Free bird, where are you flying to ?

Pulang dari gereja Taoyuan, habis perayaan hari ibu (13 Mei 07), aku langsung masuk ke lab. Biasalah, persiapan buat seminar besok seninnya di depan profesor. Capek cari2 artikel, baca2 artikel… iseng2 aku naik ke atap gedung lab-ku. Atapnya beton mas, bukan genting/prisma kayak di Indo gitu. Gua kan masih mau idup… hehehe….

Udara cukup dingin. Aku duduk sendirian, memandang ke langit… gelap… berawan… tapi aku bisa melihat, banyak sekali bintang kelap kelip di atas sana. Pikiranku menerawang jauh (cieeee), membayangkan bagaimana kalau aku bisa terbang (halah!). Saat aku memandang ke atas, aku melihat ada pesawat melintas di atas langit. Lampunya yang kelap kelip dapat kuikuti, sampai aku tidak bisa melihatnya lagi. Pikiranku segera melayang-layang….

Kemana perginya burung besi itu ? Dulu, saat aku di Semarang, aku selalu bermimpi, bagaimana rasanya naik pesawat. Kemana dia pergi… pasti ke negeri yang jauh… begitu pikirku saat itu… maklum… masih kecil boo…. ndeso pula… hehehe…. Sekarang, saat mimpiku menjadi kenyataan (aku bisa naik pesawat… terbang ke negeri yang jauh), aku kembali bertanya-tanya…. kemana lagi perginya burung besi itu ? Ke negeri yang lebih jauh kah ? (pertanyaan bodoh pak dosen… hehehe)

Kadang, aku mengibaratkan diriku ini free bird… burung yang bebas terbang ke mana saja mengikuti angin (aku emang lebih suka langit, dibanding laut
… tapi selidik punya selidik, hampir sebagian besar jalur penerbangan komersial… ternyata di atas laut booo… hiiii….). Aku ingin mengunjungi tempat2 yang jauh… tempat2 yang indah….

Ada 2 tempat yang paling aku ingin datangi …. Himalaya (Nepal/Tibet)… tapi bukan ingin mendakinya lho… satu lagi… Alaska…. Kenapa ?

Himalaya… atap dunia…. konon, menurut kepercayaan sebagian orang Tibet, mereka mencari dewa sampai ke atap langit. So.. seperti Daud bilang… ke puncak gunungpun aku pergi, di situ pun Engkau…. hehehe…. enggak sih…. aku cuma senang sekali memandang ke langit. Bayangin deh, kita lagi berdiri di bagian tertinggi di bumi ini (di sekitaran Himalaya)… trus memandang ke atas…. langit yang ceraaah…. biruuuu…. tanpa awan. Aku pernah liat foto seperti itu… begitu mengesankan buat aku. Damai… Aku sering membayangkan, aku ada di tempat itu. Rasanya, aku bisa langsung memandang ke surga…. dan melihat Tuhan sedang…. ehm…. sedang apa Dia yah ? Tunggu deh…. eh… Dia sedang ngeliatin aku !! hehehe…..

Lalu, kenapa pula Alaska ? Hanya di daerah kutub lah, kita dapat menemukan dan melihat yang namanya Aurora. Aurora itu semacam pelangi yang terjadi karena pengaruh medan magnet bumi yang sangat kuat, terutama di daerah kutub bumi, sehingga partikel2 udara membentuk semacam pelangi yang sangaaat indah. Di tempat sunyi seperti ini… rasanya dekaaaaat sekali dengan Tuhan. Karena itu pula aku beri anakku nama Kezia Aurora. hehehe….

Aku punya cita2, sebelum aku balik ke Indonesia, aku ingin singgah ke HongKong. Syukur2 bisa ke Seoul (aku punya teman SD jadi pendeta di sana) atau Tokyo. Kan deket dari Taiwan, cuma 1-2 jam flight. Naah…. pas kepikiran mau ke HongKong, kenapa nggak langsung ke Nepal/Tibet aja sekalian ? ke atap dunia booo…. eeeh… browsing punya browsing, ternyata biaya ke sono cukup mahal boo…. ntar deh… kumpul2 duit dulu…

Kalau Tuhan berkenan… suatu hari nanti aku minta diizinkan untuk melihat : atap dunia dan Aurora… May God hear my pray… amen….

1 Response so far »

  1. 1

    evi said,

    June 3, 2007 @ 6:23 pm

    bud, kl baca blogmu tuh keren2en lucu2 gitu :)i like it
    dari situ i bisa lihat u itu org yg optimis. selalu berpandangan maju. tidak takut, krn Tuhan sll besertamu.

    kpn2 kl u dah balik indo, dan bisa ke surabaya, mampirlah ke grejaku. ngisi di persekutuan remaja dan pemuda. biar mereka bisa melihat cth yg baik dari dirimu. ya…. bagikanlah berkat2 yg tlah kau terima dari pengalaman2mu..ok
    gbu. evi

Comment RSS

Say your words