Archive for April, 2006

Mobil matic…

Dari dulu aku hobi sekali membaca, khususnya majalah. Aku rela nggak makan, tapi bisa beli majalah atau koran atau tabloid. Bahkan istriku (yang kebetulan Psikolog) "mencap" aku kelainan. Soalnya kalau ndak mbaca sesuatu sehari aja, aku ndak bisa tidur. hehehe…

Entah kenapa. aku ini suka sekali baca-baca. Mulai dari koran, majalah komputer, majalah mobil, majalah pesawat, gosip, bisnis, dan sebagainya. Acara TV juga aku senangi, terutama acara balapan F1, MotoGP, acara-acara otomotif, sepak bola Liga Inggris, dan tentu saja acara-acara traveling.

Untuk memenuhi kebutuhan membacaku, aku menjadi anggota di 3 persewaan majalah sekaligus. hehehe. Plus minjem-minjem majalah ama teman yang punya. Ada lagi, aku suka nyari majalah-majalah bekas yang murah. Majalah 3 bulan yang lalu harga 40 ribu, di tempat jual majalah bekas cuma dihargai 4 ribu. Murah kan ? Aku sering borong majalah bekas. Rumahku penuh dengan majalah dan buku, ada 2 lemari sendiri. Kalau pindahan repot. Hehehe.

Berkat membaca, aku bisa tahu banyak hal. Contohnya kemarin minggu. Anak-anak sekolah minggu ngadain acara ke panti asuhan. Mereka minjam mobil dari jemaat. Nah, ada satu mobil Kuda Grandia Matic yang ndak ada sopirnya. Guru-guru sekolah minggu kesulitan nyari orang yang bisa nyetir mobil matic. Mereka menghubungi aku, apakah aku bisa nyetir mobil matic. Aku jawab bisa. Padahal nyetir mobil matic, aku belum pernah. Tapi karena banyak baca, aku ngerti tuh fungsi dari komponen-komponen mobil matic. Lagian aku kan dulu STM mesin otomotif. hehehe. Barangkali, pengetahuanku tentang mobil, lebih baik dari orang yang punya mobil itu sendiri. hehehe… nyombong dikit ndak papa kan ?

Singkat kata, jadilah anak-anak kuantar ke panti asuhan naik Kuda Grandia Matic. Asik lho ternyata, nyetir mobil matic. Ndut-ndutan ? Ya enggaklah ! Aku kan sering bawa mobil ke Solo. Papahnya Dhani Pratama (temanku) kalau pergi, sering ngajak aku untuk nyetir. Katanya, aku kalau nyetir nggak bikin mual. hehehe.  Istriku selalu tidur kalau aku yang setir. Nyaman, gitu katanya. Palagi aku ini orang yang seneng banget nyetir. Nikmat gitu lho… hehehe. Aneh ya. Aku ni nggak punya mobil, tapi sudah nyetir banyak mobil. Coba kudaftar : Kijang Kapsul, Kijang Super, T120SS, L300, PickUp, Hyundai Elantra, Kuda Grandia, Taft, Accord, Carry, Corolla, Feroza, Clasy, wah…. lumayan banyak ya ? Ni namanya diberkati. Tidak punya mobil, tapi bisa make banyak model. Gratis lagi, alias nggak perlu mikir perawatannya. hehehe…… Thx God !

No comment »

2 Minggu yang beraaaaat….

Setelah mertuaku kubawa pulang ke rumahku, mulailah hari-hari yang berat kulalui. Ritme hidupku dan keluargaku langsung berubah. Mulai dari rumah yang tiba-tiba terasa kurang luas (karena kebanyakan penguni), malam hari tidak tidur (kami harus melakukan terapi perilaku untuk mertua), sampai kejutan pengeluaran untuk obat-obatan yang harus dibeli.

Bayangkan aja, untuk sebuah obat dari Psikiater, aku harus sediakan uang 1,7 juta untuk sebulan. Belum obat yang lain dari Internist. Wadauuuw !!! Duit dari mana tuh ? Lha apa aku dan keluargaku mau puasa sepanjang hari ? Bagaimana dengan listrik, pulsa HP, bensin, dsb, dst ?

Tapi Tuhanku memang bukan Tuhan yang biasa-biasa aja. Dia Tuhan yang luar biasa ! Dia Allah yang mencukupkan. teman-teman yang kenal aku, ayo coba berhitung, kira-kira berapa penghasilanku dibanding dengan pengeluaran yang harus aku bayar. Bisa tercover nggak ? Pasti bilang nggak. Tapi ternyata Allah mencukupkan. Tidak dengan hutang, tidak dengan minjam-minjam. Lha dari mana tuh duit ? Apa Budhi nyolong ya ? Korupsi ? Nggak tuh. Aku dewe yo heran. Kalau dihitung-hitung, sudah lebih dari 12 juta keluar dari kantongku untuk pengobatan mertua dalam sebulan terakhir. Jebule aku punya duit segitu toh ? Kemana aja selama ini ? Heran…. :))

Tapi itu masih belum seberapa. Yang lebih berat lagi adalah menguatkan istri dan iparku, memberi mereka semangat setiap hari bahwa masalah ini akan segera berakhir, bahwa Allah akan selalu menyertai dan mencukupi, aku juga harus "mengajari" istri dan ipar untuk bermain sugesti dengan mamah mertuaku. Namanya juga terapi, sugesti harus dimainkan. Belum lagi kalau anakku butuh perhatianku. Waduh, repotnya…. Dan membuat jiwaku letih… lelah…

Puji Tuhan, semuanya sudah berakhir. Mertuaku sudah sehat, tubuh, roh, dan jiwanya sudah "lurus" kembali. Obat yang harus dibeli juga sudah berkurang dosisnya. Harganya juga sudah bisa tercover, sekitar 500 ribu untuk sebulan untuk semua obat. Dokter Internist dan Psikiater, semua bilang "Perfect ! Ini mukjizat". Terima kasih untuk Ibu Bifi, seorang guru SD sekaligus seorang Pendeta yang merintis gereja-gereja kecil di Semarang. Dia dengan setia datang ke rumahku untuk menguatkan mamah dan meneguhkan imannya. Dia juga yang melayani doa pelepasan dan doa kesembuhan. dia juga berpuasa untuk keluarga kami. Terima kasih untuk semua dukungan doa dari teman-teman yang setia mendoakan kami.

Kini, semuanya menjadi sangat baik, jauh lebih baik dari sebelumnya. Aku sebagai kepala keluarga sekaligus sebagai imam, jadi rajin berdoa dan baca Alkitab. Karena aku merasa, tidak sanggup menanggung semuanya. Semuanya karena ada Allah yang menguatkan aku. Istriku juga rajin berdoa dan baca Alkitab. Mertuaku dan adik iparku juga. Mertuaku yang laki di Solo juga rajin berdoa dan ke gereja. Herannya, anakku sekarang juga suka baca Alkitab, pagi dan malam. Dia membaca dengan suara khas anak kecil. Bonekanya juga diajak baca Alkitab bersama. Bonekanya diberi nama Ester, sesuai dengan tokoh Alkitab yang disukainya.

Banyak perkara besar yang dilakukan Allah kepada keluargaku. Aku kaget, ternyata di keempat sudut rumahku, dipasangi jimat yang didapat oleh mertuaku perempuan dari dukun. Tujuannya biar ndak kecurian lagi. Padahal aku tiap malam dengan istriku bergandengan tangan berdoa untuk rumahku lho. Akhirnya semua perkara dibukakan di hadapanku. Dibantu Ibu Bifi, kami adakan doa pelepasan disertai puasa, termasuk mertuaku yang laki datang dari Solo khusus untuk itu. Sayangnya, kok ndak dilayani oleh Pendeta dari gerejaku sendiri. Terus terang, aku sangat kecewa dengan gerejaku. Dari sekian banyak pengerja, hamba Tuhan, dan sesama aktivis gereja, hanya Ibu Ana Johan dan rekanku Oki yang rajin datang untuk menguatkan kami.

Kini, hari-hari kami lalui dengan perasaan bahagia, dekat dengan Allah. Semuanya serba baik adanya. Ini berkat yang tidak terhingga buat aku dan keluargaku. Khususnya aku sebagai seorang laki-laki, aku benar-benar dihadapkan pada masalah yang tak terselesaikan bagi manusia, tapi ada tangan Tuhan yang berkuasa ikut menyelesaikannya. Itu sangat membekas di hatiku sebagai seorang kepala keluarga. Aku merasa digandeng, ditemani, disertai oleh Bapa. Ketakutanku dihapuskan, diganti dengan sukacita. Perkara besar demi perkara besar terjadi di depan mataku. Aku hanya melihatnya berlalu, dan melihat semuanya berangsur-angsur menjadi baik, tanpa aku melakukan sesuatu (karena memang aku tidak bis berbuat apa-apa) selain berserah kepadaNya.

Sungguh, Dialah yang akan melepaskan engkau dari jerat penangkap burung, dari penyakit sampar yang busuk. Dengan kepakNya Ia akan menudungi engkau, di bawah sayapNya engkau akan berlindung, kesetiaanNya ialah perisai dan pagar tembok. Engkau tidak usah takut terhadap kedahsyatan malam, terhadap panah yang terbang di waktu siang, terhadap penyakit sampar yang berjalan di dalam gelap, terhadap penyakit menular yang mengamuk di waktu petang. Walau seribu orang rebah di sisimu, dan sepuluh ribu di sebelah kananmu, tetapi itu tidak akan menimpamu. Engkau hanya menontonnya dengan matamu sendiri dan melihat pembalasan terhadap orang-orang fasik. Sebab TUHAN ialah tempat perlindunganmu, Yang Maha Tinggi telah kaubuat tempat perteduhanmu. Malapetaka tidak akan menimpa kamu, dan tulah tidak akan mendekat kepada kemahmu, sebab Malaikat-MalaikatNya akan diperintahkanNya kepadamu untuk menjaga engkau di segala jalanmu. Mereka akan menatang engkau di atas tanganNya, supaya kakimu jangan terantuk kepada batu. Singa dan ular tedung akan kaulangkahi, engkau akan menginjak anak singa dan ular naga.

"Sungguh, hatinya melekat kepadaKu, maka Aku akan meluputkannya. Aku akan membentenginya, sebab ia mengenal namaKu. Bila ia berseru kepadaKu, Aku akan menjawab. Aku akan menyertai dia dalam kesesakan. Aku akan meluputkannya dan memuliakannya. Dengan panjang umur akan Kukenyangkan dia, dan akan Kuperlihatkan kepadanya keselamatan dari padaKu"

Mazmur 91 : 3 - 16 Firman ini telah terjadi kepadaku.

No comment »