begitulah nature-nya kita sebagai manusia. Kedua, biarlah kita hepi dan berteriak "HOREEEE!!!!" (tapi bijaksana ya… lihat2 sikon.. .minimal teriakkan buat diri kita sendiri, supaya ga dikira pamer) setiap kali potongan kecil puzzle kita ditemukan. Itu akan me-recharga resource utama yang kita miliki, yaitu emosi dan daya juang. Dan di atas segalanya, minta blessing dari Yang Maha Kuasa. Itu penting !!

No comment »

Magnificent creations

Penemu Radio (gelombang radio, transmitter-receiver) memang luar biasa. Dia layak untuk mendapatkan Nobel Prize, dan dia sudah mendapatkannya. Berkat penemuannya itu, kini kita bisa menikmati turunan dari penemuannya, seperti TV, HP, GPS, Radar, Sonar (komunikasi bawah air), satelite, internet (termasuk chatting), VoIP, dsb, dst… Namun menurutku, ada beberapa hal yang sangat2 luar biasa, yang menjadi awal dari semua penemuan yang ada. Check these out :

Music/Nada/Harmony

Hal yang satu ini sangat luar biasa. Alam yang memulainya. Deburan ombak di pantai yang demikian harmonis (engga kacau), desiran angin di pucuk2 daun, suara titik air hujan yang jatuh ke tanah, dan detak jantung seorang bayi yang bisa didengar dengan ultrasound, wow…. sangat2 luar biasa… begitu harmonis… Semua itu penemunya adalah TUHAN. Dan manusia menurunkan penemuan itu dalam bentuk lagu, irama, tangga nada, alat2 musik, dan sebagainya. Namun tetap saja, music dari alam tidak bisa disamai kualitasnya, apalagi digantikan….

Angka/Perhitungan/Matematika

Nah, kalau yang ini, hasil otak manusia. Manusia pertama yang memperkenalkan angka dan perhitungan (tambah, kurang, kali, bagi, pangkat) ini benar2 luar biasa. Semua ilmu pengetahuan diturunkan dari penemuan ini. Mulai dari calculus (hayo, sapa yang engga lulus ?), matrix, fourier transform, dan semua persamaan matematika yang begitu rumit. Percaya atau tidak, semua penemuan manusia di bidang iptek, selalu dimodelkan terlebih dahulu dalam persamaan matematika. Mulai dari penerbangan luar angkasa, sampai desain chip yang cuma seukuran 0.0001 micron (berapa tuh ?). Luar biasa bukan ?

Bahasa/Komunikasi/Pengenalan

Lagi2 penemunya adalah TUHAN. Manusia hanya menurunkan penemuan ini dalam bentuk huruf dan character. Penemuan ini sungguh luar biasa. Bayangkan saja, bayi dalam perut mama, sudah bisa mengenal yang mana mamanya. Begitu lahir, walau matanya belum jelas, tapi dia sudah tahu yang mana mamanya. Dan dia bisa berkomunikasi dengan mamanya. Kalau ada yang belajar tentang recognition (pengenalan), entah itu motion recognition, pattern recognition, image recognition, optical recognition, atau recognition lainnya, pasti tahu benar betapa rumitnya proses ini. Untuk mengetahui sebuah "A" saja, komputer membutuhkan algorithma yang sangat rumit, hanya untuk tahu itu adalah "A". Bandingkan dengan mata kita, begitu lihat, kita langsung tahu itu "A". Begitu lihat wajah seseorang, kita langsung tahu itu si "X". Begitu dengan suara, kita langsung tahu… itu suara kucing.. itu suara engkong… dsb…. Penemuan ini memungkinkan apapun itu, satu sama lain saling berhubungan, dan "nyambung". Si A ngajak makan, dijawab dalam konteks yang sama… ayo, sudah kelaperan nih…. hehehehhe…. Untuk membuat dua buah benda saling berkomunikasi, tanya aja ama orang2 yang otaknya binary (hahahaha), betapa rumitnya. Nah, bisa ngebayangin kan, betapa hebatnya penemuan ini ?

Feeling/Perasaan

Lagi, TUHAN yang menemukan penemuan hebat ini. Penemuan yang satu ini, sampai sekarang belum bisa diturunkan oleh manusia manapun. Belum pernah ada robot yang bisa memiliki feeling yang akurat, stabil, sekaligus dinamis. Mungkina da, robot yang bisa ketawa. Tapi coba satu baris programnya dihilangin titik komanya, error tuh robot. hahaha…. yang belajar programming pasti ngerti betul hal ini. Bayangkan, dengan feeling ini, manusia/hewan/tumbuhan/alam bisa merasakan sedih, marah, jengkel, rindu, kangen, jatuh cinta, frustrasi, dsb. Sangat bervariasi dan kontras bukan ? Hebatnya lagi, TUHAN mengemas penemuan ini dalam satu paket. Artinya, manusia yang sama bisa sedih, marah, jengkel, benci, sekaligus bisa senang, jatuh cinta, merasa damai, nyaman, rindu, dsb. Coba angkat tangan, kalau ada orang yang cuma punya feeling marah, benci, nyolot, jengkel, dan frustrasi aja ! Orang gila (kesehatan jiwanya terganggu) pun punya feeling ini. Yang jadi masalah adalah, dia tidak bisa mengungkapkan apa yang dirasakannya dengan "bahasa" yang bisa dimengerti manusia lainnya.

Warna

Wah… penemuan yang satu ini sangat luar biasa. Coba ingat2 lagu pelangi pelangi… siapa penciptanya ? Yak… seratus ! TUHAN penciptanya… alias TUHAN si penemu warna ini. Bisa bayangin, kalau engga ada warna di dunia ini ? TUHAN memulainya dengan bi-color (cieee…. sok teknis nih)…. jadilah terang dan jadilah gelap… alias black and white…. hahahaha…. dari situ TUHAN menciptakan warna2 lain yang begitu indah. Dan TUHAN engga bodo… DIA menciptakan indera pelihat yang sangat2 sempurna untuk menangkap warna2 indah itu. Komposisi warna terbanyak yang bisa dikenali sebuah komputer saat ini adalah sekitar 32 bit warna. Artinya 2 pangkat 32 = 4.294.967.296 kombinasi warna. Mulai dari merah campur biru dikit, sampai merah campur biru campur hijau, campur es, campur susu…. ups… hahahaha…. sementara, mata kita dapat mengenali komposisi warna sampai tak terhingga. Nah lo….

Nah, nurut aku sih, cuma itu aja penemuan2 hebat yang pernah dibuat. Dan (hampir) semuanya diciptakan/ditemukan oleh TUHAN. Hanya angka/matematika saja yang merupakan hasil otak manusia. Tapi, kalau dirunut satu step ke belakang, siapa sih arsiteknya otak manusia ? Ya TUHAN lah…. Itu adalah karya arsitektur yang sangat luar biasa. Bisa menghasilkan kecepatan transfer data triliunan bit per second, bisa mengkoordinasi miliaran fungsi rumit dalam tubuh (mulai dari yang refleks sampai yang ritme teratur seperti gerak jantung), mengontrol miliaran fungsi2 yang rumit seperti nafsu (nafsu makan, nafsu shopping, nafsu bersaing, nafsu ini, nafsu itu)…. tapi….. kalau dibuka…. isinya cuma… BUBUR !!

So, akhir kata dari tulisan ini : segala kemuliaan hanya bagi TUHAN ! DIA adalah penemu/pencipta sejati. Ga salah kalau Bible bilang : permulaan segala ilmu adalah takut akan TUHAN.

No comment »

More than expected…

Hurray_1
Kemaren dan hari ini keluar nilai matakuliah terakhir yang aku ambil selama study di Taiwan ini. Thx God, nilai2 itu lebih dari cukup. Dan setelah aku hitung2 (semoga ga salah hitung…), ternyata IPK-ku…. masih di atas 3.6 !! Hore !!! Thx God !!

Mungkin buat sebagian orang, nilai dan IPK segitu sudah seharusnya… sudah biasa… IPK 4 juga banyak… IPK dianggap tidak mencerminkan kemampuan seseorang… dsb… dst… tapi buat aku, itu sungguh anugerah tak terkira….

Diawali dengan homesick… tertatih-tatih mengikuti materi kuliah… riset…. terkendala bahasa mandarin (sampe skr belum bisa… parah deh)…. sampe gonta ganti judul thesis…. disambung dengan homesick lagi… pengen cepet pulang… ga betah…. dsb…. akhirnya selesai sudah semua mata kuliah yang harus diambil.

Sekarang, tinggal konsentrasi di thesis. Masih ada 3 babak lagi yg musti diberesin dalam 6 bulan terakhir ini…. proposal thesis dan ujiannya…. nulis conference paper…. dan ujian akhir thesis….

Setelah terkapar didera thesis di bidang laser…. terdepak judul thesis kedua untuk bikin program bantu orang buta…. kini judul ketiga yang menyelimuti hari2ku dengan kepusingan, kepuyengan, kelaparan (hahahahaha)…. di bidang medical imaging…. musti pake micro processor MSP-430 lagi…. gua kan buta abis soal board2 dan chip2 begitu….

Tapi dengan IPK yang di luar bayanganku itu… aku jadi semangat menjalani 6 bulanku yang terakhir di Taiwan ini…. maju terus…. semangat… hehehehe…. ntar kalau bisa lulus dengan IPK di atas 3.5, kan dapet gelar MSc plus embel2 cumlaude… hehehehe…. apapun kata orang…. aku bangga dengan nilaiku…. cihuiiiii…. thx God !!

God… send me home in smile please…. hehehehe….

Comments (1) »