Kendala bahasa di negeri orang
Halo… sudah hampir sebulan aku di negeri orang, di Taiwan tepatnya. Meskipun aku keturunan Cina (yang di Indonesia selalu dibilang orang Cina), tapi di sini aku tidak diakui sebagai orang Cina, tapi disebut Indi ren, alias orang Indonesia. Wah… kasihan temen ki. Di Indo dibilang orang Cina, di Taiwan (Cina) dibilang orang Indo. Hoei…. sodara-sodara… aku ini orang Swedia ngerti ?? hehehe….
Di sini cuacanya bener2 tidak menentu. Kadang ada sinar matahari, kadang sepanjang hari gelap. Bikin orang cepet sakit aja. Trus aku juga susah membedakan mana pagi or siang. Kalau di Indo, meskipun masih gelap, tapi kalau ada suara adzan, wah itu bisa dipastikan sudah mau pagi. Kalau matahari sudah puanas, wah… pasti sudah jam 12 nih. Di sini, aku kalau bangun… masih gelap… ee… sudah jam 11 siang. hehehe…
Ada kebiasaan mahasiswa lokal yang cukup mengganggu. Aku kan tinggal di asrama kampus. 1 kamar ber 6. 2 dari Indo, 2 dari Filipine, 2 lagi dari taiwan. Yang dari Taiwan ini, kalau tidur subuh2, kalau bangun siang2. Tahu nggak ngapain ? Nge-game dan chatting boo !! Udah gitu pakai nyetel lagu disco lagi… bikin orang nggak konsen mimpinya… hehehe….
Tapi sing paling parah, kendala bahasa. Bisa gila lho. Lha gimana nggak stress, kalau mau beli makan aja harus jumpalitan sana sini buat menerangkan : aku mau maem ini… ini… ama ini… berapa harganya ? Orang Taiwan sedikit banget yang bisa bahasa Inggris. Jadi masalah kecil, bisa jadi malapetaka buat kita2 yang nggak bisa bahasa mandarin. Mulai dari beli mie, beli tiket kereta, naik bus, sampai masalah ndengerin pengumuman penting dari kampus. Baru 3 minggu di sini, aku sudah kena maki sopir bus (gara2 bayarnya kurang), satpam setasiun (gara2 salah naik kereta), dan kepala asrama (karena tidak "menghiraukan" pengumuman). Semua gara2 ndak ngerti bahasanya. Di tempat2 umumpun, tidak tersedia petunjuk berbahasa Inggris. semua dalam huruf cina yang buat aku seperti karakter tak beraturan. hehehe….
Yah… mau gimana lagi. Aku sudah terdampar di sini gitu lho… terpaksa naluri tarzannya dikeluarkan. Tangan selaweran sana sini, nunjuk2 sana sini, biar bisa komunikasi. Tobaat…. tobat….
OK, besok disambung lagi dengan "masalah" yang lain. hehehe…
salam dari taiwan.
Dito said,
March 29, 2007 @ 10:54 pm
Shalom…:)
Saya mahasiswa UKDW angkatan 2004. Mbok saya dikasih tips Pak bagaimana caranya bisa dapat beasiswa S2 ke luar negeri karena kebetulan minat kita sama (robotika). Thanks ya Pak
' Erwin ' said,
April 6, 2007 @ 7:13 am
Mantap tenan. Meski tangan tunjuk sana tunjuk sini, tapi kalau dilihat dari perkembangamu (dari foto2mu), kamu makin makmur aja di negeri orang. Hehehehehe.. artinya….???
MEski jadi tarzan, tarzan kota eeeuuuyyyy… makannya mantap2 mesti. Ndang cepetan bisa bahasa Mandarin ya Bud, kalau udah balik Indo, nanti bantu aku untuk tlp ke China urusan job-ku. Kamu kalau disana bisa main tunjuk, nah aku main tunjuk via tlp, tetep aja yang diseberang gak ngeh. Huehehehehee… Sukses selalu untuk mu sobatku
SEMANGAT!!!
evi said,
April 10, 2007 @ 1:40 am
ya..walaupun jd tunjuk sana tunjuk sini, tapi chiayo.. tetap semangat ya
keren tenan lho bisa nyampe sana………
gbu
Sherly said,
April 30, 2007 @ 2:43 am
ko budi…hahhaha blog-mu yang ini bener2 lucu..hahaha..jadi selama ini orang swedia yah?
eh tapi dah bisa dikit2 mandarinnya kan? cia yo yah..tetep semangat belajar bahasa mandarin ^^ Gbu…