Butuh istirahat…
Wah, sudah 2 minggu ini aku disibukkan oleh kegiatan kampus. Maklum aja, fakultasku mau ngadain kuliah umum dan workshop “hacking”. Pembicaranya Dani Firmansyah (hacker yang mbobol situs KPU), Y3dips (hacker), ama temenku sesama dosen (pak Edi). Aku sendiri jadi penanggungjawab acara.
Awalnya sih, aku set agar anak-anak ambil keputusan sendiri, organisir sendiri, setup sendiri. Maksudku biar ide-ide mereka terakomodasi dan terealisasi. Aku cuma mengawal aja sepanjang masih dalam koridor aturan-aturan univ, aku support aja. Wah, ternyata mereka agak kurang pengalaman. Rapat nggak pernah ketemu, tiap sesi kerja sendiri-sendiri, banyak yang nggak sinkron. Tapi nggak papa. Pointku is anak-anak dapat on-hand experience, yang pasti ndak didapat kalau ndak diberi kesempatan “bikin kacau”.
Pelaksanaan acara hari senin nanti. Tapi, sudah 2 minggu ini aku pontang-panting “meluruskan” jalannya anak-anak. berangkat pagi, pulang malam. Hampir tiap hari aku sampai rumah jam 11 malam. Untung anak ama istriku bisa ngerti dan kasih support. Kata anakku : “biar koko ama cicik-cicik muride papah dapet pengalaman”, gitu katanya. hehehe…
Hari ini, persiapan cukup baik. 3 hari lamanya aku dipusingkan instalasi server linux ubuntu. Wah, namanya aja aku baru denger. Text-based lagi. Bener-bener sesuai namanya, bikin loro untu (sakit gigi). Hehehe…. untunglah kerja kerasku ndak sia-sia. server sudah siap. Wuih… kalau nggak, bisa bubar workshopnya.
Ada hal yang bikin aku sumringah di sela-sela kesuntukanku. Disamping suply supplement yang diguyur tiap hari oleh istriku, aku tiap hari menyempatkan diri mampir ke Getsemani di Ungaran. Kebetulan, tiap hari aku melewati tempat itu, 2 kali sehari, pulang dan pas berangkat ke kampus.
Pagi-pagi berdoa di bukit doa getsemani ungaran sangat asyik, bikin body ama pikiranku jadi seger. udaranya seger, matahari hangat, sepi, wah…. beda banget ama suasana hiruk pikuk kampus dan ramenya rumahku. Di situ aku bisa berdoa dan bernyanyi. Aku bisa inget teman-temanku, mahasiswaku, si A, si B, si X yang kemarin stress karena pacarnya hamil, si Z yang kemarin dicari-cari debt collector karena belum bayar cicilan motor 3 bulan, sampai mahasiswaku yang sekarang ndak kuliah dan kutemui ngamen di perempatan jalan dekat kampus.
Hidup ini…. penuh warna. Ada warna yang cerah… tapi di sela-selanya ada warna-warna gelap dan kusam. Tapi saat aku lihat warna-warna itu, ada satu hal yang mengusik pikiranku : ada yang mengayunkan kuas dan mewarnai gambar di depanku, yaitu si empunya alam semesta ini. Betapa aku begitu kecil di tengah-tengah alam semesta yang sedang diwarnai-Nya. Betapa konyolnya keribtuan-keributan yang selalu kutemui di jalan, potong-memotong jalur kendaraan, sogok-menyogok polisi di antara kebun kopi di bawen, dan sopir-sopir bus yang pepet sana pepet sini bikin orang nyungsep di trotoar.
Hei… suatu saat, kita semua akan mengakhiri hidup ini. Gambar yang sedang diwarnai ini suatu saat akan selesai. Tidak ada lagi warna yang ditorehkan, tidak ada lagi kuas yang menyapu kertas. tidak ada lagi indikator naik turunnya nafas di ICU, tidak ada lagi darah yang mengalir di sekujur tubuh. Suatu saat, semuanya akan berhenti. Benar-benar berhenti.
Hmm… sungguh baik, aku menemukan diriku saat ini sedang ada di getsemani, di pagi yang sepi, sejuk dan dingin, dan au melihat diriku sedang …. BERDOA.