Kezia, Papa love you
Taiwan, Aug 12, 2007
Hari ini anakku Kezia Aurora (7 bulan lebih 1 hari) dibawa Mamanya untuk diserahkan pada Tuhan di gereja (di Indo). Sedih sekali aku tidak bisa menemaninya. Sedih sekali, karena bukan aku yang gendong dia di depan altar untuk menyerahkan dia pada Tuhan. 6 tahun yang lalu, Amanda aku yang gendong saat dia diserahkan pada Tuhan. Tapi kali ini, aku hanya mengiringi Kezia dengan doa.
Memang aku yang menyuruh istriku untuk membawa Kezia dan menyerahkan dia pada Tuhan di gereja. Semalam aku bersyafaat untuk Kezia, anakku terkasih. Aku memberkati dia, menumpangkan tanganku atasnya, dan berdoa di hadapan Allah untuk hidup dan masa depannya, hal yang sama yang pernah aku lakukan untuk Amanda. Tapi tetap saja, ada perasaan sedih, karena aku tidak bisa menggendong dia di depan altar Tuhan. Saat Kezia diserahkan, aku sedang pelayanan Perjamuan Kudus di sini. Dan aku merasa sebagai seorang laki-laki, sebagai seorang Papa, aku digandeng olehNya. Aku percaya, Allah tahu isi hatiku, sekalipun aku tidak hadir di samping Kezia.
Kezia sayang, Papa dari jauh memberkati kamu, menyerahkan hidupmu kepada Allah yang hidup, Allah yang Papa dan Mama percayai. Jadilah kuat di dalam Tuhan. Biarlah hidupmu menjadi berkat bagi banyak orang. Dan biarlah orang boleh melihat, ada Allah yang Papamu percayai, hidup dalam hidupmu.
Ya Allah, aku serahkan anakku Kezia di depan altarMu. Jangan bawa dia melalui jalan yang mudah dan lurus, tetapi tempalah dia melalui jalan yang berliku dan sukar. Agar dia boleh melihat betapa kuatnya Allah itu, agar dia selalu bersandar padaMu ya Tuhan. Agar dia tumbuh menjadi anak Allah yang kuat, berakar, bertumbuh, dan berbuah di dalam Engkau. Agar orang yang lemah dapat dikuatkan melalui dia, agar orang yang terpuruk dapat dibangkitkan melalui dia. Sertailah dia dalam segala perkara, jadikan dia berkat bagi banyak orang. Jadikan dia sukacita bagi Cici dan Papa Mamanya. Biar namaMu selalu dijunjung tinggi seumur hidupnya. Persiapkanlah seorang laki-laki yang takut akan Tuhan bagi dia. Yang hatinya melekat pada hatiMu. Itulah kerinduan dan doaku sebagai Papanya.
Kezia, be strong in God. He will leads you in His way ! Papa love you so much.