Archive for September, 2006

Digital Christian Foundation …. any sugestion ?

Sudah lama saya berpikir untuk melakukan satu hal ini : membuka layanan service komputer untuk gereja-gereja kecil atau lembaga-lembaga Kristiani yang "miskin" secara gratis.

Di kehidupan sehari-hari, banyak sekali saya temui gereja-gereja kecil menerima sumbangan komputer bekas (atau kadang baru) untuk kegiatan bergereja mereka. Tapi saat ada komponen yang rusak atau seting yang salah, mereka tidak punya dana untuk memanggil teknisi. Di sisi lain, saya juga menemui gereja yang besar, saat komputernya rusak, dengan mudah mereka membawa komputer tersebut, naik mobil gereja (yang cukup bagus tentunya) ke tempat service komputer (biasanya milik jemaatnya atau kenalan majelisnya), minta diperbaiki, diganti komponennya yang rusak, dan mintanya cepat selesai. Maklum, mereka punya duit.

Di sinilah saya terpanggil untuk membuka layanan perbaikan komputer untuk gereja-gereja kecil secara gratis. Alasan pertama, kemampuan "trouble shooting" yang saya punya berasal dari Tuhan. Saya ingin kembalikan "talenta" yang sudah diberi kepada si Pemberinya. Alasan kedua, gereja besar biasanya punya lebih dari 1 komputer. Jadi kalau rusak 1, bisa pakai yang lain. Tapi gereja kecil tidak. Mereka biasanya punya cuma 1, itupun sumbangan dari donatur. Kebanyakan komputer generasi pentium klasik. Dipakainya untuk word dan excel doang. Kalau rusak, kegiatan administrasi beralih ke kertas (seperti sebelumnya).

Bayangan saya, kalau ada orang yang kebetulan bisa perbaiki komputer, atau minimal ngerti kerusakannya, kan bisa berguna banget buat gereja kecil itu. Tapi awalnya saya agak ragu juga dengan rencana ini. Saya pernah punya pengalaman dengan sebuah gereja besar, saat komputer mereka rusak, mereka minta tolong ke saya. Saat saya coba perbaiki (pikir saya komponennya masih bisa dipakai, jadi saya coba perbaiki saja, ngirit gitu), mereka marah-marah karena butuh waktu agak lama. Mereka minta segera diganti saja komponennya, tinggal bilang dan dibelikan, begitu kata mereka. Saat saya bilang saya tidak menarik biaya, karena kerja untuk Tuhan, mereka langsung ngeloyor pergi.

Pernah juga saya perbaiki komputer milik aktivis gereja besar, kejadiannya agak mirip dengan kasus pertama tadi. Pertama masalah printernya tidak ada drivernya. Saya carikan driver, dan akhirnya bisa dipakai. Kasus berikutnya, tidak bisa akses internet. Saya coba perbaiki modemnya. Beberapa hari kemudian ada masalah lagi, ketika saya tanya ada masalah apa, aktivis gereja besar ini berkata, ndak papa, sudah tak bawa ke tukang service A. Lha kenapa ndak panggil saya aja, pasti dengan senang hati saya bantu. Jawaban yang saya dengar sungguh di luar dugaan saya : saya sungkan digratisin terus. Saya males hutang budi terus sama kamu. Mending saya bayar ke orang lain, tapi saya nggak hutang budi lagi. Walaaaah… segitunya ternyata yang ada di pikiran orang berduit. Jangan-jangan gereja berduit juga punya pola pikir yang sama ? Weleh… weleh…

Nah, karena itulah, sasaran saya lebih difokuskan ke gereja-gereja kecil yang "minus". Kalau ada teman-teman yang tahu ada gereja kecil (di sekitar Semarang or Salatiga aja) yang kesulitan dengan komputernya, bisa dikasih tahu layanan saya ini. GRATIS. Sepenuhnya kerja buat Tuhan. Kalau terpaksa beli komponen, saya carikan yang termurah (kebetulan beberapa mahasiswa saya buka toko komputer, dan agak-agak sungkan dengan dosennya… hehehe). Ndak usah ke rumah, nanti saya saja yang berkunjung ke gereja itu. Free of charge !

Saya juga sempat berpikir untuk memberi nama layanan ini. Digital Christian Foundation, bagus nggak ? hehehe… soal nama urusan ke sekian lah… yang penting kerja buat Tuhan. So… kalau ada gereja kecil yang butuh bantuan, kasih tahu saya ya… Kemarin ada gereja kecil di pedalaman Mranggen juga saya ladeni. So… jangan sungkan…. kerja buat Tuhan… GBU All !

Comments (2) »