Pelepasan…. hmm…..
Hari ini, hari minggu. Hari ini cukup special, karena aku mengikuti sebuah acara persekutuan yang cukup untuk membuatku berpikir lebih jauh, apa arti sebuah pelepasan.
Yah, aku sudah beberapa kali ikut kebaktian, KKR, dsb yang ada acara pelepasannya atau altar call. Pelepasan di sini adalah moment yang cukup "menggetarkan" hati, kadang juga membuat bulu kuduk merinding, di mana di antara jemaat ada yang saking terharunya dengan kasih Tuhan, mereka sampai menangis, bahkan kadang sampai menjerit. Dan kadang ada beberapa manifestasi lainnya yang cukup menegangkan. Hal itu juga yang terjadi hari ini.
Pada dasarnya aku adalah orang yang rasional, yang tidak gampang menerima sesuatu dengan ditelan bulat2. Akupun juga mengerti, secara psikologis, manifestasi pelepasan ini dapat aku mengerti. Jadi, selama persekutuan berlangsung, aku tidak memejamkan mata. Aku melihat semua yang terjadi, dan aku menjaga emosiku untuk tidak terpengaruh dengan situasi yang ada.
Aku pribadi tidak menolak moment2 seperti itu. Untuk sebagian orang, itu adalah saat perjumpaan mereka secara pribadi dengan Allah… saat dimana mereka menerima lawatan Roh Kudus. Dan akupun memuliakan Tuhan karena hal itu. Tapi aku memiliki jalan yang aku sendiri kenal. Siapa bilang aku tidak pernah menangis di hadapan Tuhan ? Aku sering mengalaminya. Akupun pernah mengalami pelepasan dari semua kutuk dan dosaku. Namun aku mengalaminya saat berdua saja dengan Tuhan.
Aku pribadi, lebih bisa mencurahkan isi hatiku kepada Tuhan saat sedang sendiri, berlutut, dan berdoa. Aku bukan tipe orang yang bisa membuka semua isi hatiku di depan orang banyak. Dan aku bersyukur, Allah kita bukan Allah yang kaku. Dia Allah yang mengenal kita satu per satu. Dia Allah yang menjumpai kita secara pribadi, sebagaimana adanya kita. Buat aku, Dia menjumpai aku secara pribadi, dengan cara2 yang lembut Ia menyapaku. Dengan berdiam diri, aku bisa merasakan hadirat dan kasihNya melingkupi aku.
Aku juga bersyukur, karena Dia melawat saudara2 seimanku sesuai dengan kebutuhan mereka masing2. Untuk saudara2 seiman yang menyala-nyala semangatnya oleh Roh Kudus, Dia membuat mereka bersorak sorai. Kita masing2 diciptakanNya unik, dan Dia melawat kita sesuai dengan kita apa adanya.
So, bagaimana tanggapanku tentang pelepasan ? Sejujurnya, itu bukan "cara" yang aku kenal baik. Tapi aku bisa menerimanya, karena itu cara Allah melawat saudara2ku yang lain. Aku cuma berharap, jangan ada saudara yang menganggap aku belum mengalami Tuhan, hanya karena aku tidak bersorak sorai. Itu salah sama sekali. Aku mengenal siapa Tuhanku, sama seperti saudara2ku mengenal Dia. Dia melawat aku, sama seperti mereka dilawatNya. Namun aku dilawat dengan cara yang aku kenal, yaitu dengan duduk diam, berlutut, menyembahNya dalam moment2 yang pribadi. Aku tidak mengerti bahasa Roh, dan aku tidak bisa berbahasa Roh. Tapi aku mengerti saat aku mengatakan "Yesus, aku mengasihiMu" dan saat ku rasakan pipiku basah oleh air mata. Aku mengerti, saat aku berkata " Bapa, Engkau baik kepadaku". Aku memahami sepenuhnya kata-kata ini "Bapa, aku takut. Peluk aku dan peganglah tanganku. Bawa aku melewati semuanya ini". Dan aku bisa merasakan tanganku digandeng olehNya. Kiranya Tuhan memberkati kita semua.
Hendy said,
June 3, 2007 @ 10:46 pm
Jia yo ko Budy…nice thought. I like it. Mengenal Tuhan atau tidak itu bisa dilihat dari perbuatan dan sikap kita. Ketika kita mengenal Dia, kita akan menjalankan firmanNya. digambarkan dengan satu kata “KASIH”. Bukan dengan bersorak sorai itu kita dianggap mengenal Tuhan. Mengenal Tuhan ditunjukkan dari kesaksian dan kehidupan kita. GBU ko.. Tuhan memberkati.