“Pendeta” Mollis
Kotbah minggu ini, dibawakan oleh teman yang kecil mungil, Mollis…. btw, gua sungguh terkesan dengan kotbah dia, karena bbrp hal. Let’s check it out….
Diawali dengan perkenalan… "perkenalkan, nama saya Mollis…" sambil memperlihatkan senyum manisnya… cieeee…. dan dilanjutkan dengan thema kotbah yang akan dibawakannya… "Sudahkah anda siap ??"… selanjutnya si Mollis ini menggunakan perumpamaan yang menurut gua jitu banget, yaitu paspor dan visa. Berhubung kita ada di Taiwan, perumpamaan ini sangat pas, karena semua punya paspor dan visa buat masuk ke Taiwan bukan ? Di sini nurut gua jelinya si Mollis… dia bisa "menterjemahkan" hal yang abstrak (rohani) menjadi hal yang sangat rasional… sehingga laki2 (makhluk yg dikendalikan rasio) pun bisa ngangguk2 dan berguman… "hmm… make sense…. hmm… bener…. masuk akal…."
Selanjutnya, Mollis bisa menghandle jalannya alur kotbah dgn baik. Dari perkenalan yg berhasil menyita perhatian audiens, kondisi itu bisa dia pertahankan sampai akhir kotbahnya. Tidak ada cerita/kata2 yang membuat alur kotbahnya terlempar keluar dr "rel"nya. Dia membuka permasalahan dgn…. kondisi manusia di zaman akhir. Dia ambil ayat dari Bible juga exact… to the point… clearly and explicitely described by the Bible… sehingga… lagi2… laki2 hanya bisa berguman…. "hmm… yang dia omongin… benar…"… trus dia kasih contoh tentang dia kalau pagi berkompetisi naik bus untuk ke kantor. Message yg dia sampaikan relevan banget dengan ayat yg dia bahas sebelumnya. So… alur kotbahnya tetap terjaga…. sip deh…. gua yg ndengerin jadi terus bersemangat sampai akhir…
Selanjutnya dia membahas… bagaimana sih mengetahui ini zaman akhir apa bukan ? Dia mengambil ayat dari Bible yang juga secara explicit mengatakan… "ambil pelajaran dr pohon ara. Kalau cabang2nya mulai bertunas, artinya musim panas sudah dekat…. kalau kamu mendengar semuanya itu, berarti sudah di ambang pintu…" lagi2 gua (sebagai makhluk yg dikenalikan rasio) cuma bisa…. "hmm… bener juga…." Dia juga kasih kenyataan tentang gempa bumi di china…. topan di Mianmar…. yang mendukung/memperjelas point/message yg dia sampaikan. Dan itu real… kenyataan yg ga bisa dibantah.
Ga bertele-tele si Mollis ini…. langsung ditutup dengan point terakhir…. bagaimana kita sebagai anak Tuhan hidup di zaman akhir ini… hidup seperti apa yang harus kita miliki sebagai anak2 Tuhan…. Mollis mengambil dari Bible lagi…. lagi2 secara explicit tertulis di Bible… "jangan kamu dikuasai hawa nafsumu pada waktu kebodohanmu…. dst…"… wah…. to the point banget…. message/point yg disampaikan jelas… ga bertele-tele… ga nyimpang ke kiri/kanan…. ibaratnya… loud and clear deh….
Kotbah ditutup dengan (seperti biasa) rekonsiliasi dengan Tuhan… pembaruan komitment dengan Tuhan. Tapi engga seperti hamba2 Tuhan yang lain, gua pribadi salut dengan langkah yg diambil si Mollis ini. Kalau hamba2 Tuhan yang lain, pasti di tahap ini akan berkata…. "bagi yang ingin mengaku dosanya… inget diperbaharui hidupnya… bla.. bla… bla… silakan angkat tanganmu…silakan maju ke depan…dsb…"…. pokoknya jemaat diminta angkat tanganlah… maju ke depanlah… memang itu maksudnya bagus… biar ada komitment di depan Tuhan… gentle istilahnya…. tapi di sisi lain, cara2 seperti itu (angkat tangan… maju ke depan) akan membuat orang yang melakukannya, dengan sukarela menyatakan diri di depan jemaat (minimal di depan pengkotbahnya.. dan pemain musik … soalnya yg main musik kan ga merem) sebagai orang yg berdosa… sebagai terdakwa… tersangka…. dan sejenisnya… nah, si Mollis ini engga menempuh cara itu.
Pertama-tama Mollis bilang…. kalau anda merasa telah berdosa…. punya kebiasaan2 yang dilarang oleh Tuhan…. nyatakanlah itu kepada Tuhan dalam doamu (nah… ini lho… orang ga perlu jadi "terdakwa")…. kemudian… yg kedua… kalau anda merasa sendirian… engga ada teman yg bisa mengerti pergumulanmu…. nyatakan itu dalam doamu…. (dia engga bilang… silakan angkat tanganmu… kita akan doakan kamu)…. dan terakhir… siapa yang ingin diperbaharui hidupnya…. hatinya… silakan bawa itu dalam doamu… Tuhan mendengar doamu, dan Dia ada di depanmu saat ini…..
Wah… sip dah…. nurut gua pribadi, cara yg dipakai Mollis dr awal sampe akhir…. bener2 sip… Gua sebagai jemaat… sebagai orang yang berdosa juga… sebagai orang yang perlu diperbaharui hidupnya juga…. merasa diterima.. engga ditelanjangi… engga jadi terdakwa…. malahan bisa berdamai dengan diri gua sendiri dan Tuhan…. Salut buat si kecil mungil… Mollis….
Selesai kebaktian, si Mollis nanyain gua… gimana ko… ada dapet sesuatu ga ? Gua cuma bilang… gua dapet banyak Lis…. hahahaha….. aslinya…. gua dapat buanyak buanget Lis…. dari awal sampai akhir… gua tangkep semua…. bahkan… gua masih bisa nulis blog ini dilengkapi dengan alur kotbah dan point2nya tho ? hahahaha….
Salut (sekali lagi) buat si kecil mungil…. Mollis… GBU Lis….