Friendster lemot, pindah ke Wordpress ah…

Hi friends….

Berhubung Friendster sering error kalau gue pengen update blog gue, dan semakin banyaknya spam masuk ke blognya Friendster, so… gue mutusin untuk mindah blog gue ke budhikristianto.wordpress.com Jangan lupa berkunjung ya…. jangan nunggu updatean dari Friendster lho… dibookmark atuh… budhikristianto.wordpress.com CU there….

No comment »

Last step

Akhirnya…. lewat juga defense thesis gue. Untuk defense kali ini, gue pake baju hadiah dari Xiao Fei, kaos dari Petry, berkas2 dokumen semua masuk ke map dari Sherly, persiapan sidang dibantu oleh Ivanna, sebelum sidang dapat kiriman doa dari keluarga besar di Indo, plus YM bersahut2an dari gank Petra, selama sidang dikasih otak yang sehat dari Tuhan, selesai sidang diselamati warga desa Chung Yuan, pokoknya semua yang gue kenal memberikan kontribusinya deh…. xie2… xie2…. Jadinya, kemenangan besar ini (cieeeee…) adalah milik bersama. Huahahahaha….

Well…. this is the last step… revisi… wekekekeke…. revisi disetujui, langsung ambil ijazah, dan…… terbaaaang….. nasi padang, I’m homeeee….. weekkekekekee….

Thanks buat semuanya ya teman2. I love you all…. muach… muach…. (gaya Wiwie)… wuakakakakakaka…..

No comment »

Beberapa pelajaran hidup

Berikut ini beberapa pelajaran hidup yang aku dapatkan selama berada di Taiwan :

Kalau mau indah, ambil kulitnya saja

Segala sesuatu akan tampak (dan memang) menyenangkan dan indah jika kita berada di kulitnya saja. Misalnya, hubungan dengan seseorang. Hubungan anda akan terasa sangat indah, dan anda akan berpikir sangat positif terhadap orang itu, jika anda hanya sekedar berbasa-basi saja dengan dia. Misalnya sekedar say hello, basa-basi yang asal bapak senang, dsb. Begitu anda masuk lebih dalam lagi, hilanglah keindahannya. Hal ini juga berlaku terhadap barang, organisasi, atau apapun juga.

Mengomentari/mengedit/mengover-rule/mencela apa yang dilakukan orang lain lebih mudah dibanding kita sendiri membuat sesuatu yang baru

Ambil contoh, kita sama2 engga bisa bahasa mandarin, sama2 sedang belajar mandarin di Taiwan. Akan lebih mudah/nyaman/gengsi/gagah kalau teman kita mencoba bercakap2 dalam bahasa mandarin dengan orang Taiwan, terus dia melakukan kesalahan dalam percakapan itu (salah make bahasa), trus kita mengomentari kesalahannya. Tapi kalau kita sendiri disuruh memulai percakapan, belum tentu kita bisa/berani. Ini juga berlaku dalam hampir semua aspek kehidupan. Mengomentari dan mencela apa yang dilakukan orang lain selalu lebih mudah/gengsi dibanding melakukannya/memulainya sendiri.

Apa yang dilakukan manusia, selalu untuk kepentingannya sendiri

Ini benar adanya. Kalau kita periksa lagi diri kita, semua tutur kata, komentar, tindakan, dan pikiran kita ternyata berfokus pada kepentingan diri kita sendiri. Kita mungkin mengorbankan sesuatu, tetapi apa yang kita dapatkan dari pengorbanan itu jauh lebih besar dari yang kita korbankan. Misalnya, kita memberi sumbangan. Kita mendapatkan pujian dari orang lain, minimal orang akan berkata “dia orang yang baik”. Memang sejak lahir, manusia distimulasi oleh lingkungannya untuk lebih memikirkan dirinya sendiri atau untuk survive. Kasus seperti Mother Theressa yang tidak mempedulikan dirinya sendiri dan berkorban untuk lingkungannya adalah satu berbanding miliaran.

Manusia melihat segala sesuatu dari kacamatanya sendiri, untuk kepentingannya sendiri, dan untuk membenarkan dirinya sendiri

Ini benar adanya. Tidak perlu dijelaskan lebih lanjut. Tidak ada fakta yang bisa menyangkalnya.

Manusia itu pada dasarnya sama

Ambil contoh, si Joni mau beli mobil yang cocok dengan kondisinya (ya kondisi ekonomi, kebutuhannya akan transportasi, ya cocok dengan gengsinya, dsb). AKhirnya setelah timbang sana-sini, dia memutuskan untuk membeli suzuki carry tahun 1986 seharga 22 juta. Joni girang bukan kepalang, dan begitu puas. Ya, karena apa yang dia beli sesuai dengan kesanggupannya, kebutuhannya, dan juga gengsinya. Namun apa yang dirasakan Joni, tidak dirasakan oleh Johan. Bagi Johan, carry adalah mobil yang engga nyaman, engga aman (engga ada hidungnya), dan engga gengsi. Johan lebih memilih Mercedes New Eyes tahun 2003 sebagai mobil idamannya. Saat Johan membeli mobil idamannya, dia merasakan hal yang sama seperti Joni, yaitu puas dan girang.

Apa yang membedakannya ? Tidak ada, alias sama. Perasaan yang dirasakan keduanya adalah sama. Apakah Johan rugi karena mengeluarkan duit lebih banyak ? Tidak. Joni mengeluarkan uang sesuai dengan kesanggupannya, Johan juga. Joni puas dengan pilihannya, Johan juga. Joni bangga dengan mobilnya, Johan juga. Namun jika Johan disuruh menggunakan mobil Joni, dan sebaliknya, Joni menggunakan mobil Johan, keduanya akan sama2 komplain. Joni akan berkata “mobil Mercedes ini mahal perawatannya, bensinnya, pajaknya, sparepartnya, engga sebanding dengan kenyamanannya yang cuma sesaat”. Sedangkan Johan akan berkata “mobil Carry ini benar2 tidak nyaman, panas, engga aman, sama sekali engga gengsi. Sakit perut aku dibuatnya”. So, kesimpulannya, manusia ini sama. Masing2 punya peran dan bagiannya sendiri2. Ga ada yang lebih tinggi, ga ada yang lebih rendah.

Ga cuma soal mobil, segala hal, termasuk pekerjaan, jabatan, harta, dan sebagainya. Ga salah Alkitab memuat ilustrasi tentang hamba yang satu diberi 5 talenta, hamba yang lain diberi 2 talenta. Imbalannya sama persis. Ga ada yang lebih, ga ada yang kurang.

Manusia itu lebih percaya pada apa yang didengarnya/dilihatnya pertama kali, baik itu benar ataupun salah

Jika dua orang berselisih, anggap saja si Dewa dan Dewi, siapapun yang menceritakan tentang kasusnya kepada anda, anda akan memandang kasus itu sesuai dengan apa yang diceritakan orang pertama kepada anda. Misalnya kenyataannya Dewi menipu Dewa. Namun Dewi bercerita kepada anda, bahwa Dewalah yang menipunya, maka akan sangat sulit merubah pandangan anda tentang Dewa, walaupun Dewilah yang bersalah. Itu berlaku bagi setiap orang, diakui atau tidak. Oleh para ahli psikologi, itu dinamakan “Hello effect”.

Anda bertemu seseorang, dan kesan pertama anda, orang itu adalah jahat. Maka sekalipun waktu berjalan, dan fakta menunjukkan bahwa orang itu tidaklah jahat, anda akan tetap ga nyaman jika berurusan dengan dia. Iya kan ? Sebaliknya, jika kesan pertama yang anda dapatkan, orang ini baik. Maka, walaupun akhirnya terbukti kalau orang itu adalah penipu ulung, anda masih akan membela dia ” engga mungkin. Aku mengenalnya tidak seperti itu kok”.

Oleh para ahli marketing, fakta ini dikembangkan menjadi “parenting marketing”. Seorang ibu yang suka menggunakan bedak X, si anak perempuannya akan melihat, bahwa bedak X adalah yang terbaik. Buktinya, ibunya memakainya bertahun2. Setelah anak putri itu dewasa, dia akan menggunakan bedak X juga seperti ibunya. Jika seorang ayah berkata, mobil Z ini jelek. Maka, anak2nya juga akan menganggap mobil Z adalah jelek. Setelah anak2 itu dewasa, mereka tidak akan membeli mobil Z. Itu adalah “parenting marketing”. Dan ilmu itu diadopsi dari apa yang aku paparkan di atas.

Hutang budi, bisa2 dibayar dengan body

Kata2 itu yang aku baca dari sebuah forum. Kalau dipikir2 lagi, ada benarnya juga. Hutang bisa menjerat kita, dan membuat hidup kita menjadi tak terbayangkan. Maka dari itu, sebisa mungkin kita jangan berhutang. Berhutang apapun, termasuk berhutang kebaikan. Di sisi lain, sebagai anak2 Tuhan, kita tidak boleh melakukan hal yang tercela. Jika ada orang yang terpaksa berhutang kepada kita, kita harus bersikap seolah-olah dia tidak pernah berhutang kepada kita. Seperti yang diajarkan Tuhan, jika seseorang membutuhkan bajumu, berikan juga kepadanya mantelmu. Maksudnya, kalau kita bantu orang, jangan diungkit2, jangan dijadikan alasan untuk menekan dia atau memandang dia lebih rendah. Itu dosa.

No comment »

Boriiiing…..

&^*&^$@&^&$^@*$^%^&^%()$*^#%@^%(*)

Boriiing….. semua dah dah beres… tinggal nunggu ujian…. hari demi hari gue jalani dengan males…. mikiri rumah terus…. tiap kali telepon rumah, anak2 lagi maenan rame2… cekakak cekikik…. waaaaaa…. ngapain gue menyiksa diri di sini, sementara di rumah begitu asyiknya….

Kezia sudah isa tak tanyain.. .sudah makan belum…. dengan suara kecilnya dia bilang “udah”… trus rame lagi ama ciciknya…. waaaaa…….

Mau natalan, malah sepi banget rasanya…. tahun lalu, masih berasa suasana natalnya… ikutan maen musik di gereja… ikut nyiapin acara2 di gereja… tahun ini sepi…. ngelamun doang di dorm…. ke lab juga cuma bolak balik detik, kompas, otomotif…. boriiiiing…..

Nunggu januari kok rasanya lama amir…. Natal ? ga ada atmosfernya sama sekali…. parah deh….

Ya udah lah…. Merry Christmas and Happy Defense Day… PF 17 Dec 2008……

$%^$%*&^(&^&$$%#%*&^%#$@$#*&&(*)_&^

No comment »

Nice weekend on the last week of november 08

Kamis malam

Kamis malam adalah presentasiku yang terakhir di lab meeting. Setelah hari minggunya aku beresin masalah conference. Disambung rabunya bagian terakhir dari project-ku beres. Kamisnya report terakhir. Duh… senangnya…..

Jumat malam

Jumat malam kami (mahasiswa internasional) mengadakan pertunjukan di kampus. Aku ikut nyanyi bersama kontingen Indonesia, sambil memperkenalkan budaya Indonesia di depan mahasiswa2 Taiwan. Boo…. please deh… jaga tuh kedamaian di Indo. Orang2 Taiwan ini suka banget dengan Bali dan pijat spa-nya. So, kalau Indo damai, ga pake demo2 segala, kan turis2 jadi nyaman maen ke Indo. Bener ga ?

Setelah pertunjukan, dilanjutkan dengan photo2 di depan pohon natal di taman kampus. Seru abiiis…. di tengah2 dinginnya udara…. menurut websitenya badan meteorologi Taiwan, suhu terendah hari itu 9 derajat celcius booo…. brrrr… tapi….. rameeee…..

Sabtu-nya….

Sabtu siang, aku, Janice, dan Osmand maen ke bazar yang diadakan pihak gereja. Waaah… rameeee…. aku borong boneka kecil2 dan imut2 buat anak2ku. Sebiji cuma kena 10 NT$ (sekitar 3800 rupiah) boooo….. bisa buat teman bobok Kezia….

Habis heboh di bazaar, dilanjutin shoping ke supermarket. Kebeneran bazaarnya diadakan di halaman parkir supermarket itu. Lanjut deh acara borong2nya. Kita borong2 sayur…. buat makan malam bersama…. menunya…… PECEL !! nyaaaam…. yang masak cowok2 dari Petra Univ. Yang lainnya nyumbang ayam, minuman, camilan, dsb. Sekalian menjamu kontingen bulutangkis yang baru pulang bertanding di Taipei. Walaupun ga menang, tapi yang penting … hepi rame2…..

Aku juga mulai menghibahkan barang2 yang akan kutinggal. Semoga berguna bagi pemakai berikutnya deh. Hahahaha…. niat banget nih mau pulang Indo-nya….

Minggu2 terakhir di Taiwan… rasanya aku enjoy banget. Hahahaha…. parah deh. Bukannya mustinya aku deg2an dan heboh sana sini nyiapin ujian akhir ? Tau nih… kok aku enjoy2 aje yah ? Hahahaha….. ga habis pikir juga, beberapa temen yg mau lulus malah tambah kemrungsung dan sensi banget menjelang ujian akhir. Aku kok malah rileks abis…. apa gue yang aneh yah ? hahahahaha….

Sing penting, persiapan ujian terus dilakukan… thesis report ditulis tiap hari…. jalani aja seperti air…. toh nyampe ke laut juga…. wekekekeke…. Thank God for this nice weekend !

No comment »

Saat ini, 2 tahun yang lalu…

Wekekekeke…. sambil nunggu meeting (gue harap, ini meeting yang terakhir buat gue), ngeblog dulu aaaah….

Sudah hampir genap 2 tahun gue berada di Taiwan, dalam rangka mengejar cita2 lama yang terpendam : sekolah di luar negeri. Ini mimpi besar gue sejak gue masih SD. Dan berkat kasih karunia Tuhan, gue boleh merasakan apa yang pernah gue cita2kan.

Semua bagian project untuk thesisku sudah beres. Semua permintaan prof sudah aku buat. 2 Minggu lagi waktunya final defense. Setelah itu… urus sana sini…. dan… bye2 Taiwan…. Jadilah si anak yang polos ini (huehehehehehe) menggenggam gelar master (of ceremony…wekekekekeke).

Terbayar sudah segala pengorbanan yang sudah diberikan. Bukan hanya gue aje, tapi juga semua anggota keluarga besar gue. Mulai dari duit, waktu, keberadaan gue di tengah mereka, semuanya… sudah dikorbankan. Tiba saatnya balik ke habitat asal.

Banyak suka duka yang gue alami selama 2 tahun ini. Bahkan kejadian memalukan pun sempat terjadi. Tapi semua itu segera menjadi masa lalu. Waktu menyapu bersih semuanya. Orang2 yang pernah gue kenal, akan segera menjadi bagian dari cerita manis perjalanan hidup gue. Setiap kejadian yang terjadi selama 2 tahun ini, segera menjadi cerita manis untuk dikenang. Mohon maaf bila gue ada salah. Semata-mata karena gue masih manusia biasa yang punya rasa dan karsa, bukan seorang malaikat. Pun sebaliknya, kalau ada yang pernah melukai gue, gue memberi maaf selebar2nya. Mari diingat apa yang manis dan baik, lupakan yang pahit dan buruk.

Back to habitat, itulah yang akan gue jalani selanjutnya. Ya bekerja, ya mencari nafkah, ya antar jemput anak, semuanya. Gue akan segera melakukan aktivitas2 yang selama ini gue tahan2 : duduk bersila di depan tv sambil menyikat habis nasi padang (peace man !)… mengantar jemput Amanda kecil ke sekolah… mandiin, makein baju, dan nyuapin si lucu Kezia… ngantar istri ke pasar belanja sayur mayur… nemenin papi ngobrol…. dsb….

Terima kasih buat semua support yang sudah teman2 berikan, baik doa maupun pertemanan yang indah. Semua itu akan selalu gue kenang. Juga ibu2 di gereja yang pernah jadi teman persekutuan, gue akan selalu ingat kalian.

Thank God buat penyertaan-Mu selama ini. Akhir dari penggalan perjalanan ini akan segera sampai. Puji syukur dan terima kasih gue panjatkan ke hadirat-Mu. Amiin…

No comment »

JCMIT Conference 2008

Hai2… dah lama ga nulis blog lagi. Soalnya lagi sibuk conference kemaren. Cieee…. Kebeneran paperku diterima di Joint Conference on Medical Informatics in Taiwan 2008 (JCMIT 2008) yang diselenggarakan di Yan Ming University, Taipei - Taiwan tanggal 23 November kemaren. Paperku berjudul “DICOM Waveform Generator”. Berikut ini photo2 pas aku presentasi dan mejeng di Yan Ming Univ.

No comment »

Melajang…

Chatting dengan teman di Indo, gue kaget setengah mati saat dia tiba2 bilang : “mungkin aku nggak akan nikah”… HAH ??

Melajang… sebuah pilihan yang sulit bagi sebagian orang. Bisa dibilang, setiap manusia tidak ingin sendirian dalam melewati sisa hidupnya. Paling tidak ada istri atau suami dan anak2 di sampingnya untuk melewati hari2 yang ada. Berikut ini sedikit pendapat saya tentang melajang. Kalau tidak berkenan, boleh kasih comment…

Esensi dari melajang

Esensi dari melajang menurut saya adalah : anda tidak siap berbagi (memberi dan menerima) segalanya dengan seseorang, dan orang tidak siap berbagi dengan anda. Menikah berarti membagi waktu kita, tubuh kita, emosi kita, pendapatan kita, hobi kita, cita2 kita, idealisme kita, visi kita, dan segalanya dengan orang lain. Menikah adalah kontrak seumur hidup.

Beberapa penyebab orang memilih/terpaksa menjadi lajang :

Terlalu idealis.  Tidak ada yang sempurna dalam dunia ini, termasuk anda. Jika anda memilih pasangan yang sudah mapan, terpandang, ganteng/cantik, pendek kata nomer satu, anda akan kesulitan untuk memperoleh pasangan hidup. Sementara waktu terus berlari.

Terlalu selfis. Seperti yang saya singgung di atas, menikah berarti membagi hidup anda dengan seseorang. Jika anda tidak terbiasa berbagi dan tidak bisa berkompromi, anda akan susah mendapatkan pasangan.

Terlalu kaku. Hidup ini tidak mudah untuk dijalani. Banyak pasang surut yang terjadi. Anda harus fleksibel dan memberi ruang untuk kompromi. Jika memiliki pasangan, anda harus memberi tempat untuk mengalah dan membiarkan ide/jalan pasangan anda yang dipakai.

Terlalu kuatir. Menikah emang butuh persiapan, baik mental maupun modal (uang). Tapi jika anda menunggu cukup (punya rumah dulu, punya mobil dulu, punya deposito dulu, punya perusahaan dulu, punya kolam renang pribadi dulu, punya gelar s3 dulu, dsb) maka yang terjadi adalah anda tidak akan menikah. Karena “cukup” itu sangat relatif dan terus bergerak. Zaman dulu menikah dengan biaya 10 juta sudah cukup. Zaman sekarang butuh 50 juta baru bisa dibilang cukup. 10 tahun lagi ? Mungkin 300 juta baru dibilang cukup. Selama kebutuhan basic sudah tersedia, kenapa tidak melangkah saja ? Rezeki akan datang seiring waktu kok.

Terlalu takut disakiti. Juga ada yang takut disakiti jika nantinya menikah. Mungkin orang tuanya bercerai atau pernikahan orang tuanya tidak sehat, sehingga dia takut untuk mengalami hal yang sama.

Terlalu rohani. Ada teman yang hanya mau menikah dengan lawan jenis yang “pangkat rohani”nya sudah tinggi. Ingat, proses pengenalan akan Sang Pencipta adalah proses seumur hidup. Anda tidak akan bertemu dengan orang yang sudah “suci”.

Masih banyak lagi faktor2 penyebab orang tidak menikah. Saya tidak ingin membahasnya satu per satu di sini.

Plus minus melajang

Dari sisi kesehatan, tidak menikah (baca : tidak melakukan hubungan sex) sangat merugikan dari sisi kesehatan. Penelitian menunjukkan bahwa dalam melakukan hubungan sex, hormon2 tubuh kita diregenerasi. Sel2 tubuh kita diregenerasi. Salah satu riset mengatakan, sekali berhubungan sex sama dengan berolah raga selama 1 hari penuh. Dalam berhubungan sex, tubuh mengeluarkan hormon yang bernama endorfin. Hormon ini akan memicu pembentukan hormon2 lain yang berfungsi untuk “merefresh” fungsi2 organ tubuh yang lain.

Banyak ditemukan penyakit2 kronis yang menyerang orang2 yang tidak menikah (baca : jarang berhubungan sex). resiko terkena penyakit lainpun lebih besar dari pada orang2 yang menikah. Misalnya resiko kanker prostat, kanker rahim, dsb. Dari kulit pun bisa dibedakan. Orang yang menikah (baca : rutin berhubungan sex) memiliki kulit yang relatif lebih halus dan segar dibanding dengan orang yang melajang (baca : jarang berhubungan sex). Ini dikarenakan sel2 yang ada tidak diperbaharui.

Dari sisi psikologis, orang yang menikah mendapatkan stimulus psikologis yang lebih baik (dengan catatan pernikahannya sehat). Semua orang tahu, bahwa manusia yang bijaksana adalah manusia yang selalu membawa “cermin”. Dengan cermin itu dia bisa menilai, apa yang dia lakukan itu benar atau salah. Dengan menikah, anda memiliki “cermin hidup” yang akan menemani anda seumur hidup anda. Pasangan anda akan menjadi partner dalam segala hal. Anda jengkel, ada pasangan yang jadi “tempat sampah”. Anda sedih, ada pasangan yang siap menjadi penopang hidup anda. Dengan demikian, emosi anda bisa stabil. Saat marah, bisa dikeluarkan, saat takut, bisa diredakan. Bebanpun bisa dibagi berdua, meskipun beban itu kadang meningkat dua kali lipat. Emosi/jiwa yang sehat akan berpengaruh pada tubuh anda. Tubuh anda akan menjadi sehat pula. Itulah sebabnya orang yang menikah relatif lebih tahan penyakit dibanding dengan yang melajang.

Pengaruh orang lajang dalam kehidupan

Orang yang melajang memiliki banyak waktu untuk mengembangkan dirinya sendiri. Karena itu, banyak orang yang melajang sukses menjadi pemimpin, baik di gereja, di perusahaan, di kantor, di kampus, di sekolah, maupun di tingkat masyarakat. Karena mereka biasa mem-push diri mereka sampai ke batas limit yang ada tanpa direpotkan oleh siapapun.

Orang yang melajang adalah “robot” yang terbaik bagi perusahaan. Karena dia terbiasa dan bisa di-push sampai ke batas limit yang ada. Namun sebaliknya, pimpinan yang lajang adalah “horor” bagi bawahan atau rekan kerja yang berkeluarga. Pemimpin yang melajang akan kesulitan untuk mengerti, bahwa anda harus segera pulang untuk memasak, untuk menemani anak anda belajar, dsb. Bagi mereka itu tidak masuk akal (karena mereka tidak mengalaminya bukan ?).

Footnote

Melajang atau menikah adalah pilihan. Namun secara nature, manusia adalah makhluk sosial. Dia butuh teman untuk menjalani hidup ini. Untuk menjalani hidup ini sendirian, manusia itu harus bermetamorfosis menjadi keras dan kaku untuk bisa survive sendirian. Dan itu bukanlah tujuan manusia diciptakan…

No comment »

Photography… hoby lama yang digali kembali

Wekekekeke….. sejak dulu aku hoby lihat2 photo, baik di majalah2 maupun di internet. Tapi baru sekarang bisa mulai digeluti. Soalnya, dulu ga bisa beli camera sih. Hehehehe…. Sejak nikah, sanggupnya beli cuma camera yang pake film, yang buatan mana gitu… merknya aja nyaris tak terdengar : “Skina”. Hahahahaha…. kalau yang lain pake Fuji, Canon, dsb… aku pake Skina. Masih pake film. Harganya pun cuma 60 ribu perak. Bisa kebayangkan hasil jepretannya ? hahahaha…. melas….

Sejak di Taiwan, duit hasil kerja ama prof Chung, aku pake buat beli camera digital. Kali ini merk-nya agak terdengar : Kodak. FYI, Kodak adalah penemu kamera digital pertama di dunia. Sementara itu, penemu kamera konvensional pertama adalah Minolta (CMIIW = correct me if i’m wrong). Sebagai penemu kamera digital pertama di dunia, produk2 Kodak malah kalah bersaing dengan merk2 seperti Nikon, Canon, Sony, Olympus, dsb. Sedangkan Minolta (dan Konica) dibeli Sony. FYI, sensor CCD Nikon merupakan produksi Sony, pengembangan dari teknologinya Minolta.

Minggu kemaren, aku kena racun si Dani. Dia meminjamkan Nikon D40x nya selama beberapa hari. Wah…. hobi lama dibuka kembali nih. Maklum, ga pernah kebayang rasanya megang DSLR. Akhirnya jadilah aku hunting2 photo. Karena baru pertama kali megang DSLR, hasilnya cupu (culun punya). Hahahaha… Silakan menikmati….

Sekarang lagi suka masuk ke forumnya Sony Alpha series. Wekekekekeke… racun yang mahal niiih….

No comment »

Ber-rumah-tangga itu engga gampang…

Ada seseorang yang bercerita, kalau dia mengalami masalah yang besar dalam rumah tangganya. Si suami dirasakan terlalu membela dan memprioritaskan keluarga si suami dibanding dirinya dan keluarganya. Akibatnya, mereka sering ribut.

Ada juga pernikahan lain yang saat dimulai, masing2 keluarga besan sudah mulai menghitung, apakah keluarga besan ini memberatkan secara finasial atau malah menguntungkan dan bisa mengangkat derajat. Busyet. Tapi ini kenyataan yang ada.

Banyak orang menikah untuk menyelamatkan harta keluarga, untuk meningkatkan martabat keluarga (dengan menikahi anggota keluarga yang posisinya lebih tinggi di masyarakat), untuk meningkatkan taraf hidup (dengan menikahi keluarga kaya), dan sebagainya.

Bagaimana dengan cinta ? Ternyata cinta sepasang kekasih tidak cukup untuk menjadi dasar sebuah pernikahan. Kepentingan keluarga lebih mendominasi.

Tujuan ber-rumah-tangga

Aku pribadi memiliki pandangan, bahwa saat aku dan istriku menikah, itu adalah saat yang paling indah yang paling aku syukuri. Bagaimana tidak ? Dengan menikah, berarti ada sebuah keluarga yang siap menerima segala kelemahan keluargaku, dan sebaliknya, ada sebuah keluarga yang mempercayakan segala kelemahannya kepada keluargaku. Jadi kalau orang menikah, kemudian saling mencari2 kelemahan dari keluarga pasangannya, sudah pasti akan mudah menemukannya. Segudang malahan. Lha wong kelemahan digabung dengan kelemahan kok. Tapi juga sebaliknya, masing2 keluarga membawa kelebihan masing2, sehingga kalau yang dicari adalah kelebihannya, maka akan ditemukan dua gudang malahan. Hahahahaha….

Seringkali pasangan kekasih cuma membatasi cara pandang, bahwa aku cinta dia, dia cinta aku, kedua keluarga merestui, menikahlah kita. Tapi hanya sedikit pasangan yang menaruh perhatian khusus, bahwasanya sebuah pernikahan itu bukan hanya antar pasangan kekasih saja, tapi juga “pernikahan” hati setiap anggota keluarga yang ada. Antara adik ipar dengan ayah kita, antara mertua kita dengan istri dari adik kita, antara istri kita dengan suami kakak ipar kita, dan sebagainya.

Seringkali masalah rumah tangga muncul bukan dari pasangan suami istri, tetapi dari keluarganya. Bagi pasangan yang tidak menyadari, bahwa keluarga besar harus ikut “menikah” hatinya, pastinya akan segera guncang. Kestabilan pernikahan bukan hanya tergantung dari keluarga inti saja, tapi juga keluarga besar.

Ada pasangan2 yang cukup beruntung, bahwa begitu menikah, orang tuanya sudah menyediakan rumah, sehingga pasangan tersebut bisa mandiri dan mengurus rumah tangganya sendiri. Apa yang terjadi dalam keluarga besar, sudah di luar urusan mereka. Tapi ada banyak pasangan yang tidak seberuntung itu. Untuk itulah, seni mengelola keluarga dibutuhkan.

Potensi terjadinya konflik sangat besar, karena masing2 individu merupakan pribadi yang unik dan punya karakter yang berbeda. Namun itulah yang namanya KELUARGA. Berbeda karakter, tapi satu entitas. Tidak bisa seorang anak berperilaku atas namanya sendiri. Kalau dia kena masalah, pastilah keluarganya ikut terseret pula. Itu yang sering dilupakan oleh pasangan2, bahkan pasangan Kristen sekalipun.

Kasih adalah dasar rumah tangga

Ketika ditanya istriku, mengapa aku memilih dia sebagai istrinya, aku menjawab : apa yang ada dalam hidupku, adalah anugerah Tuhan semata. Aku mendapatkan semuanya dengan cuma2. Aku mencari kasih untuk membangun keluarga. Dan aku melihat ada kasih dalam dirimu dan keluargamu. Itulah dasar aku mengejarmu dan meminta Tuhan agar kamu diberikan menjadi istriku. Cieeee…… cewek mana yang engga klepek-klepek coba ?? hahahahaha…. Tapi ini serius. Apa yang kamu cari dalam ber-rumah-tangga ? Harta yang lebih banyak ? Posisi di masyarakat yang lebih terpandang ? Kemudahan2 hidup yang selama ini belum pernah kamu temui ? Semuanya itu engga ada artinya sobat !

Ber-rumah-tangga itu engga mudah. Itu benar adanya. Ber-rumah-tangga itu ada pasang surutnya. Ada suka, ada duka. Ada kelimpahan, ada kekurangan. Begitu kompleks. Orang yang belum ber-rumah-tangga, tidak akan pernah bisa mengerti bagaimana rasanya ber-rumah-tangga. Itu benar2 pengalaman baru, yang tidak pernah bisa dipelajari, walaupun lewat buku sekalipun. Makanya, kalau ada masalah dalam rumah tangga, tidak akan nyambung kalau kita sharing dengan orang yang belum pernah ber-rumah-tangga.

Dalam ber-rumah-tangga, yang dibutuhkan adalah KOMITMEN. Bagaimana tidak ? Semakin lama kamu berkeluarga, semakin tahulah kamu kelemahan pasanganmu dan keluarganya. Apa engga semakin eneg tuh ? Kalau kamu cuma mencari yang ideal saja dalam ber-rumah-tangga, maka kamu akan kawin cerai melulu. Tapi kalau kamu sudah berkomitmen, sampai matipun kamu akan bertahan. Itulah sebabnya, dalam pemberkatan nikah, pasangan mempelai mengucapkan janji pernikahan yang sama : Aku akan mengasihinya, baik dalam suka maupun duka, saat kekurangan maupun kelimpahan, saat sehat maupun sakit, sampai maut memisahkan kita.

Tidak ada tho, yang janji pernikahannya begini : Aku akan mengasihinya, baik dalam suka maupun duka, saat kekurangan maupun kelimpahan, saat sehat maupun sakit, sampai GENDUT memisahkan kita. Atau sampai HUTANG memisahkan kita. Atau sampai KLOMPROT memisahkan kita. Atau sampai BMW memisahkan kita. Atau sampai LINDSAY LOHAN memisahkan kita. Atau sampai LEONARDO DiCaprio memisahkan kita. Ga ada tho ????

No comment »