Mazmur 89
Hidup ini seperti pelangi…. well… minggu depan adalah akhir dari semester kedua-ku selama di Taiwan. Selama semester ini, aku mengalami banyak hal yang penuh warna. Mulai dari kesulitan yang luar biasa dengan studiku karena pertama bukan backgroundku studi di field microelectronics, dan kedua karena thesisku lumayan sukar (tentang laser dan darah). Selain itu, aku mengambil 3 mata kuliah yang semuanya mensyaratkan sebuah project sebagai syarat lulus dari mata kuliah tersebut. Semuanya cukup sulit. Waktu, tenaga, pikiran, dan emosiku habis untuk studi. Masih ada lagi kesulitan dengan bahasa, literatur yang ada, profesor yang kurang mengerti kesulitan mahasiswanya, dan sebagainya.
Hubungan dengan keluarga terjalin sangat baik. Namun tetap saja aku masih harus memikirkan masalah2 yang terjadi di keluarga besarku di Indo, baik ketika anakku sakit dan harus dirawat di rumah sakit, masalah adik iparku, masalah keluarga ciciku, keponakan2ku, dan sebagainya. Bisa dikatakan, pikiran, hati, dan jiwaku separo berada di Taiwan, separo lagi di Indo. Sungguh tidak mudah menjadi seseorang yang harus menjalankan banyak peran sekaligus dalam waktu yang bersamaan. Menjadi mahasiswa yang harus belajar, menjadi seorang ayah, menjadi seorang imam, menjadi motor dalam keluarga besar, menjadi panutan dari anak2, keponakan2, adik2 ipar, menjadi mantu yang baik, menjadi anak yang baik. Belum lagi harus menjadi pelayan Tuhan yang baik di gereja, harus memiliki dedikasi, waktu, dan kasih yang seluas mungkin.
Aku benar2 lelah, cape, secara fisik, mental, spiritual. Minggu terakhir ini benar2 full project finishing dan project report yang membuatku hanya tidur 3-4 jam sehari. Itupun tidak bisa nyenyak. No time for relax, no time for refreshing, no time to sharing, no time to loose focus.
Yang kudapati sekarang adalah, aku menjadi orang yang sama sekali berbeda dari ketika aku datang ke Taiwan. Dulu rambutku hitam semua, kini banyak sekali rambutku yang putih. Dulu aku bisa easy going dan enteng menjalani hidup, sekarang aku begitu serius, kuatir, bahkan takut. Aku kadang bisa nge-high sendiri, kadang ga bisa becanda sama sekali. Kalau orang bingung dengan apa yang terjadi padaku, aku aja juga bingung.
Kadang aku ingin berhenti dari semua ini, aku ingin keluar dari gelanggang. Tapi ini sudah kepalang basah, aku harus selesaikan. Siapa bilang aku tidak putus asa ? Aku putus asa, aku cape. Aku selalu meluangkan waktu di pagi hari setelah bangun tidur, untuk bersekutu dengan Tuhan. Itu saja yang membuat aku tetap bertahan. Itupun menurutku hasil yang kucapai kurang maksimal, apalagi kalau aku tidak mengandalkan Tuhan.
What all I want is to finish it all, and back to my life. Sungguh aku mendapat kekuatan saat aku melihat perjuangan dari orang2 yang aku tahu, yang terus berjuang memperjuangkan hidup dan masa depan mereka. Aku belajar dari perjuangan Petry dalam menjalani studinya (xie2 Pet), aku belajar dari Wiwi dalam menjalani hidupnya (xie2 Wi, you’re a strong girl), aku belajar dari ci Lala (xie2 ci Lala, aku benar2 kagum dengan ketabahanmu), aku belajar dari semua hal yang aku temui.
Malam ini aku cape sekali, tapi aku berusaha menikmati apa yang ada. Menonton 2 film lucu, mendengarkan lagu2 rohani, melihat foto2 bersama teman2, dan menulis blog. Hei… hari ini anakku Kezia genap berumur 1 tahun… happy birthday Kezia, papah love you very much princes !
Well…. hidup ini penuh warna, ada suka, ada duka. Selama kita masih bernafas, suka dan duka selalu menjadi bagiannya. Kita beruntung kalau disela-selanya Tuhan menyelipkan cinta dan sayang untuk kita nikmati. Apa yang bisa kulakukan hanyalah menjalani peran yang Tuhan sudah tentukan bagiku untuk dijalani, di dalam hidup yang penuh warna yang Tuhan berikan, untuk sebuah tujuan yang Allah mau yang mungkin aku sendiri tidak tahu apa itu. Hidupku benar2 seperti burung, terbang ke sana ke mari sesuai yang Tuhan mau. Saat aku di Taiwan, aku harus melakukan peranku di sini. Mewarnai hidup teman2ku dengan kasihku, dengan care-ku, dengan kebiasaan2ku, dengan sharing2ku, bagaimanapun juga kondisiku. Ada yang terbangun, merasakan kasih yang baru, sehingga mereka sayang kepadaku bahkan menjadikan aku saudara. Tapi ada juga yang terluka, di saat aku sedang lemah, mereka mendapati aku tidak seperti harapan mereka.
Malam ini aku menikmati kesendirianku… mendengarkan lagu Mazmur 89… anganku terbawa jauh ke negeri yang tidak kukenal…. ke suatu tempat yang indah, di mana ada damai, ada ketenangan…. peristiwa2 yang pernah terjadi dalam hidupku, melintas di pikiranku…. begitu jelas…. kadang aku senyum2 sendiri saat mengingat kejadian2 yang lucu… kadang senyum getir saat mengingat kejadian2 yang menyesakkan dada…. kadang meneteskan air mata saat teringat saat sulit yang menghadang jalanku…. dalam semuanya itu, aku menemui satu hal yang selalu muncul…. kesetiaan Tuhan yang tidak pernah habis dalam hidupku…
Tuhan… ku hendak menyanyikan… kasih setiaMu selama-lamanya… aku hendak memasyurkan kesetiaanMu dengan mulutku, sepanjang aku hidup… sebab kasih setiaMu oh Tuhan… bagiku untuk selama-lamanya… setiaMu Tuhan, tegak seperti langit… kepadaku selama-lamanya….