Yang miskin ingin kaya, yang kaya ingin miskin
Kalau diperhatikan, siapa sih yang tidak ingin kaya ? Dalam setiap kesempatan, saya selalu tertarik dengan sepak terjang orang-orang di sekeliling saya. Coba kita perhatikan, hampir semua orang memandang rendah sesamanya, dan berusaha menunjukkan dialah yang pantas dihormati. Kalau saya pergi ke supermarket memakai baju kerja, wah… pelayannya melayani dengan senang hati. Senyum mengembang di bibirnya. Tapi kalau saya ke supermarket menggunakan kaos (walaupun menurut saya, saya masih terlihat ganteng hehehe…), si pelayan cuek aja waktu saya mau bayar. Busyet… Tapi itulah kenyataannya, kita hidup di dunia seperti itu.
Berapa banyak manusia yang bertingkah laku seolah-olah dirinya yang paling hebat ? Hampir semuanya ! Di jalan, tempat saya sehari-hari "bercengkerama" dengan motor kesayangan saya, hampir semua pengemudi menunjukkan "megalomania" mereka. Mulai dari sopir yang berpotongan ala polisi dan tentara (rambut cepak gitu), sampai stiker militer yang ditempeli di motor or mobil. Saya sendiri memasang stiker polisi di motor saya. Cukup banyak untungnya. Tidak pernah di-stop tanpa alasan yang jelas, pengemudi lain-pun agak sungkan untuk "nyenggol" motor saya. Gimana lagi ? Saya kan butuh pulang ke rumah dengan "utuh", hehehe… Tapi perlindungan kita ada di tangan Tuhan. Ya nggak sih ?
Balik ke masalah semula, kenapa sih manusia ingin diperlakukan istimewa oleh sesamanya ? Kenapa bukan kebalikannya, manusia saling mendahulukan sesamanya ? Kebetulan istri saya seorang Psikolog (cieee), saya coba tanya ke dia. Menurut Abraham Maslow (cieee lagi), ada yang namanya piramida kebutuhan manusia. Yang paling rendah adalah kebutuhan pokok (pangan, sandang, papan). Kalau kebutuhan itu belum dipenuhi, manusia nggak bakalan mikirin tentang kehormatan dan harga diri misalnya. Tapi kalau kebutuhan dasarnya sudah dipenuhi, manusia akan meningkat lagi kebutuhannya, yaitu pengakuan dari sesamanya. Nah inilah yang membuat banyak manusia menderita "megalomania". Seperti kata Alkitab, pejabat akan mengawasi rakyat di bawahnya. Tapi pejabat yang lebih tinggi akan mengawasi pejabat tersebut, dan seterusnya.
Saya punya pandangan tersendiri tentang hal ini. Semua hal buruk itu dilakukan manusia karena : INGIN KAYA alias karena UANG. Orang yang miskin (kayak-kayak saya gini… hehehe) selalu ingin kaya. Ingin naik mobil yang biasa aja. Maksudnya ya yang ada ACnya, ada sound systemnya, ada sopirnya, mobil yang kinclong, pokoknya yang biasa aja, yang orang iri ngeliatnya… hehehe… Orang yang lebih kaya dari kita-kita, seperti keluarga konglomerat misalnya, mereka mah biasa aja dengan mobil biasa. Mereka maunya yang MEWAH. Rumah juga yang WAH, pacar or istri yang HOT, dan (mungkin) selingkuhan yang CHICK. hehehe… bener ya ?
Tapi coba baca forbes terbitan terbaru. Manusia terkaya di dunia (Mr. Bill Gates), terkaya nomor dua di dunia (Mr. Warren Buffet) malah "pengen miskin". Semua tahu, mereka berdua bukan lahir dari orang tua yang kaya. Sejak muda mereka membanting tulang mencari yang namanya DUIT. Dan sejarah mencatat, mereka berhasil dengan usahanya. Sekarang, saat mereka berusia hampir 80 an (Gates hampir 65an), mereka ingin kembali jadi orang biasa saja. Mereka menyerahkan hampir semua harta yang mereka miliki ke yayasan pendidikan dan penelitian berbagai macam penyakit seperti kanker. Hanya sebagian keciiiil dari harta mereka yang yang ditinggalkan sebagai warisan untuk anak-anak mereka. Seperti Buffet, dia mewarisi anak-anaknya hanya sekitar 15 juta dollar AS (kaua tidak salah), atau sekitar 1,5% saja dari seluruh hartanya. Ketika ditanya, mengapa dia melakukannya, jawaban Buffet sungguh menarik : Saya sudah puas dengan apa yang saya lakukan selama ini. Saya telah membuktikan bahwa saya bisa melakukan semua ini. Anak-anak saya sudah cukup menikmati kehidupan yang baik selama ini. Kini tiba saatnya mereka belajar untuk berdiri di atas kakinya sendiri, seperti yang pernah saya lakukan. Bekal (harta) yang saya berikan kepada mereka cukup untuk hidup mereka.
Gates juga melakukan hal yang sama, cuma dengan persentase yang berbeda. Harta Buffet dan Gates disumbangkan ke Bill and Melinda Gates Foundation, yang bertujuan untuk membantu penelitian tentang penyakit seperti kanker dan AIDS.
Kalau dipikir-pikir lagi, aneh sekali manusia itu. Kalau lagi miskin, cari duit sebanyak-banyaknya. Sudah agak kaya dikit, cari kenikmatan sebanyak mungkin. Sudah super kaya, "buang" semua harta dan "balik jadi miskin lagi". Benar-benar ANEH ! :))