Mujizat masih ada sampai hari ini
Sejak Jumat (17 Maret 2006) aku benar-benar berada di situasi yang belum pernah aku alami sebelumnya.
Hari itu, aku sedang rapat fakultas. Tiba-tiba istriku memberi kabar kalau mama Mertuaku masuk ke RS di Dr. Oen Solo. Aku memutuskan langsung ke Solo dan mengurusi semua masalah di sana, sementara itu istriku aku suruh handle rumah di Semarang. Tiba di Solo, aku dihadapkan pada masalah yang belum pernah aku hadapi : mertuaku "konslet" (omongannya ngacau, nggak ada juntrungannya). Mertuaku "ngoceh" semalaman tanpa berhenti. Badannya bergetar-getar seperti tak terkontrol. Kata-kata yang keluar dari mulutnya "Yesus, sembuhkan aku. Yesus sembuhkan aku". Gitu terus semalaman. Suntikan obat tidur dosis tinggi hanya membuatnya tertidur selama 1 jam saja. Selanjutnya ngoceh terus. Dokter kuatir, kalau disuntik obat tidur lagi, bisa bablas.
Besoknya hari Sabtu, istri dan anakku datang ke Solo. Melihat mama mertua tidak ada perubahan (tetep ngoceh terus), kami memutuskan untuk membawanya ke RS Elizabeth di Semarang. Soalnya kami harus kerja besok Senin-nya. Sementara di Solo, papa mertua juga kerja. Jadi nggak ada yang ngurusi mama. Biaya 2,4 juta entah dari mana Tuhan sediakan bisa kami bayar hari itu juga. Puji Tuhan.
Sabtu malam, mama dibawa pakai ambulance ke RS Elizabeth di Semarang. Aku bawa mobil saudaraku. Sampai di Elizabeth, belum ada kemajuan. Tapi sudah ditangani dengan lebih baik, dengan melibatkan seorang Psikiater dan Internist.
Minggu, Senin, dan Selasa, adalah hari-hari yang melelahkan sekaligus membuat kami putus asa. Bagaimana tidak ? Kalau mau sembuh, bukankah orang harus dengan kesadaran makan dan minum obat ? Tapi ini udah nggak nyambung sama sekali. Yang bisa kami lakukan adalah menunggui dan "meladeni" ocehan dan permintaan yang aneh-aneh, seperti buka tutup pintu, duduk berdiri 3 kali, dsb. Tapi ada aktivitas lain yang terjadi, yaitu doa puasa.
Teman-teman istriku kebetulan banyak yang istri pendeta dari gereja kharismatik. Suami- suami mereka datang dan berdoa puasa di RS, juga di rumah masing-masing. Pendeta dari gereja-ku cuma Ibu Ana saja yang datang. Hik… yang lain sibuk semua (katanya). Malah pendeta dari gereja lain dengan setia mendukung kami sekeluarga.
Selasa malam, kami dan teman-teman bersepakat untuk doa puasa. Aku kebetulan di rumah, membersihkan rumah yang berantakan tak terurus selama berhari-hari. Malam itu kami bersatu hati untuk mendoakan mama mertua. Malam itu aku terguncang imanku. Aku berputus asa, karena aku merasa tidak ada harapan lagi. Apa kami harus hidup selamanya dengan mama yang "konslet". Bagaimana dengan kehidupan kami sehari-hari nantinya ? Pasti akan banyak perubahan drastis yang terjadi. Bagaimana mama bisa sembuh, sementara untuk diajak berkomunikasi aja nggak nyambung sama sekali.
Di tengah keputus-asaanku, malam itu Allah melawat aku dengan FirmanNya dari kitab Ayub : "Bersiaplah engkau sebagai laki-laki !Aku akan menanyai engkau, supaya engkau memberitahu Aku. Di manakah engkau, ketika Aku meletakkan dasar bumi ? Siapakah yang telah menetapkan ukurannya ? Atas apakah sendi-sendinya dilantak, dan siapakah yang memasang batu penjurunya ? Siapa yang telah membendung laut dengan pintu, ketika Aku menetapkan batasnya, dan memasang palang dan pintu; ketika Aku berfirman : Sampai di sini engkau boleh datang, jangan lewat, di sinilah gelombang-gelombangmu yang congkak akan dihentikan !"
"Engkaukah yang turun sampai ke sumber laut, atau berjalan-jalan melalui dasar samudera raya ? Apakah pintu gerbang maut tersingkap bagimu, atau pernahkah engkau melihat pintu gerbang kelam pekat ? Apakah engkau mengerti luasnya bumi ? Dapatkah engkau memberkas ikatan bintang Kartika, dan membuka belenggu bintang Belantik ?"
"Oleh pengertianmukah burung elang terbang, mengembangkan sayapnya menuju ke selatan ? Atas perintahmukah rajawali terbang membumbung, dan membuat sarangnya di tempat yang tinggi ? Apakah lenganmu seperti lengan Allah, dan dapatkah engkau mengguntur seperti Dia ?"
Malam itu aku menangis. Aku menangis karena aku sudah putus asa, tidak ada lagi harapan yang dapat masuk ke logika. Tapi malam itu Tuhan menyatakan kepadaku, bahwa Dia bukan Tuhan yang biasa-biasa saja, yang dapat dilogika oleh akal manusia. Dia menunjukkan kepadaku, bahwa Dia bukan Allah seperti yang dibayangkan oleh manusia. DIA BISA MELAKUKAN APA SAJA YANG DIKEHENDAKINYA !
Malam itu, salah seorang teman istriku saat berdoa mendapat penglihatan. Dia melihat iblis sedang melepaskan panah berapi ke arah mama mertuaku yang tergeletak di kasur. Tapi Allah datang dan menangkap panah api itu, lalu mematahkannya. Kemudian Allah menancapkan perisai berapi di sekeliling mama mertuaku. Saat itu pula, terlihat banyak sekali Malaikat berbadan tegap, berjaga di sekeliling tubuh mama. Penjagaannya tak tertembus. Begitu kuat !
Di rumah sakit, istriku juga berdoa. Dia mengirim sms, bahwa mama tidur nyenyak sekali. Wah, mengherankan. Karena sudah sejak Jumat mama tidak tidur, ngoceh terus tak tentu rimbanya.
Besok paginya, istriku kembali mengirim sms. Mama sudah bangun, dan SEHAT WALAFIAT ! Omongannya nyambung. "Konslet"nya hilang sama sekali ! Mujizat telah terjadi ! Suster dan Dokter yang merawat terheran-heran. Lebih-lebih sesama pasien yang sekamar dengan mama, mereka ketakutan, sekaligus terheran-heran. Tapi Tuhan telah bekerja. Puji Tuhan !
Sepanjang hari, kondisi mama mertua dipantau. Jangan-jangan hanya sesaat saja sehatnya. Ternyata sampai tidur malam, mama stabil kondisinya. Ngomongnya tidak ngacau lagi. Semua perfect ! Malamnya, kami doa puasa lagi. Beberapa orang tua murid istriku ikut bergabung dalam doa di rumah masing-masing. Mereka juga berpuasa. Sayang sekali, pendeta dari gerejaku sendiri ndak ada kabarnya.
Malam itu, teman istriku kembali mendapatkan penglihatan. Dia melihat banyak sekali iblis keluar dari tubuh mama dalam keadaan terikat dan lumpuh. Sementara di rumah sakit, mama tertidur dengan nyenyak. Keesokan harinya, mama mengaku, bahwa dia sering pergi ke dukun sejak rumahku di Semarang kemasukan pencuri. Semua anaknya dan mantunya (aku) pernah dibawanya ke dukun (fotonya). Mama juga pernah dapat benda-benda magis dari dukun, namun katanya sudah dibuang semua. Pagi itu mama mertuaku bertobat dan minta Tuhan menguduskan dirinya. Dia melepaskan semua kuasa iblis di dalam nama Yesus. Puji Tuhan !
Sejak hari itu, kondisi mama semakin baik dan stabil. Hari minggu pagi, saat teman-teman ke gereja, mama mertuaku telah pulang dari rumah sakit. Biaya 4,4 juta bisa terbayar tanpa kesulitan. Dari mana uangnya, aku sendiri nggak begitu ngerti. Yang pasti, di lemariku tersedia uang sejumlah kebutuhan di rumah sakit. Papa datang dari Solo seperti orang muda yang baru keluar dari salon. Wajahnya ceria. Papa dan mama bersenda gurau di selasar rumah sakit. Pemandangan yang kontras dari hari-hari sebelumnya.
Hari ini (Senin), kami semua bekerja. Mama ditinggal sendirian di rumahku. Puji Tuhan, semua baik dan sempurna. Itulah Tuhanku. Saat Dia bekerja, semua diprosesnya. Mulai dari mama mertuaku, papa mertua, istriku, aku, adik iparku, sampai keluargaku sendiri juga tercengang dengan mujizat itu. Belum lagi pasien di sebelah mama, dan rekan-rekan kerja istriku, semuanya mendapat berkat dan melihat betapa dahsyatnya kuasa Tuhanku.
Sebenarnya, perkara-perkara iman seperti ini harus lebih sering lagi ditonjolkan di gerejaku. Tapi kayaknya gerejaku lebih banyak mengurusi detail pelaksanaan bulan paskah dan prosesi-prosesinya, dibanding masalah iman seperti ini. Terima kasih untuk Ibu Pendeta Ana Johan yang lebih mementingkan menggembalakan jiwa yang terhilang (dan keluarga yang sedang goncang imannya) dibanding mempertentangkan susunan acara rangkaian paskah. Tuhan memberkati pelayanan Ibu !
Rencananya, dalam beberapa hari ke depan, mama akan diajak ke bukit doa Ungaran bersama dengan beberapa orang tua murid untuk didoakan. Siapa tahu ada benda-benda magis lain yang masih disimpan oleh mamaku. Begitu juga dengan rumah di Solo, kami akan mendoakannya. Karena di rumah itu, masih ada adik iparku yang butuh untuk dilawat Roh Kudus. Aku percaya, Tuhanku kalau bekerja tidak setengah-setengah. Dia akan menyelesaikan semua pekerjaanNya dengan SEMPURNA.
Dia juga yang akan menjawab segala pergumulanmu. Jangan pernah goyah imanmu. Karena Tuhan Yesus yang kau percayai, bukan Tuhan yang biasa-biasa saja. DIA ALLAH YANG LUAR BIASA ! Bersyukurlah, karena engkau memiliki Dia sebagai Allahmu yang dapat kau ANDALKAN !
